ETALASE PRODUK ASING DAN PENGHANCURAN BISNIS RAKYAT KECIL

hatta taliwang

hatta taliwangETALASE PRODUK ASING DAN PENGHANCURAN BISNIS RAKYAT KECIL

Oleh : M.Hatta Taliwang

Sambil diskusi atau mencari inspirasi sy kadang nongkrong di sebuah minimarket ternama di Jakarta yg franchisenya sdh menyebar keseluruh penjuru Jakarta. Dengan berkilah memakai teori Sun Tzu bgmana menggunakan “enerji lawan” sy bilang pada kawan kawan aktifis bahwa sy cuma numpang menikmati fasiltas toiletnya yg bersih, ACnya yg dingin, parkirnya yg murah, dan suasananya cocok dg jiwa gaul aktifis yg bebas ngobrol apapun dg ketawa lepas smp larut mlm karena memang beroperasi 24 jam. Selebihnya klo urusan makan pasti sy cari di warung Padang sebelahnya atau makan Sunda yg tdk jauh dari situ.

Dari nongkrong disitu sy belajar memahami betapa “rapinya” kerja sistem kapitalis. Pemilihan lokasi strategis, penataan ruang dan pencahayaan rapi, kebersihan dan tempat pembuangan sampah bagus, karyawan yg dipilih bersih dan rapi smp untuk pegangan gelas dg air yg panas disediakan pelapisnya sehingga yg meneteng gelas tdk kepanasan.

Seorang aktifis mahasiswa bertanya kalau begitu kenapa Anda risau dg perkembangan bisnis retail ini ?

Tiba tiba sy harus menjadi dosen ekonomi Pancasila dg mengatakan :

1. Mungkin soal kepemilikan, mengapa di monopoli seseorang? Mengapa tdk ajak koperasi setempat.Benarkah kepemilikanya telah berpindah ke orang Indonesia atau hanya taktik mengelabui ditengah kritik keras dari masyarakat.Bank2 mana yg back up sang pemilik itu sehingga dananya sekuat itu?

2. Mengapa product yg dijual mayoritas product luar, sehingga mereka jadi etalase product luar, tdk mengajak tetangga jual pisang goreng, krupuk dll sehingga jd etalase produk rakyat jg

3.Lahan yg digunakan(diluar franchise) mengapa harus dibeli dan dikuasai penuh.Bukankah pemilik lahan bisa dilibatkan dg saham yg layak kalau mereka mau?

4.Tenaga kerjanya direkrut jd kasir tp diexpoitir jd bagian kebersihan juga.Bgmana status dan upahnya?

5.Apakah mereka menggunakan jasa Bank milik rakyat Indonesia dlm banyak transaksinya?

6. Mengapa hrs beroperasi 24 jam sehingga menghilangkan peluang usaha kecil disekitarnya?

7. Yg lbh kejam lagi dg melalui jaringan bisnis kapitalis lainnya yaitu media TV milik mereka disiarkan INVESTIGASI REPORT secara detail tentang bahaya dan keburukan makanan warungan buatan rakyat kecil. Sehingga orang digiring utk tdk berbelanja ke warung rakyat kecil dan membeli produk mereka yg lbh
bersih dan sehat. Padahal banyak cara mendidik rakyat tanpa menyudutkan dan tdk mematikan usaha mereka.MHT

Leave a Reply