KETIDAKADILAN ATAS GUS DUR

KETIDAKADILAN ATAS GUS DUR.

Oleh : M.Hatta Taliwang

Pada saat Gus Dur jadi Presiden, saya anggota DPR RI dari Fraksi Reformasi. Fraksi yang paling kritis atas segala ucapan, sikap dan keputusan Presiden Gus Dur. Fraksi Reformasi adalah gabungan anggota DPR asal Partai Amanat Nasional(PAN) yg dipimpin Amien Rais dan Partai Keadilan (PK) dipimpin Nurmahmudi (sekarang Walikota Depok).

Sejujurnya melihat kondisi sekarang dibandingkan dg “kesalahan” yg dibuat Gus Dur sehingga Gus Dur harus terjungkal dari kursi kekuasaannya, karena DPR/MPR memprosesnya hingga ke Sidang Istimewa, saya merasa ada ketidakadilan. Maka saya bisa memaklumi dan sangat menghayati mengapa teman akrab saya Adhie Massardi(juru bicara Presiden Gus Dur) curhat mendalam dg menulis :

“Pada tahun 2000 ada orang namanya Suwondo. Mengaku tukang pijatnya Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Suwondo kemudian diketahui menipu waka Bulog bernama Sapuan Rp 35 Milyar dng iming2 bisa jadi Kepala Bulog.
Karena Suwondo dianggap kenal Gus Dur, maka DPR merasa perlu bikin Pansus Dana Yanatera Bulog untuk menyelidiki kemungkinan keterlibatan Presiden Gus Dur. Maka jagat politik Indonesia pun heboh oleh apa yg kemudian dikenal publik sebagai “Buloggate” yg hasilnya ternyata tidak membuktikan keterlibatan Gus Dur.”

Cuma urusan segitu yg jadi urusan dan mengancam kekuasaan Gus Dur.Dan ujungnya terjungkal!
Harus saya akui pada saat itu saya bukan siapa siapa di DPR. Cuma sekrup kecil yg lagi “belajar politik” yg belum memahami seluruh konstalasi dan peta yg sedang dimainkan oleh para “dewa dewa” di Senayan saat itu. Saya cuma bisa tunduk pada garis dan perintah fraksi, karena setiap saat saya terancam di PAW ( dan nyatanya saya di PAW 14 bulan sbelum habis masa jabatan!)

Apa yang ingin saya kemukakan paralel dg apa yang jadi curhat Adhie Massardi. Dibandingkan dg kesalahan dan pelanggaran bahkan pengkhianatan yg dibuat rezim sekarang, maka kesalahan yg menyebabkan Gus Dur terjungkal dari kekuasaan tidak ada apa apanya!

Bayangkan hampir semua orang terdekat Presiden (All The President Men), 100% orang Presiden SBY seperti
Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh, Hartati Murdaya, dan Nazaruddin sdh dlm tahanan.
Belum lagi yang terkait dg skandal Century (Boediono,Sri Mulyani) yg sdh terang benderang, namun SBY sbg Presiden tetap bisa ciptakan lagu dan bermain gitar.
Maka patutlah kita renungkan pertanyaan dari Adhie Massardi :

“(1) Begitu banyak orang SBY terlibat korupsi gila-gilaan yg menjijikan itu, jadi mungkinkah Presiden SBY tidak terlibat?
(2) Kenapa DPR tidak segera bikin Pansus seperti perlakuan mereka terhadap Gus Dur?
(3) Apakah karena Gus Dur tokoh NU yg buta, maka DPR yg dibeking TNI dan Polri berani melawan Presiden kala itu?
(4) Atau ada alasan lain kenapa SBY bisa dianggap tetap bersih padahal orang-orang di sekitarnya sudah membusuk?”.

Amandemen UUD45 yg mempersulit prosedur impeachment merupakan salah satu sebab SBY bisa bercokol dg “nyaman”. Disamping kultur transaksi politik dan oligarkhi jahat yg dibangun pasca Pemilu serta “backing” dari Kapitalis Global yg mengexploitasi rezim ini, ditambah rusaknya pilar pilar demokrasi(pers,parpol,LSM,kampus) merupakan kendala untuk memberi hukuman kepada pengkhianatan rezim ini.Tapi siapa yg jamin pasca kekuasaan SBY berakhir?. MHT 181113.

Leave a Reply