ANAK RANTAU DIMASA SULIT

ANAK RANTAU DIMASA SULIT
(Hikmah Puasa)
Oleh : M.Hatta Taliwang

Temanku seorang pecatur, duda dari tanah seberang. Sdh lama merantau di Jakarta. Hari ini aku bujuk main catur sambil “ngabuburit” . Dia menolak. Biasanya sore sore begini para “pecatur jalanan” sdh memenuhi lapak catur di stasiun KA Cawang, stasiun Tebet atau Stasiun Gondangdia. Kali ini dia menolak main. “Saya mau buka puasa di rumah MenPAN Abubakar” katanya.

Waduh hebat sekali anak jalanan mau makan dirumah Menteri. “Hari ini ada 2 jadwal buka. Satunya lagi di rumah mantan Menpora Abdul Gafur” katanya enteng.

“Sy tinggal pilih mana yg mudah di jangkau angkutan umum atau klo ada teman yg mau ngojek kesana” jelasnya.

Dia membujukku. Agar mau sama sama ke rumah Menpan atau rumah Abdul Gafur.Tentu dia berharap numpang mobilku. Aku menolak secara halus. “Sudahlah kita buka disini aja” sambil menunjuk warung di Stasiun Gondangdia. ” Saya traktir kamu semua makanan yg ada diwarung itu” bujukku. Di warung itu ada kolak, es buah campur, ayam goreng, lontong, es kelapa dll. ” “Asal kamu mau temani sy main catur. Semua makanan itu aku traktir.Makanan di rumah Menteri dg disini sama aja. Sama sama bikin kenyang” bujukku lagi .

” Ah beda, disana ada bakso, ada empek empek, ada cendol ” bantahnya.

Akhirnya dia benar meninggalkanku. Pergi bersama teman yg memboncengnya dg Sepeda Motor. Mereka rupanya sdh punya jadwal lengkap dimana tokoh tokoh yg mengadakan buka bersama. Sebelumnya mereka hadir di acara buka bersama dg Surya Paloh (Nasdem). Besok mereka akan datang ke tempat Akbar Tanjung. Yang belum kedengaran rencana buka bersama Wiranto, katanya. Hampir semua tokoh dihafal alamat rumahnya.
“Main caturnya ntar malam aja sambil nunggu sahur” katanya kepadaku melambai pergi. Macam macam kiat rakyat kecil menghadapi krisis akibat kenaikan BBM. MHT 120713

Leave a Reply