API JERAMI,IRFAN BACHDIM, SBY DAN DEMOKRAT

API JERAMI, Irfan Bachdim,SBY Dan Demokrat.
Oleh : M.Hatta Taliwang

Api jerami adalah api yang cepat sekali menyala, bahkan membungbung ke langit. Menarik perhatian begitu cepat. Tetapi dalam sekejap padam bahkan asapnya pun cepat menghilang dan tidak menyisakan bara api, melainkan debu hitam yg mudah diterbangkan angin dan luluh diterjang air. Hanya menyisakan warna hitam pekat.

Saya minta maaf ke Irfan Bachdim, yg pada akhir tahun 2010 “bersinar bagaikan kilat” melampaui ranah sepakbola bahkan artis2 ada yg tergila padanya. Titi Kamal mnnjadi follower twitternya .Twitter Irfan Bachdim dlm sekejap waktu itu tumbuh pesat . Facebooknya diikuti sejuta orang lebih. Pada bulan Desember 2010 itu nama Irfan Bachdim meroket. Karena permainannya di lapangan? Ya, tetapi dugaan saya ada faktor lain : karena ia dianggap paling ganteng dari semua pemain dlm tim PSSI yg mengalahkan Malaysia 5-1 pada saat itu. Irfan Bachdim hanya menyumbang 1 gol, tapi pujian yg diterima luar biasa!Banyak ABG “tergila” padanya.
Hanya sesaat Irfan Bachdim “menyala”.
Sekarang Irfan Bachdim dimana? Mungkin hanya penggila sepakbola yang msh tahu, tapi ABG atau artis yg mengaguminya dulu, sudah melupakan Irfan Bachdim! Dia bagaikan api jerami, kilat nyalanya menyambar dahsyat namun padam sekejap itu.

Dalam kasus SBY dan Partai Demokrat pun kita temukan fenomena yg mirip. Kilat sinarnya menerangi seluruh jagat Indonesia, hanya sekejap dari partai yg anak bawang meraih suara 7 % pd Pemilu 2004, tiba tiba naik 300% pada Pemilu 2009, mengandalkan kesantunan dan kegantengan SBY. Sekarang jelang Pemilu 2014, kalau Pemilu berjalan normal, tanpa kecurangan, tanpa operasi intelijen, tanpa permainan sogok rakyat dg rekayasa dll cara seperti yg ditempuh PEMILU 2009, maka fenomena API JERAMI akan menimpa nasib Partai Demokrat dan SBY. Mungkin akan padam tanpa bara api !

Orang bijak berpesan : HATI HATI DAN WASPADALAH PADA APAPUN YANG MEMUKAU TERLALU CEPAT !

Irfan Bachdim sebenarnya (BERSAMBUNG)

Irfan Bachdim sebenarnya bukan pemain dg bakat luar biasa.Sebelum diterima sbg pemain PERSEMA Malang, dia tdk lulus seleksi jadi Pemain PERSIB Bandung maupun Persija Jakarta. Sewaktu di Belanda pun tak ada trackrecord luar biasa. Tetapi wajahnya dan “polesan2 pemberitaan media massa” menjadikan dia seakan SUPERSTAR. Dengan kata lain “akar kepopulerannya” tidaklah terlalu kuat. Sehingga sekejap padam.

Kemenangan 300% Partai Demokrat tahun 2009 pasti juga banyak pelajaran. Pasti ada yang “tidak alamiah” yg terjadi sehingga nasib Partai Demokrat(dan SBY) bisa menjadi fenomena API JERAMI.

Maka wahai para aktor dan dalang2 yg suka mempermainkan politik dan kekuasaan di Indonesia, berhentilah “meniup balon”, jika tdk ingin balon anda meletus terlalu dini. Nyalakan api dari kayu2 yang kokoh agar sinarnya lbh tahan dan alamiah. Pilihlah pemimpin yg dasar2 tumbuhnya jelas, alamiah bukan rekayasa, dari arena pertarungan dan prestasi bukan yg tiba tiba dan semu! Agar nyala jerami , fenomena Irfan dan PD, tidak berulang.MHT 260214.

Leave a Reply