PENJAHAT DISEKELILING KEKUASAAN

PENJAHAT DISEKELILING KEKUASAAN
Oleh : M.Hatta Taliwang

Penjahat atau orang jahat itu tidak selalu tampil dg kulit gelap,mata merah,rambut gimbal,brewokan,wajah sangar dg pakaian lusuh ketat memamerkan otot tubuh. Tipikal ini adalah penjahat jalanan yang “obyekannya” cuma ratusan ribu hingga jutaan.Mereka hanya merusak atau merugikan segelintir orang.

Penjahat disekitar kekuasaan sebaliknya. Wajah mengkilat, rambut rapi, berdasi atau berjas atau bersafari, berbahasa santun, tampak intelek, luwes dan charming. “Proyeknya” milyaran sampai triliunan dg jaringan relasi yg sangat luas. Mereka bisa punya jabatan resmi, bisa juga cuma staf, staf khusus, anggota tim atau bahkan cuma teman penguasa atau ipar atau besan penguasa atau teman penguasa yg jd calo . Mereka inilah yg sering jadi perpanjangan tangan/ “invisible hand” dari kehendak gelap penguasa. Mereka ini jadi pembisik untuk penguasa/ isteri/anak penguasa. Banyak keputusan penting penguasa bukan lahir dari Rapat Resmi atau Sidang Kabinet tapi lahir dari “Rapat Gelap” para penjahat penjahat itu. Kenapa mereka masuk kategori penjahat? Karena mereka bicara bukan atas nama kepentingan rakyat,bangsa atau negara. Mereka bicara tentang kepentingan pribadi, kepentingan keluarga, kepentingan kelompok atau golongan tetapi menggunakan tangan penguasa negara.Memanfaatkan simbol simbol negara. Implikasi bisikan dan keputusan mereka menyangkut nasib ratusan juta rakyat. Dlm kasus kenaikan harga BBM dg nalar sederhana seandainya anggota Kabinet itu mau bicara dg nuraninya pasti mereka juga tidak terima. Apalagi anggota DPR yg cuma perpanjangan tangan dari kehendak ketua partainya yang dieksekutif. Keputusan keputusan penting negara tidak selalu lahir dari argumentasi obyektif, apalagi di negara yang dipenuhi mafia.

Di era Soekarno mungkin ada pembisik pembisik jahat tetapi leadership Soekarno memfilter cukup baik kehendak kehendak jahat sehingga tidak dominan dlm pengambilan keputusan. Figur figur disekitar Soekarno mayoritas orang yg sampai akhir hayatnya berintegritas baik.Yang berpikir bagaimana kebaikan untuk negara,kemajuan negara. Wacananya selalu kebaikan buat negara. Meskipun dlm perspektif lawan politiknya tidak betul tetapi diskursus yg terjadi tema nya utk kebaikan negara. Bisa diteliti mantan2 Menteri atau all the president men nya Soekarno. Tidak berarti Soekarno semua OK. Pasti ada kelemahan2nya tetapi kejahatan klo pun ada “tidak didesain” seperti pengelolaan kekuasaan era sekarang. Kejahatan kekuasaan sekarang sangat sistemik dan dirancang untuk “meniadakan negara”. Negara diprivatisasi untuk kepentingan dan keserakahan segelintir manusia. Kita berduka. MHT 250613

Leave a Reply