KESEMPATAN NASUTION KUDETA SOEKARNO

KESEMPATAN NASUTION KUDETA SOEKARNO.
Oleh ; M.Hatta Taliwang

Banyak yg tidak baca sejarah dg cermat menuduh Kol AH Nasution dlm Peristiwa 17 Oktober 1952 sebagai upaya kudeta terhadap Presiden Soekarno. Padahal yg benar adalah upaya 18 Pamen Tentara dipimpin Nasution sbg KSAD meminta Soekarno mem bubarkan Parlemen, karena Parlemen terlalu jauh mencampuri urusan internal tentara.(http://iepsh.org/peristiwa-17-oktober-1952-dan-tersingkirnya-ah-nasution/)

Justru peluang besar Nasution mengkudeta Soekarno terjadi tahun 1958.
Ada beberapa alasan yg memungkinkan KSAD, Jen AH Nasution akan dapat sukses melakukan kudeta.

Pertama tahun 1958
adalah tahun dimana musim kudeta berlangsung di Asia/ Afrika (Irak, Pakistan,Birma,Thailand dan Sudan). Hal ini jadi perhatian kaum militer dan politisi di Indonesia.

Kedua, di internal TNI cukup banyak desakan kepada Nasution utk melakukan kudeta.Bahkan juga ada politisi yg mendesak demikian.
Ketiga, pd saat itu sbg KSAD, Nasution memegang kekuasaan darurat perang(SOB)

Keempat secara psiklogis TNI sedang “harum” karena telah berhasil secara strategis menumpas pembrontakan di Sumatera dan Sulawesi .

Kelima, peristiwa/situasi politik diibukota pd saat itu yg memungkinkan masyarakat mendukung.

Keenam, pada saat itu Panglima AD di daerah sedang kompak mendukung kepemimpinan Nasution( bahkan sukses mendesak kembali ke UUD45 dg Dekrit Presiden).

Ketujuh , Presiden. Soekarno tahun itu telah memberikan surat kuasa penuh kepada Nadution , untuk bertindak atas nama Presiden untuk pengamanan bangsa dan negara, kalau Presiden pergi ke LN dan lazimnya kunjungan itu dilakukan sampai satu setengah bulan lamanya.

Dengan kesempatan seperti itu Nasution sebenarnya sangat gampang merebut kekuasaan dari Soekarno. Tp mengapa tdk dilakukan?
“Saya telah mengajarkan pada perwira2 bhw suatu kup(kudeta) akan membuka kesempatan kup kup berikutnya. Sy tdk mengutamakan kekuasaan tapi mementingkan tertegaknya prinsip prinsip kenegaraan demi stabilitas politik negara. Dlm soal ini telah jadi pengalaman saya bhw sejak masa perang kemerdekaan , dimana teori Clausewitz adalah benar. Namun sy menolak tafsiran Barat yg mengutamakan pemisahan saya cenderung pd tafsiran Timur. Yg membedakannya lbh mementingkan bhw strategi politik, militer, ekonomi,kultural, haruslah berinduk pd “politik besar” yg sy sebut politik dlm huruf besar(POLITIK) bukan sekedar menurut horizon politician tp ialah menurut horizon negarawan.” (Buku :”MEMENUHI PANGGILAN TUGAS” Jilid 4 hal 302- 303). MHT 100813

Leave a Reply