GOLPUT,TAMPARAN UNTUK DEMOKRASI KRIMINAL

GOLPUT, TAMPARAN UNTUK DEMOKRASI KRIMINAL.
Oleh :M.Hatta Taliwang

Demokrasi kriminal adalah sebuah demokrasi yang pestanya (Pemilunya) digelar dg label dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat tetapi menghasilkan sebagian besar penjahat berjas/ berdasi. Mereka adalah orang orang yg katanya dipilih (meskipun kenyataannya banyak yang dari hasil jual beli suara) lalu berkarya untuk memperkaya diri, memakmurkan keluarga, menggendutkan pundi pundi partai dengan mencuri uang rakyat dari APBN/APBD dg berakibat rakyat hanya kebagian secuil sehingga rakyat yang katanya diwakili semakin melarat, kumuh dan penyakitan.

Output lain dari demokrasi kriminal adalah segerombolan orang bersekongkol membangun oligarki atau Sekretariat Gabungan lalu sesuka hatinya berkomplot mengatur kekuasaan, siapa dapat apa. Mereka menganggap Republik ini hasil warisan kerja nenek moyangnya dan karena itu merasa memiliki “privelege” untuk membagi kursi Presiden, kursi Wapres, kursi Ketua DPR, kursi Menteri, jabatan Pangab, Kapolri dll seenak alam pikirnya.
Bahkan proyek proyek pun dibagi bagi sebelum dikerjakan komisinya sudah bertebaran kemana. Semua jatah dibagi, meskipun karena keserakahan mereka sering ribut sesama mereka sehingga rakyat tambah tahu kebusukan mereka.

Sekarang sebagian rakyat sudah mulai sadar atas kejahatan mereka. Sebagian rakyat sdh tidak menghargai dan tidak menganggap mereka.Dimata rakyat derajat mereka setara maling jemuran.
Rakyat mulai muak, kecuali rakyat dungu yang karena tingkat kecerdasannya tdk mampu membaca permainan jahat mereka.

Diberbagai ajang pilkada indikatornya rakyat sdh 40 sd 50%
yang tidak menggunakan hak pilihnya. Bahaya golput ini rupanya mencemaskan mereka. Golput dijadikan “proyek”, dg label “relawan anti golput” dikerahkan belasan ribu anak muda untuk sukseskan Pemilu.

Bagi kami selama sistem kepartaian seperti sekarang(dana tdk transparan,pemilik modal memandang partai sbg investasi,rekruitment kader tdk baik, partai bukan alat perjuangan rakyat/tanpa ideologi dll) maka tidak ada harapan perbaikan buat negara dan rakyat. Pemimpin yg lahir selamanya tidak bermutu cuma dagang citra dan kebohongan.
Karena itu GOLPUT adalah bentuk protes rakyat. GOLPUT adalah tamparan atas praktek demokrasi kriminal.MHT 071213.

Leave a Reply