KASPAROV, ANTARA CATUR DAN POLITIK

KASPAROV, ANTARA CATUR DAN POLITIK
Oleh : M.Hatta Taliwang

Bagi penggila olahraga catur,apalagi yang mulai gemar catur pada dekade 80 sd 90an, nama KASPAROV(50) pasti tidak asing.

Dia adalah “DEWA” para pecatur se dunia. Hari ini dia sedang di Jakarta,karena itu saya sempat “numpang tenar” dg memajang foto bersamanya di Profil BB saya. Sejujurnya saya penggemar berat SANG MANTAN JUARA CATUR DUNIA yg satu ini karena kejeniusannya bermain catur serta kepeduliannya pada politik/demokrasi di Rusia.

Kehadirannya di Jakarta bertujuan untuk mempromosikan dirinya yang akan maju menjadi calon Presiden Federasi Catur Internasional (FIDE) yg akan bersidang pd bulan Agustus 2014 di Norwegia.

Garry Kasparov lahir di Azerbaijan adalah salah satu pecatur terjenius, pernah memiliki ELO rating tertinggi 2851.(Bandingkan dg Grand Master Indonesia Susanto Megaranto sekarang 2561)

Kasparov menjadi juara dunia catur termuda(22 thn) pd thn 1984 saat mengalahkan seniornya yg lebih tua 12 tahun darinya, A Karpov yg menyandang juara dunia saat itu.

Pertemuan pertama(1984) mereka merebut juara dunia sangat dramatis.
Saat menanantang Karpov itu, Kasparov sempat tertinggal 5-0(Aturannya, pemenang yang terlebih dahulu mencapai angka 6 dinobatkan sebagai juara. Menang diberi nilai 1, seri atau remis dan kalah tidak memperoleh nilai).

Pertandingan Catur Dunia tahun 1984 ini menjadi menarik, karena sekalipun sempat tertinggal, Kasparov berhasil mendekati Karpov setelah melewati tujuh belas kali remis. Beberapa pertandingan selanjutnya, Kasparov memenangi tiga kali sehingga kedudukan menjadi 5-3 untuk keunggulan sementara di pihak Karpov.
Pertandingan sdh berlangsung berbulan bulan.

Tiba tiba Pertandingan dihentikan oleh ketua FIDE saat itu, F Campomanes dengan alasan stamina kedua pemain telah sangat menurun( Karpov turun berat badan 5 kg sempat dirawat di rumah sakit dan Kasparov turun 3 kg).

Pertandingan dilanjutkan beberapa bulan kemudian.
Pada pertandingan putaran kedua pada tahun 1985, diberlakukan standar baru di mana pemain yang terlebih dahulu mencapai angka 12.5 atau lebih dalam 24 pertandingan akan dinyatakan sebagai pemenang. Bila pertandingan berakhir dengan draw 12-12 maka gelar juara dunia akan tetap dipegang oleh Karpov sebagai juara bertahan.

Kasparov memenangkan pertandingan putaran kedua ini , dan selanjutnya dinobatkan sebagai juara catur termuda di dunia pada usia 22 tahun.

BERPOLITIK

Setelah pensiun pada tahun 2005, Kasparov terjun ke dunia politik dan mendirikan Front Sipil Bersatu, sebuah gerakan sosial yang bertujuan mencegah Rusia kembali ke totalitarianisme.

Grandmaster yang disebut sebagai Anak Emas Rusia itu menjadi berita karena ditahan polisi gara-gara menggelar demo bersama aktivis oposisi menentang Presiden Vladimir Putin.

Dia menganggap Putin sebagai diktator yang kekuasaan autokratnya mengancam mengembalikan Rusia ke masa lalu yang suram.
Dalam wawancara dengan The Times, Kasparov menyamakan Putin dengan Pinochet dari Cile dan rezim Komunis yang disingkirkan revolusi beludru di Eropa Timur.

”Kami tidak berjuang untuk memenangi pemilihan di Rusia” katanya.
”Kata ‘pemilihan’ sebaiknya dicabut dari perbendaharaan kata politik kita saat ini. Karena yang terjadi proses penunjukan.”

Dia menyatakan, meski kaya minyak, mayoritas warga Rusia mengalami kesulitan ekonomi.

Maestro catur itu sadar bahwa dia tengah melakukan permainan berbahaya. Para pengritik Kremlin telah menjadi korban serangkaian serangan tak jelas akhir-akhir ini, mulai dari pembunuhan Litvinenko dan wartawan Anna Politkovskaya sampai peracunan misterius terhadap mantan Perdana Menteri Yegor Gaidar.

Kasparov berkeliling Moskwa dikawal dua pengawal dan gerakan-gerakannya direncanakan dengan matang. Dia mengabaikan kekhawatiran tentang keselamatannya demi mewujudkan impiannya bagi Rusia yang lebih pluralis dan demokrasi.

”Saya bisa mengkalkulasi kemungkinan sebagai pemain catur dan saya harus jujur dan mengatakan peluang kami tidak besar. Namun saya melakukannya sebagai tugas moral, dan saat Anda melakukan sesuatu di luar tugas moral, siapa yang peduli.”

”Saya berkeliling Moskwa untuk bertemu para pendukung kami dan mereka selalu diusik pihak berwenang. Satu-satunya cara yang saya lakukan untuk membantu mereka adalah tetap berada di dekat mereka.”

”Karena itulah saya di sini, saya berjuang dan berusaha membela hak-hak kami. Saya tidak punya alasan untuk takut.”
(Diolah dari berbagai sumber,MHT)

Leave a Reply