DARAH TUMPAH DI NEGERIKU!

DARAH TUMPAH DI NEGERIKU!

Oleh : M.Hatta Taliwang

Mungkin kata TANAH TUMPAH DARAHKU, dlm syair lagu Indonesia Raya mesti dibuang. Karena selama Indonesia merdeka pertumpahan darah tidak pernah berhenti disini. Dengan segala alasan dan motif. Klo darah tumpah karena alasan bela kemerdekaan seperti peristiwa 10 Nopember 1945 mungkin bisa dimaklumi. Tapi darah yg tumpah atas nama peristiwa Madiun, atas nama G 30 S, atas nama penumpasan PKI, atas nama pembunuhan misterius, atas nama peristiwa Tanjung Priok, atas nama suku di Kalimantan, atas nama agama di Maluku, atas nama ras , atas nama “tersangka teroris” dll adalah sesuatu yg sangat merisaukan batin orang orang yg memiliki rasa kemanusiaan yg tinggi.

Karena itu teman saya,aktor Ray Sahetapi, meminta agar syair lagu Indonesia Raya itu diubah. Karena menurutnya SEBUAH NAMA atau SEBUAH KATA/KALIMAT adalah juga DOA. Artinya klo setiap kita menyanyi dan mengucap kata TANAH TUMPAH DARAHKU, itu artinya kita berdoa! Masyaallah!

Setiap hari kita saksikan orang mati tergeletak dipinggir jalan karena korban lalu lintas(tahun lalu 33 ribu), karena kejahatan , karena putus asa atas kehidupan yg makin berat, karena perkelahian antar kampung, karena mempertahankan tanahnya dll.
Negeri ini seakan tiada henti di rundung malang!

Sejarah kelam masa lalu bangsa ini seakan tiada henti menuntut darah dibalas darah.
Entah berapa juta orang telah mati sia sia di negeri ini khususnya di Pulau Jawa. Mati sia sia akibat pergolakan perebutan kekuasaan di era Singosari, di era Majapahit, di era Kesultanan Mataram, di era Pejajahan Belanda, di era Raffles, di era Jepang, hingga di era kemerdekaan.

Mungkin Tanahair kita khususnya PULAU JAWA MESTI DIRUWAT he he he. agar di pulau dimana terletak ibukota negara dan pusat kekuasaan ini tidak lagi dilanda MALAPETAKA bagi generasi generasi berikutnya.
Klo ada yg keberatan dg kata ruwat silakan interpretasikan saja sesuai keyakinan agama masing masing.

Intinya kedepan kita tidak ingin lagi di pulau ini terjadi bencana kemanusiaan. Sesama manusia saling membantai atas nama kepentingan sempit, yang mestinya bisa diselesaikan dg akal sehat.

Kecemasan saya atas hari depan bangsa ini berpangkal dari banyaknya sumber konflik vertikal dan horizontal. Ketidakadilan ekonomi, ketidak adilan politik, ketidak adilan hukum, ketidak adilan sosial,keserakahan kekuasaan dll yang terang benderang yg pada suatu saat dapat meletus secara explosif di negeri ini.

Dalam situasi seperti ini untuk menghindari pengulangan sejarah kelam bangsa ini,agar manusia tdk menyelesaikan persoalan dg pertumpahan darah, hanya satu jawabannya: diperlukan kepemimpinan yg mengayomi semua, jujur, adil, terbuka, sederhana, visioner dan negarawan. Semoga Tuhan YMK melindungi bangsa ini dan “menurunkan” pemimpin yg mampu memutus rantai kelam sejarah bangsa ini, pada saat yg tepat. MHT 091013.

Leave a Reply