BOBBY FISCHER JUARA CATUR DUNIA ANTI IMPERIALISME..

BOBBY FISCHER JUARA CATUR DUNIA ANTI IMPERIALISME..

Oleh : M.Hatta Taliwang

Kemarin setelah sy posting tulisan tentang Garry Kasparov, banyak teman “memesan” agar saya tulis juga tentang si nyentrik Bobby Fischer. Teman yg minta pasti yg sdh berusia diatas 40an tahun, karena saat puncak ketenaran Bobby Fischer adalah 40 tahun yg lalu, atau tepatnya saat ia merebut Juara Dunia dari tangan pecatur Uni Soviet Boris Spassky, tahun 1972.
Tidak mudah mengingat peristiwa besar yg selalu dimuat di halaman pertama koran koran utama saat itu. Saya masih duduk di kelas 2 SMAN Mataram NTB dan sedang tergila gila bermain catur di kamar kost bersama teman kost.
Pada saat bermain dg teman itulah saya ngoceh seolah olah langkah yg saya mainkan adalah langkah opening Fischer. Nama Fischer sungguh menghipnotis semua penggila catur saat itu. Dan semua pecatur rasanya telah menyatu dan mengidentifikasi diri sebagai Bobby Fischer. Dia idola pecatur dekade 70an. Setiap langkahnya ketika bertanding dlm dwilomba dg Boris Spassky, dibahas di media massa, diperdebatkan dan dikagumi diatas papan catur analisa. Mengenang itu semua serasa saya kembali remaja.

Sekarang kerinduan itu akan segera terobati karena kisah pertarungan Bobby Fischer dg Boris Spassky akan segera bisa ditonton di filmkan dg judul :”Pawn Sacrifice”

Film itu akan mendramatisasi pertarungan ikonik 1972 antara pecatur ajaib Amerika Serikat Bobby Fischer(diduga IQ nya 181 melebihi Einstein) dan Grand Master Soviet Boris Spassky.
“Aktor ‘Spider-Man” Tobey Maguire, berperan sebagai Fischer
disutradarai Ed Zwick, yang telah mencetak film-film bagus seperti “The Last Samurai” (2003).
Sementara itu Liev Schreiber, aktor Amerika membintangi film itu sebagai Spassky,

Bobby Fischer menjadi grandmaster catur termuda  dalam sejarah pada usia 15 tahun pada tahun 1958.
        
Publikasi besar-besaran pertarungan antara Fischer dan Spassky di Reykjavík, Islandia pada tahun 1972 mengakibatkan Fischer menjadi juara dunia catur pertama berasal dari AS.

“Pada masa kejayaan Fischer, setiap turnamen ia menangkan. Di Pusat Klub Catur Moscow, para pemain catur top Rusia memerlukan berkumpul untuk menganalisa strategi Fischer saat mengalahkan pecatur top Rusia, Mark Taimanov dg skor 6-0.” tulis Kasparov.

Fischer lahir di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, 9 Maret 1943 memiliki elo rating terakhir
2785.
Mengalahkan Boris Spassky dari Uni Soviet dalam situasi Perang Dingin antara Soviet dg AS dan dalam suasana dominasi catur dunia dikuasai Soviet adalah memiliki nilai politik sangat tinggi saat itu.

Fischer mendobrak dominasi catur Uni Soviet (US) saat ia menggulingkan Boris Spassky 12,5 lawan 8,5 dalam dwitarung yang dijuluki “Duel Abad Ini”. Dwitarung menjadi sorotan dunia dikala “Perang Dingin” antara AS-US sedang berada pada puncaknya.
AS dan sekutunya mewakili Barat, sedangkan US dan sekutunyanya mewakili Timur. Fischer mewakili Barat, sementara Spassky mewakili Timur. Pers menyamakan dwitarung terhebat abad ini sebagai perang di atas 64 petak catur.

Fischer yang meraih mahkota juara dunia, melaju setelah mengalahkan lawan-lawannya di catur kandidat dengan skor menyolok, misalnya mengandaskan pecatur Soviet Mark Taimanov dan pecatur Denmark Bent Larsen dengan skor 6-0 tanpa balas untuk keduanya.

Sementara, Spassky menjadi juara dunia setelah merebut gelar itu dari rekan senegaranya Tigran Petrosian di tahun 1969. Tahun 1971 Petrosin masih berharap rematch lawan Spassky. Tetapi di semifinal catur kandidat, Fischer menggilas Petrosian 6,5 lawan 2,5.

Pecatur Kontroversi.

Fischer juga dikenal karena sentimen anti-Amerikanya, anti-imperialisme, dan anti-Semitisme, meskipun ia sendiri beretnis Yahudi.

Pada tahun 1975, Bobby menolak untuk mempertahankan gelarnya karena FIDE tidak meluluskan persyaratan-persyaratannya, akhirnya ia menanggalkan gelar sebagai juara dunia. Setelah itu Bobby menjadi sangat tertutup, ia tidak pernah mengikuti kompetisi catur sampai tahun 1992 ia mengadakan tanding ulang dengan Spassky. Pertandingan ini dilangsungkan di Yugoslavia, yang saat itu berada dalam embargo PBB. Tindakan Bobby ini menimbulkan perselisihan dengan Pemerintah Amerika Serikat, dan semenjak itu ia tidak pernah kembali ke negara kelahirannya tersebut.

Pada akhir kehidupannya, Bobby tinggal di Hungaria, Jerman, Filipina dan Jepang. Pada masa-masa tersebut ia menjadi semakin paranoid, dan kerap memberikan komentar anti-semit dan anti-Amerika. Pada tahun 2004-2005, setelah paspor Amerikanya dibekukan, ia di bawah pengawasan pemerintah Jepang selama 9 bulan, dengan ancaman ekstradisi ke Amerika Serikat. Pemerintah Islandia memberikan kewarganegaraan kepadanya. Ia akhirnya tinggal di Islandia dari tahun 2005 sampai akhir hayatnya. Bobby Fischer meninggal dunia pada tanggal 18 Januari 2008 di sebuah rumah sakit di Reykjavik, Islandia pada usia 64 tahun.

Atas kematian itu Kasparov berkomentar : “banyak penulis mempersoalkan melenyapnya Fischer dan mentalnya yang labil. Beberapa menyalahkan dia atas keputusannya menolak mempertahankan gelar juara dunianya, dengan menyebutnya sebagai sebuah tindakan blunder yang bodoh. Penekanan terlalu kuat terhadap orang yang pernah berada di puncak, selalu mengundang resiko.
Saya sendiri lebih suka mengenang sumbangan dan pencapaian globalnya ketimbang menelisik tragedi kehidupan pribadinya. Adalah sebuah keadilan bahwa Fischer menghabiskan hari-hari terakhir kehidupannya di Islandia, tempat bersejarah yang membuatnya menjadi pecatur terbesar dunia. Di sana ia akan selalu mengenang dan mencintai jalan terbaik yang pernah ia pilih: menjadi seorang pemain catur.” (MHT, Ketua Bidang Organisasi PB PERCASI, diolah dari berbagai sumber).

Leave a Reply