CARA REZIM SBY LUMPUHKAN LAWAN POLITIK

CARA REZIM SBY LUMPUHKAN LAWAN POLITIK
Oleh ; M.Hatta Taliwang

Bagaimana rezim SBY melumpuhkan lawan politiknya sy mengutip statement Prof DR Yusril Ihza Mahendra. Ketika bertemu Dewan Penyelamat Negara (DEPAN), Yusril menyampaikan sbb :” Kalau zaman Soekarno, kalau ada orang yang berbeda, dia akan sebut orang itu kontrarevolusi. Kalau zaman Soeharto akan disebut subversif. Kalau zaman sekarang, akan dituduh korupsi.
Mereka yang dituduh, kemudian akan didakwa dengan pasal-pasal karet UU Subversi. Kini didakwa dengan pasal-pasal karet pula di dalam UU Tipikor. Dulu ada Kopkamtib. Kini ada KPK. Zaman terus berganti namun ada yang langgeng , yakni cara penguasa untuk memberangus lawan2 politiknya.”

Pernyataan Prof Yusril kita renungkan baik2. Terutama dg melihat gelagat penegakan hukum akhir2 ini. Sy pun berkesimpulan TERNYATA KPK cuma instrumen rezim. Yang luar biasa adalah rezim secara “formal” menggunakan instrumen yg mestinya jadi ALAT PENEGAKAN HUKUM namun realitasnya menjadi ALAT POLITIK pula !

Soekarno menggunakan alasan2 politik dg tuduhan Anti Revolusi . Semua mereka yg ditangkap setelah dibebaskan masih punya KEBANGGAAN SEJARAH dimata teman dan keluarganya setelah dibebaskan.

Soeharto menggunakan alasan Subversif untuk lawan politiknya. Kecuali yg dituduh PKI yg paling berat merasakan dampak sosial psikologisnya. Sebagian aktifis, msh punya kebanggaan sejarah pernah ditangkap rezim Soeharto.

Namun mereka yg ditangkap karena korupsi oleh rezim SBY pasti setelah bebas merasakan trauma luar biasa : malu dg tetangga dan relasi, anak cucu sangat tertekan lahir batin! Tak secuilpun tersisa kebanggaan. Kejam !
Itu tak ada masalah, klo saja yg dihukum itu BENAR BENAR secara substansi melanggar hukum. Tp klo karena motif politik, dan dirasakan tebang pilih maka ini BENTUK KEJAHATAN KEMANUSIAAN BERSELIMUT HUKUM.
Apakah cara penanganan lawan politik oleh Rezim SBY lbh menghargai hak azazi manusia dibandingkan rezim Soeharto?MHT

Leave a Reply