Direktur IEPSH: Century Tetap Jalan di Tempat Kalau Erry Riana, Busyro dan BW Masih di KPK

LOGO IEPSH

RMOL. Sementara kalangan menilai kasus Century akan jalan di tempat kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih diisi oleh Erry Riana Hardjapamekas sebagai penasehat, Busyro Muqqodas dan Bambang Widjojanto (BW) sebagai wakil ketua. Ini karena ketiganya memiliki kepentingan agar kasus ini jalan di tempat.

Hal itu pun diamini oleh Pendiri dan Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH) M. Hatta Taliwang. Kepada Rakyat Merdeka Online, ia mengatakan, dari dulu ia yakin, Erry Riana Hardjapamekas adalah bagian dari kelompok neo liberalisme (neolib).

“Memang dari dulu, saya dan Adhie Massardi (Jubir Presiden Gus Dur) menggangap Erry Riana Hardjapamekas adalah bagian dari kelompok Sri Mulyani Indrawati dan Boediono. Jadi, di sana (KPK), ia (Erry Riana Hardjapamekas) ditugasi untuk menjaga kelompok neolib,” kata Hatta yang juga aktivis Gerakan Diskusi 77/78.

Sementara itu, Busyro Muqqodas itu awalnya tak mengerti peta di KPK. Namun, ia secara tak sadar masuk lingkaran kelompok neolib. Mantan Ketua Komisi Yudisial ini ‘kepatil’ politik balas budi kelompok neo-lib dan penguasa. Ia jadi masuk kelompok neolib, karena telah dibantu menjadi Ketua KPK.

“Nah, kalau Bambang, itu dari dulu pemain. Dengan sadar, dia jadi sub sistem neolib di Indonesia. Ia adalah komprador, jadi sikap-sikapnya yang seolah idealis adalah topeng. Sudah jadi rahasia umum, Bambang besar di LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), dan kelompok-kelompok LSM itu kan banyak dibantu oleh kelompok asing. Mereka secara teratur dapat bantuan lewat proposal, misal proposal penanggulangan kemiskinan. Orang sudah tahu itu semualah,” tegasnya.

Jadi, imbuhnya, kalau ketiganya masih ada di KPK, susah berharap kasus Century terungkap. [arp]

http://www.rmol.co/read/2012/08/22/75476/Direktur-IEPSH:-Century-Tetap-Jalan-di-Tempat-Kalau-Erry-Riana,-Busyro-dan-BW-Masih-di-KPK

Leave a Reply