JUAL BELI SUARA JELANG PEMILU MAKIN GANAS !

JUAL BELI SUARA JELANG PEMILU MAKIN GANAS !
Oleh : M.Hatta Taliwang

Saya baru berkunjung ke sebuah daerah. Dari “blusukan ” saya ke desa desa saya mendapat info yang cukup valid bahwa jelang Pemilu 2014 transaksi jual beli suara khususnya untuk caleg kabupaten makin panas dan ganas!

Disebuah kabupaten yang cukup mendapat suara 1000 akan terpilih jadi anggota DPRD, harga suara per pemilih adalah Rp 500 ribu. Seorang pengusaha yang konon punya anak jadi caleg untuk DPRD setempat telah setuju dengan tarif sekian. Sekarang timnya sdh bekerja mendata dan “membaiat” calon calon pemilih yang akan pasti memilih putra pengusaha tersebut. Artinya sang pengusaha telah menyediakan dana minimal 1000 x 500.000 =500.000.000
untuk menyogok rakyat demi jabatan sang putra duduk sebagai wakil rakyat.

Seorang caleg lain yang lebih pengalaman karena sedang menjabat menawarkan beberapa pilihan ke calon pemilihnya : bisa bantu membayarkan uang muka untuk motor, membelikan sepeda untuk anak , membantu menyelesaikan hutang,membelikan bibit tanam padi dll.

Kawan saya seorang aktifis senior merekam pengakuan seorang caleg DPR RI bahwa menurut sang caleg dia sadar bahwa yang dilakukannya adalah melanggar nuraninya namun terpaksa dilakukan demi menyelamatkan kursinya dan partainya. Konon menurutnya dia “membooking” para KADES, TOKOH MASYARAKAT dg membuatkan buku tabungan dan mengisi buku tabungan tokoh tokoh tersebut namun sementara buku tabungan tsb disimpan/ditahan dulu oleh sang caleg, dan nanti akn diserahkan sampai si caleg tsb sudah pasti terpilih duduk di Senayan.

Tidak salah kalau DR Rizal Ramli mnyebut demokrasi sekarang tidak hanya transaksional tetapi kriminal.

Mereka yg menghambur uang untuk mnyogok pemilih pada dasarnya sdang brinvestasi dan sdh sama sama kita maklum bahwa caleg tsb akan “panen” saat dia sudah duduk menjadi anggota legislatif. Dia akan transaksikan stiap kputusan yg diambil di Parlemen. Dia akan berpeluk mesra dg eksekutif mnggarong uang rakyat.MHT 231113

Leave a Reply