Hatta: Awas, Survei Pesanan Neoliberal

m-hatta-taliwang

INILAH.COM, Jakarta – Munculnya survei belakangan yang menempatkan orang-orang tertentu sebagai capres pilihan masyarakat, dinilai perlu diwaspadai.

Direktur Eksekutif Politik Soekarno Hatta (IEPSH) Hatta Taliwang mengatakan, ada sejumlah survei yang menempatkan orang-orang tertentu.

“Sebagai contoh survey terakhir dari LSI , mayoritas nama yang dihasilkan adalah nama-nama pro rezim neoliberal. Ciri khas dari hasil survey itu menurut kawan-kawan aktifis selalu ada nama Sri Mulyani dan Endriarto Soetarto. Terakhir malah melejitkan nama Agus Martowardoyo, Gita Wiryawan dan
Sukarwo yang dikalangan pergaulan politik aktifis tak pernah dihitung. Seorang tokoh aktifis dengan terbahak bisa menebak siapa yang biayai survey tersebut,” jelas Hatta, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).

Bagi dia, survei seperti ini bisa mengecoh masyarakat dalam memilih pemimpin nasional. Hanya, terkadang banyak yang tidak tahu motif tersebut.

“Tentu saja untuk mengecoh maka diselipkan juga nama-nama baik yang sudah dikenal publik seperti Mahfud MD, Jusuf Kalla dan saya juga yakin nama ini diterima publik,” terangnya.

Kalau objektif, lanjutnya, seharusnya nama-nama seperti Jokowi, Abraham Samad, Din Syamsuddin maupun Yusril Ihza Mahendra yang harusnya masuk. Sebab, tokoh-tokoh inilah yang terlihat populis di masyarakat.

Terlepas dari itu, menurut dia perlu diwaspadai adanya sisipan upaya neoliberalisme. Cukup sekarang, lanjut anggota DPR periode 1999-2004 dari Fraksi PAN ini, bangsa Indonesia terkecoh dengan neoliberal.

“Kita sudah mendapat pengalaman pahit dari survei yang melahirkan SBY sebagai Presiden dan sekarang kita rasakan pahitnya cengkraman rezim neolib ini. Apakah belum kapok? Semoga intelektual yang ada di balik surve-survei itu bukan intelektual abal-abal,” pungkasnya. [gus]

http://nasional.inilah.com/read/detail/1932892/hatta-awas-survei-pesanan-neoliberal

Leave a Reply