BANJIR: DERITA RAKYAT,PROYEK DAN HUTANG

BANJIR: DERITA RAKYAT,PROYEK DAN HUTANG
Catatan : M.Hatta Taliwang

Sepanjang tahun 2012 telah terjadi 503 kali banjir dan longsor menewaskan sedikitnya 125 orang
(Walhi, 2012).

Kawan sy punya analisis sendiri tentang banjir Jkt, Sepertinya ada yang aneh karena curah hujan dimatanya tdk tinggi sekali,Bahkan BMKG pun “kecolongan”. Maka sngt trgantung pada teknologi pengaturan pintu dan kanal. Kita tdk punya informasi lengkap ttg sebaran banjir,Menurutnya seandainya kita bisa menghitung dng matematika, ttg volume curah hujan, debit air, elevasi/kemiringan, run-off dan penyerapan maka daerah seperti Pluit mestinya juga ikut terndam, tetapi ternyata tdk. Kalaupun benar memang ada peningkatan volume , mengapa tinggi genangan sepertinya diatur di daerah yg dikehendaki.Itu semacam kecurigaan teman.

Sementara SALAMUDDIN DAENG
melihat dari sisi lain.
Tahun 2009,Pem mengajukan pinjaman senilai 135,5 juta dollar AS untuk menangani banjir terkait dengan program Jakarta Emergency Dredging initiative atau JEDI.

Thn 2010,Kem PU mengajukan pinjaman utk Jakarta Urgent Flood Mitigation Project 2011 sebagai kelanjutan proyek pengerukan 13 sungai di Jakarta menggunakan dana Bank Dunia senilai US$150 juta.

Thn 2012, Bank Dunia memberikan uang untuk Jakarta Urgent Flood Mitigation Project senilai 139,64 juta dolar AS. Saat yang sama Kem PU mendapatkan persetujuan pinjaman dari World Bank sebesar Rp 200 miliar untuk program Jakarta Emergency dredging Initiative (JEDI). Tetapi penanganan banjir belum jg beres.

Dan analisis lain menyebutkan bahwa ada kelompok yg sangat berkepentingan utk memindahkan ibu kota, ketempat dimana mereka telah menguasai lahannya.Maka ini pun mega proyek.

Menurut Daeng setiap terjadi banjir Jakarta maka Pemerintah buru-buru menyiapkan proposal dan menjadikan musibah yang diderita rakyat tersebut sebagai barang dagangan.
Jadi banjir menjadi derita rutin bagi rakyat Jkt, sementara penguasa /elit tertentu menjadikan proyek menambah hutang.MHT

Leave a Reply