JENDERAL SOEHARTO DAN KECERDASAN SOSIAL.

JENDERAL SOEHARTO DAN KECERDASAN SOSIAL.
Oleh : M.Hatta Taliwang

Setelah kasus penyeludupan di Jateng Kol Soeharto “ditarik” ke Jakarta. Itu terjadi sekitar tahun 1960an. Ditempatkan di staf Mabes AD. Beberapa lama “nganggur” perwira lapangan ini galau. Wakasad waktu itu Let Jen Gatot Soebroto dan Deputy KSAD May Jend A Yani (dua duanya satu corps dg Soeharto sama sama dari Diponegoro) menghadap KASAD Jen AH Nasution, mendiskusikan bagaimana kelanjutan “karir Soeharto” pasca kasus yg menghebohkan waktu itu. Jen Nasution mengusulkan agar Soeharto disekolahkan saja ke SSKAD (sekarang SESKOAD). Menurut penuturan Jen Nasution ke saya, Jen A Yani sempat “meragukan kemampuan intelektual Soeharto”(maklum A Yani lulusan pendidikan militer di AS) untuk dapat mengikuti pendidikan setingkat SSKAD. Akhirnya ditemukan “solusi” atas usul Jen Nasution agar Soeharto selalu duduk sebangku dg Kol Ahmad Tahir (belakangan beberapa kali jadi Menteri di era Soeharto) , karena konon secara intelektual Ahmad Tahir menonjol.

Singkat cerita Soeharto lulus dari SSKAD dan berhak menyandang pangkat bintang 1(Brigjen). Tdk lama kemudian Soeharto di percaya jadi Panglima Mandala. Soeharto sering mendampingi Nasution bahkan diajak ke luar negeri dlm rombongan ke konprensi Negara Non Blok dll oleh Nasution.
Karir Soeharto terus melejit hingga menjadi Panglima Kostrad disaat A Yani menjadi KSAD menggantikan Nasution.

Pada periode A Yani jadi Kasad dan Soeharto Pangkostrad inilah akhir bulan September terjadi peristiwa apa yang dikenal sebagai peristiwa G30S/PKI, yg antara lain menewaskan beberapa Jenderal termasuk KSAD Jen A Yani.

Setelah peristiwa itu seperti yg sering kita baca karir Soeharto melejit bagai meteor. Sampai mencapai puncaknya sebagai Presiden/Panglima Tertinggi ABRI

Apa yg sy mau ceritakan disini, adalah bahwa kita tidak bisa menyepelekan seseorang yg dimata kita mungkin secara intelektual, biasa saja, namun seperti kata psikolog banyak dimensi intelektual lain dari manusia. Kata orang2, Soeharto memiliki dimensi intelektual lain (sosial dan spiritual) yg kurang dimiliki oleh Jenderal2 lain yg berpendidikan lbh tinggi dr Soeharto seperti Nasution, TB Simatupang, Kartakusumah, Kawilarang, termasuk A Yani dll yg merupakan senior Soeharto.
Tentang kekurangan/kesalahan Soeharto sdh banyak dibahas. Tentang isolasi politik oleh Soeharto selama dia berkuasa terhadap seniornya Jen Nasution smp Nasution bagaikan “tahanan rumah”, banyak orang yg “memaklumi” karena tradisi kekuasaan memang menabukan ada “dua matahari”. Nasution pun saya yakin bisa “memahami” meskipun itu sangat getir. Pesan tulisan ini sederhana: wahai orang2 yg merasa sangat cerdas dikelas, kurangilah keangkuhanmu karena orang pintar sering kalah oleh BEJO he he he ! MHT 270613

Leave a Reply