TANGAPAN2 atas tulisan MHT ; “KESEMPATAN NASUTION KUDETA SOEKARNO”

TANGAPAN2 atas tulisan MHT ;
“KESEMPATAN NASUTION KUDETA SOEKARNO”

Kalau saya pelajari ttg Pak Nas, beliau memang tak pernah ada niat kudeta pak. Beliau konstitusionalis. Karena itu selalu kalah sama Soekarno dan Soeharto yg sangat lihai bermain diseputar kekuasaan.(Prof.Dr.IM)

Ssdh berhasilnya KAA Bandung ’55,nama BK sdh mendunia-tokoh dunia ke 3.Kudeta thdp BK akn goyahkn posisi RI dlm peta politik dunia.Nasution-jendral non Jawa-yg hrs berhitung 100X utk lakukan kudeta saat itu.(Tokoh mantan ajudan BK)

Nasution Tidak Berani Merebut Kekuasaan Soekarno Karena Kendali Pasukan Berada Di Ex-Peta Dan Operasi Intelijen Militer Dibawah Kendali Zulkifli Lubis (Pengamat Intelijen).

Nasution tidak akan berani kudeta karena keberaniannya tidak cukup. Itu sama dengan Wiranto yang sudah mendapat surat semacam Supersemar waktu 98, juga sama dengan Prabowo waktu 13-14 Mei 98 waktu sudah terjadi bakar2an di Jakarta,Solo dll,sudah ada pengerahan orang2 berambut cepak untuk mengawali pembakaran2 dan Prabowo secara langsung atau tidak langsung membawahi seluruh pasukan Kostrad,Kopassus,Kodam Jaya beserta seluruh panser dan tank2 di Jakarta dan sekitarnya,Soeharto diluar negeri tapi engga berani juga..(Tokoh Aktifis 77/78)

Nasution taat azas dan mungkin punya pendirian dan keyakinan sendiri.(Aktifis Senior).

Nasution tidak punya agenda utk ambil alih kekuasaan ,dia loyal dan tdk salah gunakan kepercayaan(Tokoh Wanita)

TNI menganut azas “komunalisme” yg ketat yaitu “esprit de corps” sbgi “morale of a group”. Sekalipun individu Nasution sbgi KSAD mampu lakukan kudeta karena tersedianya ruang, tapi tidak mampu ia lakukan karena moral grup. Satu-satunya yg dilakukan TNI adalah “soft” kudeta spt yg banyak pihak simpulkan ttg peran Soeharto terhadap Soekarno.(Akademisi).

Sama spt Fadli Zon :”Prabowo bisa saja kudeta militer karena sbg pangkostrad memegang tentara tempur, tetapi tidak dilakukan, karena jiwa nasionalis dan demokratis Prabowo.”
Hanura juga bicara spt itu :”Wiranto tahun 1998 besar peluang utk bisa mengambil alih kekuasaan sbg Panglima ABRI, tetapi tidak dilakukan, karena jiwa nasionalis dan demokratis Wiranto.”(Ang Grup BB)

Leave a Reply