“RINDU MASA INDAH”

REFLEKSI PETANG :
“RINDU MASA INDAH”

Ini mungkin yg dimaksud oleh Firman Allah, bhwa kekuasaan itu dipergilirkan. Zaman Orba, kantor2 Kodim, Korem, Kodam,Mabes, dll selalu ramai. Halaman parkir siang malam penuh mobil2 bagus. Lampu2 ruangan terang benderang dari sore sampai tengah malam. Yg berpangkat atau yg berdasi sliweran dihalaman kantor. Kehidupan terasa indah. Tentara tampil gagah perkasa dg langkah tegap percaya diri dan meyakinkan.

Lima belas tahun sejak reformasi, suasana berubah drastis. Kodim,Korem,Kodam,Mabes sepi. Mobil yg parkir tinggal mobil tua sekelas Feroza, kecuali untuk yg msh punya jabatan resmi. Tentara masuk kantor seperti kebanyakan pegawai negeri, sebelum sore kantor sdh sepi. Lampu2 kantor sebelum petang sdh redup. Yg bertugas tinggal duduk2 sambil tusuk2 gigi atau memencet pinset cabut2 jenggot sambil mata menatap ke jalan raya. Tatapan terasa kosong. Mau perang tdk ada panggung lagi. Timtim sdh tamat. Papua tenang2 saja. Aceh sdh hampir merdeka. Sungguh berat beban psikologis jadi prajurit. Dalam keadaan damai seolah olah tak berguna. Padahal klo tanpa TNI negara akan roboh. Ibarat rumah tanpa tuan. Karena tuan yg dihitung oleh pihak luar cuma TNI. Tanpa TNI mereka akan datang ramai2 merambah negeri ini. Tapi hidup dlm damai buat institusi TNI yg pernah berjaya dlm kekuasaan tidaklah mudah. Pasti mengalami post power syndrome. Apalagi Kepolisian, teman yg dulu satu barisan dlm payung ABRI( dan “underdog”) , sekarang lampu2 kantornya selama 24 jam terang benderang. Rezeki mereka mengalir seterang lampu neon yg menyala ditiap tiap pojok ruangan Polres,Polda,Mabes. Bisa difahami klo banyak purnawirawan TNI penuh nostalgia akan indahnya zaman Orba. Kini purnawirawannya khususnya beberapa Jenderal berjuang sendiri sendiri meraih kekuasaan yg penuh keindahan itu. Selebihnya sdh lama tiarap, hidup dg harap harap cemas karena terkadang rumah yg sedang dihuni pun setiap saat terancam diambil alih negara.Mungkin diantaranya ada yg berpikir : sampai kapan “kemarau” ini berakhir? Smp kapan Allah merotasi dan memberi giliran lagi? Atau sejarah memang tdk akan pernah berputar lagi?(MHT,240414).

KABINET JOKOWI JK : ” APAPUN MAKANANNYA NEOLIB MINUMANNYA”.

KABINET JOKOWI JK : “APAPUN MAKANANNYA NEOLIB MINUMANNYA”

Oleh : M.Hatta Taliwang

Beberapa saat setelah penetapan pak JK sbgai Cawapres utk JKW, saya diajak tokoh tokoh Kawasan Timur Indonesia (KTI) diantaranya DR Laode Ida, ktemu pak JK di rumahnya di Dharmawangsa Kebayoran Baru.
Ketika tiba giliran saya bicara, saya sampaikan aspirasi teman teman dg kalimat lbh kurang sbagai berikut : ” Pak JK, jika bpk ada kesempatan lagi jadi Wapres, berkenankah memberi kesempatan lbh luas ke teman2 Kawasan Timur Indonesia, untuk duduk dalam Kabinet sehingga teman2 tidak merasa bahwa KTI itu cuma diwakili Sulsel? Klo tak salah pada periode bpk Wapres tempohari banyak rekruit Menteri dan Petinggi asal Sulsel”.

Beliau tersentak dan mencoba menjelaskan dan meluruskan meskipun tak ada jawaban kongkrit utk membantu teman teman KTI utk dpt berkiprah dlm kabinet.

Itu tidak pernah saya pikirkan lagi, smpai suatu hari ketika baru saja pak JK terpilih lg sebagai Wapres Jkw, teman2 minta saya ingatkan lagi Pak JK, namun saya tak pernah mau lagi kawatir dicurigai saya punya ambisi pribadi. Yang ingin saya ceritakan disini adalah bagian lain dari pertanyaan saya ke pak JK.

“Apakah kabinet JKW JK kelak akan tetap akomodir orang orang berpaham NEOLIBERALISME yg selama ini telah mengobrak abrik kedaulatan bangsa dan negara RI ?”

Lebih kongkrit saya singgung kira kira siapa calon Menkeu, Menko Perekonomian, Menperdagangan/Industri, Menteri ESDM, Menkes,Menlu dan Menhan. Saya tahu bahwa pak JK tdk akan bisa jawab kongkrit, tapi pertanyaan itu sendiri sdh memberi pesan bahwa siapapun akan mengisi kementerian tsb, akan sangat menggambarkan “ideologi kabinet, ideologi JKW JK”. Akan menjawab pertanyaan benarkah JKW JK akan membentuk kabinet TRISAKTI seperti yang selama ini di gembar gemborkan?

Kepergian Megawati dan JK ke Wahington setelah pasangan JKW JK terpilih menimbulkan spekulasi bahwa akan ada pesan pesan sponsor dari “majikan besar”. Salah satu dugaan itu adalah menyangkut kepastian bahwa kabinet JKW JK harus tetap dlam warna asli NEOLIBERALISME. Sehingga menjamin Indonesia tetap dlm kendali majikan. “Apapun makanannya NEOLIBERALIS minumannya”. Kira kira begitu pesan iklannya. Kini bau bau kabinet neolib itu mulai tercium. Ichsanuddin Noersy menulis artikel dibawah ini Tolong buka ya sebelum komentar)

http://m.rmol.co/news.php?id=175709

Ya ternyata INDONESIA sesuai yg kami tulis dlm berbagai artikel di buku kami REPUBLIK DI UJUNG TANDUK, tidak akan menemukan jalan lain : TETAP MENGABDI KE MAJIKAN BESAR, PENGUASA KAPITALISME GLOBAL. Tetap dlm kendali ASING,ASENG dan ASONG.(Utk tidak menimbulkan salah persepsi tentang 3 kata tsb bisa buka di web saya iepsh.org).

Lalu cerita manis tentang Kedaulatan Ekonomi, TRISAKTI, Nasionalisme Ekonomi dll, yg berkobar saat kampanye , dibuang kemana ya ? Lantas dimana beda JKW JK dg SBY Boed ? Oh Indonesia, suratanmu! MHT 14 Okt 2014.

“PILKADA PENGHUNI HUTAN(PILHUTAN)”

“PILKADA PENGHUNI HUTAN(PILHUTAN)”
Oleh : M.Hatta Taliwang

Setelah amandemen UUD, kekuasaan para SINGA di preteli. Dia tidak lagi dianggap tepat sebagai RAJA HUTAN. Penghuni penghuni hutan bersepakat bahwa untuk mendapatkan RAJA HUTAN BARU harus dilakukan dengan cara LANGSUNG agar terasa benar benar DEMOKRATIS. Hanya dengan CARA VOTING, maka RAJA HUTAN BARU bisa dilahirkan dan LEGITIMATE. Cara musyawarah mufakat antara para SINGA, MACAN, BUAYA, dll menentukan RAJA HUTAN sdh dianggap ketinggalan zaman.Tidak demokratis.Melanggar hak hak yg lain dan ANTI DEMOKRASI.
Sehingga tibalah pada suatu hari akan diadakan PILKADA PENGHUNI HUTAN(Disingkat PILHUTAN). Singa, Macan, Buaya dll yg sadar dengan jumlah pengikutnya terbatas memilih pasif. Paling paling ikut jadi anggota KPU, yg rada cerdas duduk di MK, atau PANWASLU atau di DKPP menunggu perselisihan terjadi. Kebanyakan anggota Singa,Buaya, Macan jadi TIM SUKSES dari salah satu penghuni hutan yg BANYAK PENGIKUT/ANGGOTANYA seperti : RUSA, MONYET, BANTENG, dll.

Lucu juga menyakasikan ada BUAYA jadi TIMSES RUSA, ada MACAN jadi TIMSES Banteng, ada SINGA jadi Timses MONYET. Kadang ada kekhawatiran , suatu saat timses itu MEMANGSA MAJIKANNYA. Tapi kabarnya Singa atau Macan atau Buaya itu rata rata OMPONG. Syukurlah !

Saat kampanye bukan main hingar bingarnya. Hutan terasa menggelegar. Yang paling berisik MONYET. Karena monyet mendekati kepintaran dan kelihaian MANUSIA, sehingga SINGA yg jadi TIMSESnya pun bingung. Singa sdh mengatur bgmana menyetel agar media massa berpihak padanya. Segala rumus pencitraan diajarkan.Semua bandar2 yg kuasai logistik digerakkan, termasuk bagaimana KPU,Bawaslu,DKPP, MK bahkan bila perlu KPK pun dipinjam tangannya. Yang diluar perkiraan lawan2 politiknya si MONYET ternyata punya langkah jitu memenangkan suara PILHUTAN : Rusa atau Banteng meskipun banyak pengikut dan lincah, tapi mereka TIDAK BISA melompat bergelantungan dari pohon ke pohon. Kelebihan ini lah yg dimanfaatkan untuk meraih kemenangan. Kebetulan KPU mengeluarkan Daftar Pemilih Tambahan dan Daftar Pemilih Khusus. Sehingga sang MONYET mendapat landasan hukum untuk melakukan MANUVER saat pencoblosan.

Singkat Cerita Saat pencoblosan digelar Sang Monyet menggerakan seluruh teman teman monyetnya dari seluruh kawasan hutan termasuk dari wilayah hutan lain,melompat dari satu pohon ke pohon lain, bergerak cepat sehingga praktis TPS dimana mana didatangi para MONYET. Dengan mudah sang MONYET terpilih sebagai RAJA HUTAN BARU.

Suasana ini sangat mengganggu perasaan sang SINGA. Juga MACAN, BUAYA dll yg merasa JAGOAN. Kok kita sekarang dipimpin MONYET sih ? gumamnya.
Tapi para SINGA, MACAN, BUAYA dll TIDAK YAKIN MONYET akan efektif memimpin. Maka para Singa sdh siap siap MENELAN MONYET tsb dan siap siap menjadi RAJA HUTAN KEMBALI ! “Hidup Pilhutan langsung”, teriak monyet, Rusa, banteng protes. Tapi suara mereka hilang ditelan suara auman sang SINGA yg memang punya aura bawaan sebaga Raja Hutan Sejati.MHT 300914.

UNDANGAN

ACARA KITA SIANG INI
DISKUSI
(Tiap detik total utang pemerintahan SBY bertambah Rp 10 juta
Tiap kepala warganegara dibebani utang Rp 9 juta atau Rp 11 juta jika utang swasta dihitung.
Sumber:Hariyanto Imadha Alumni FE
Universitas Trisakti).

Sehubungan dg itu INSTITUT EKONOMI POLITIK SOEKARNO HATTA (IEPSH) ingin mendiskusikan masalah ini dg

TOPIK : IMPLIKASI EKONOMI POLITIK UTANG REZIM SBY TERHADAP REZIM JOKOWI DAN ANAK CUCU BANGSA

Nara Sumber :

1.DR.Fuad Bawazier (Mantan Menkeu)
2.Dani Setiawan (Koalisi Anti Utang)
3.Salamuddin Daeng (AEPI Jakarta)
4.Uchok Khadafi ( FITRA )
5.Haris Rusly Moti (Petisi 28)

Hari : SENIN
Tanggal. : 29 September 2014
Waktu. : Pkl 13.30 sd Selesai
Tempat. : Galery Cafe , Taman Ismail Marzuki, Jln Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Penyelenggara Insititut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH)

Salam,

M.Hatta Taliwang
(IEPSH).
HP 0818714823
PIN BB :28A63B51. Keterangan :
1.Tidak Dipungut Biaya.
2.Tolong bantu sebar info/undangan ini ya.

ASING, ASENG, ASONG

Musuh Bangsa Kita :
ASING, ASENG DAN ASONG
Oleh : M.Hatta Taliwang

Untuk menghindari bahwa tulisan ini bertendensi negatif terhadap bangsa atau kelompok masyarakat tertentu, maka saya buat dulu rumusan operasionalnya.

1. ASING, dlm pengertian disini adalah semua kekuatan bangsa luar yg mengexploitasi bangsa Indonesia . Melalui berbagai kekuatan dan instrumennya mendikte bangsa Indonesia sehingga Indonesia nyata dalam cengkramannya. Melalui BANK DUNIA,IMF, ADB, Operasi Intelijen dll mendiktekan kpentingannya sehingga bangsa Indonesia diexploitasi. Saya kira tdk perlu diperpanjang penjelasannya, karena tulisan2 Bung Karno , Bung Hatta, Sritua Arief, Dr Syamsul Hadi,Salamuddin Daeng, dll cukup terang benderang.

2. ASENG, kata ini menurut teman teman diintrodusir oleh KWIK KIAN GIE, ketika mengeritik masalah BLBI yg banyak melibatkan konglomerat hitam dan kebetulan diassosiasikan sebagai sekelompok pengusaha keturunan yg banyak melakukan manipulasi perbankan. Sbgamana dimaklumi BLBI ini merugikan negara sekitar 600an trilyun dan sampai sekarang rakyat harus membayar cicilan/ bungga melalui APBN sebesar lk 60an trilyun smp tahun 2032.
Kata ASENG lbh dipopulerkan lagi oleh Prof DR Ir Sri Bintang Pamungkas dan kini sdh menjadi milik publik. Maknanya tertuju kepada sekelompok pengusaha keturunan yg terlibat mafia dlm berbagai bisnis disekitar kekuasaan. Bahkan makna ini diperluas dlm artian kpentinggan RRC terhadap Indonesia. Mengingat RRC (Tiongkok) sekarang sdh jadi superpower. Tentu saja tidak semuia ASENG berkonotasi negatif, karena kelompok2 pengusaha bawah dan menengah mereka yg sdh bekerja dg keras dan jujur, merasa dirugikan oleh kelakuan segelintir konglomerat hitam tsb. Beberapa tulisan dari kelompok bawah/menengah keturunan ini mengutuk prilaku mafia disekitar penguasa tsb.

3. ASONG. Kami introdusir untuk pengertian mereka yang MENGASONG negeri ini, bagaikan tukang asongan menjual negara ini dg proposal bisnis, proposal politik, proposal kemiskinan dan lain, untuk kpentingan pribadi, kelompoknya dan merugikan negara . Sehingga ASONG = ANTEK/KOLABORATOR dlm politik = AGENT dlm BISNIS/INTELIJEN.
ASONG ini bisa berwujud PENGUASA yg jadi boneka/antek/agent, bisa BIROKRAT yg jadi fasilitator yg memperlancar semua kpentingan ASING DAN ASENG. Bisa berwujud INTELEKTUAL/AKADEMISI yg kerjanya mencuci otak rakyat untuk menerima gagasan yg sesungguhnya merugikan kpentingan negara. Bisa juga berbentuk LSM yg membuat proposal kemiskinan/kebodohan bangsanya untuk didanai ASING/ASENG, untuk kpentingan pribadi /LSM tsb namun sangat merugikan rakyat dan bangsa.

ASING,ASENG DAN ASONG adalah penyederhanaan rumusan sbagai MUSUH BANGSA. Terhadap ASING DAN ASENG kita TAWARKAN KERJASAMA YANG ADIL MENUJU TATANAN DUNIA BARU, BUKAN SPIRIT MENGEXPLOITASI BANGSA LAIN YG SANGAT MELANGGAR HAM DAN MELABRAK RASA KEADILAN.

Terhadap ASONG, secara sosial kita isolir dari pergaulan politik, bahkan yg berkategori pengkhianat bangsa mesti dihukum mati !
Dengan rumusan sederhana ini kita bisa berjuang diatas rel yg dibangun pendiri bangsa untuk berdiri dan hidup secara terhormat sbgai bangsa merdeka. MHT/230914.

ASING,ASENG DAN ASONG

Musuh Bangsa Kita :
ASING, ASENG DAN ASONG
Oleh : M.Hatta Taliwang

Untuk menghindari bahwa tulisan ini bertendensi negatif terhadap bangsa atau kelompok masyarakat tertentu, maka saya buat dulu rumusan operasionalnya.

1. ASING, dlm pengertian disini adalah semua kekuatan bangsa luar yg mengexploitasi bangsa Indonesia . Melalui berbagai kekuatan dan instrumennya mendikte bangsa Indonesia sehingga Indonesia nyata dalam cengkramannya. Melalui BANK DUNIA,IMF, ADB, Operasi Intelijen dll mendiktekan kpentingannya sehingga bangsa Indonesia diexploitasi. Saya kira tdk perlu diperpanjang penjelasannya, karena tulisan2 Bung Karno , Bung Hatta, Sritua Arief, Dr Syamsul Hadi,Salamuddin Daeng, dll cukup terang benderang.

2. ASENG, kata ini menurut teman teman diintrodusir oleh KWIK KIAN GIE, ketika mengeritik masalah BLBI yg banyak melibatkan konglomerat hitam dan kebetulan diassosiasikan sebagai sekelompok pengusaha keturunan yg banyak melakukan manipulasi perbankan. Sbgamana dimaklumi BLBI ini merugikan negara sekitar 600an trilyun dan sampai sekarang rakyat harus membayar cicilan/ bungga melalui APBN sebesar lk 60an trilyun smp tahun 2032.
Kata ASENG lbh dipopulerkan lagi oleh Prof DR Ir Sri Bintang Pamungkas dan kini sdh menjadi milik publik. Maknanya tertuju kepada sekelompok pengusaha keturunan yg terlibat mafia dlm berbagai bisnis disekitar kekuasaan. Bahkan makna ini diperluas dlm artian kpentinggan RRC terhadap Indonesia. Mengingat RRC (Tiongkok) sekarang sdh jadi superpower. Tentu saja tidak semuia ASENG berkonotasi negatif, karena kelompok2 pengusaha bawah dan menengah mereka yg sdh bekerja dg keras dan jujur, merasa dirugikan oleh kelakuan segelintir konglomerat hitam tsb. Beberapa tulisan dari kelompok bawah/menengah keturunan ini mengutuk prilaku mafia disekitar penguasa tsb.

3. ASONG. Kami introdusir untuk pengertian mereka yang MENGASONG negeri ini, bagaikan tukang asongan menjual negara ini dg proposal bisnis, proposal politik, proposal kemiskinan dan lain, untuk kpentingan pribadi, kelompoknya dan merugikan negara . Sehingga ASONG = ANTEK/KOLABORATOR dlm politik = AGENT dlm BISNIS/INTELIJEN.
ASONG ini bisa berwujud PENGUASA yg jadi boneka/antek/agent, bisa BIROKRAT yg jadi fasilitator yg memperlancar semua kpentingan ASING DAN ASENG. Bisa berwujud INTELEKTUAL/AKADEMISI yg kerjanya mencuci otak rakyat untuk menerima gagasan yg sesungguhnya merugikan kpentingan negara. Bisa juga berbentuk LSM yg membuat proposal kemiskinan/kebodohan bangsanya untuk didanai ASING/ASENG, untuk kpentingan pribadi /LSM tsb namun sangat merugikan rakyat dan bangsa.

ASING,ASENG DAN ASONG adalah penyederhanaan rumusan sbagai MUSUH BANGSA. Terhadap ASING DAN ASENG kita TAWARKAN KERJASAMA YANG ADIL MENUJU TATANAN DUNIA BARU, BUKAN SPIRIT MENGEXPLOITASI BANGSA LAIN YG SANGAT MELANGGAR HAM DAN MELABRAK RASA KEADILAN.

Terhadap ASONG, secara sosial kita isolir dari pergaulan politik, bahkan yg berkategori pengkhianat bangsa mesti dihukum mati !
Dengan rumusan sederhana ini kita bisa berjuang diatas rel yg dibangun pendiri bangsa untuk berdiri dan hidup secara terhormat sbgai bangsa merdeka. MHT/230914.

KABINET PROFESIONAL ITU APA SIH?

KABINET PROFESIONAL ITU APA SIH?
Wacana ttg pengisian kursi kabinet dari kalangan profesional dan “profesional partai” itu apa ya?. Menteri adalah jabatan politik yg mengemban tugas dan tnggungjawab dlm bidang trtentu. Syaratnya ya integritas, komitmen dan kompetensi. Dlm kompetensi itu ada dua unsur yg mutlak hadir scara terpadu, yaitu pngetahuan dan pengalaman. Kedua unsur itulah yg mmberi jaminan ttg penguasaan sseorang atas tugas yg diemban, masalah yg hrs dselesaikan, dan tantangan yg hrs dijawab. Jadi isu profesional dan “profesional partai” itu relevankah dibicarakan dalam konteks kabinet? Ilmuwan, pengamat, wartawan dan politisi ramai mewacanakan kabinet, namun mungkin tak semua faham ujar rekan yg bekas Menteri . Jadilah rakyat tergiring ke wacana menyesatkan .

Di AS( lagi2 menurut kawan eks Menteri) yg sering menjadi rujukan pengamat muda sama sekali tak pernah muncul isu isu seperti itu.

Disana mereka bicara ttg “competence” yg intinya adalah pengetahuan dan pengalaman. Tdk ada wacana ttg profesionalisme dan representasi partai dalam pemerintahan (kabinet atau jabatan publik lainnya). Wacana tsb hakekatnya adalah “warisan Sby” yg formasi kabinetnya mmbagi kabinet untuk org partai dan non partai dan kurang prtimbangan kompetensi sehingga akhirnya banyak yg gagal bhkan brurusan dg KPK.

Konsep gagal ini malah akn diadopsi oleh Jokowi JK. Lucu juga klo Jokowi/JK tdk mampu memahami bahwa apa yg dilakukan Sby selama ini hemat kami adalah kekeliruan.

JK yg oleh banyk kalangan dianggap bisa mengawal Jokowi sbnarnya juga sdh trbatas kemampuannya(faktor usia). JK slama ini dikenal lbh lincah sbg “pemadam kebakaran”, jago mnyelesaikan masalah2 instan dan pragmatis bkn mrumuskan kebijakan strategis dan sistemik. Brpasangan dg Jokowi yg kata Prof Dr Jeffry Winters, merupakan “gabungan Gus Dur dg Megawati”, bisa dibayangkan Indonesia akan berjalan sperti apa dlm era mreka. MHT 17/9/14

POINT2 MASALAH STRATEGIS BANGSA, MAMPUKAH JOKOWI MENJAWAB?.

POINT2 MASALAH STRATEGIS BANGSA, MAMPUKAH JOKOWI MENJAWAB?.
Oleh : M.Hatta Taliwang.
Dir Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH).

(3) SAMBUNGAN

1.3.Masalah KEDAULATAN BANGSA, HARKAT DAN MARTABAT BANGSA, merupakan issu yg paling gencar akhir akhir ini. Banyak kalangan risau atas issu tsb. Bahkan Prof Dr Din Syamsuddin, KH. Hasyim Muzadi dll smp membentuk GERAKAN MENEGAKKAN KEDAULATAN NEGARA (GMKN) utk merespons gencarnya issu tsb, setelah melihat realitas bahwa dalam banyak hal pasca amandemen UUD45 ini, Indonesia makin tidak berdaulat. Bgmana SDA, Perbankan, Pasar, Retail, Pangan, Tanah dll kita digerogoti dan diexploitasi utk memperkaya/memakmurkan segelintir negara asing dan antek anteknya.Belum lg klo kita baca bgmana manusia Indonesia (TKI) diperlakukan di LN.

Bahkan PEMILU/ Pilpres dg segala instrumennya diduga dikendalikan oleh invisible hand yg remotenya dipegang oleh kaum kapitalis asing dan antek2nya. Kegelisahan banyak kalangan diperparah oleh sikap sebagian generasi muda cendikiawan yg dididik di luar negeri terutama sekarang di Australia(tempat cuci otak setelah Barkeley,USA tdk populer lg) dg cara berpikir sangat pragmatis bahkan ada yg berani umbar kalimat : nasionalisme itu tidak penting dlm era globalisasi. Dia lupa bahwa ia bisa mengenyam kemerdekaan dan bisa bersekolah tinggi sampa luar negeri karena modal dasarnya, adanya Indonesia, adanya nasionalisme.
Apakah Jokowi yg diduga output sistem Pilpres intervensi asing dan rekayasa ini akan mampu membangkitkan kebanggaan, kedaulatan dan martabat bangsa? BERSAMBUNG.

POINT2 MASALAH STRATEGIS BANGSA, MAMPUKAH JOKOWI MENJAWAB?

POINT2 MASALAH STRATEGIS BANGSA, MAMPUKAH JOKOWI MENJAWAB?.
Oleh : M.Hatta Taliwang.

(2) SAMBUNGAN.

Setelah amandemen UUD45, MPR RI tidak lagi sebagai lembaga TERTINGGI negara. Cuma setara dg lembaga lembaga tinggi negara lainnya (Kepresidenan, MK, BPK dll).

Sekarang semua lembaga tinggi bagaikan “kerajaan masing masing” yg berjalan tanpa kontrol. Lembaga tinggi negara seperti lembaga kepresidenan , DPR,MA,MK dll praktiis jadi “super power”. Sebesar apapun kesalahannya dimata rakyat, tak satu institusi pun mampu menegor atau memberi sanksi. Begitupun lembaga tinggi negara lainnya, berjalan menurut “tafsir bebas” dan bisa saja melakukan “manuver” sekalipun abu abu. Bupati, Gubernur, Walikota bahkan institusi seperti Kepolisian pun hampir jadi ” kerajaan” masing masing. Bupati bisa tdk patuh pada Gub, Kepolisian bisa nembak “terduga teroris”, institusi militer bisa “menyelesaikan” menurut tafsirnya apa itu preman.Tanpa kontrol memadai

Itu semua sekedar potret dan output kekacauan sistemik. Situasi itu diperparah jika leadership di diinstitusi paling strategis lemah, yaitu kepemimpinan Presiden. Bangsa berjalan akn seperti “musik tanpa dirigen” Akibatnya tak ada output kolektif kita sebagai bangsa.Prestasi bangsa melorot tajam. Bahkan dpt saling menegasikan satu sama lain sehingga menambah kerunyaman dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Negara Inggeris,Thailand, Malaysia atau Jepang punya RAJA/Kaisar tempat kata akhir dikeluarkan apabila negara dlm keadaan kritis. Dengan diperlemahnya fungsi dan wewenang MPR sbg lembaga TERTINGGI negara,
kita tidak punya tempat untuk bermusyawarh dan bermufakat menentukan KATA AKHIR terhadap suatu keadaan benar atau salah, krisis atau tidak. .Bangsa bisa berada dlm ambang kekacauan besar. Akankah di selesaikan dg voting atau hukum rimba semua krisis besar yg sekarang dan akan datang? Apa tawaran solusi dari Jokowi? Apakah SBY membahas masalah strategis ini saat di Bali?
BERSAMBUNG.

POINT2 MASALAH STRATEGIS BANGSA, MAMPUKAH JOKOWI MENJAWAB?

POINT2 MASALAH STRATEGIS BANGSA, MAMPUKAH JOKOWI MENJAWAB?.
Oleh : M.Hatta Taliwang.
Dir Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH)

(1)
Dlm buku kami REPUBLIK DI UJUNG TANDUK ada tulisan yg berisi point2 masalah dan agenda bangsa. Point2 tsb sekarang kami sajikan ulang , dengan mempertanyakan kepada Presiden Terpilih,JOKOWI, mampu dan sanggupkah menjawab/mengatasinya?

I. MASALAH POLITIK
1.1.Indonesia tidak memiliki program pendidikan Ideologi Negara Pancasila, UUD 1945 yg secara konsisten diterapkan dan dijabarkan.Masing2 elemen bangsa seolah punya agenda ideologi masing masing.
Dlm masyarakat yg makin liberal di negara ini sejuta orang punya sepuluh juta cita cita , berjuta cara untuk mencapainya, sementara negara dianggap tdk lagi hadir pd saat rakyat sangat membutuhkan, suasana liberal menjadi jadi, anarkisme berkembang luas. Yg kuat dan punya uang merajalela sesuka hati menggerayangi struktur kekuasaan, struktur ekonomi dan hukum.Bahkan bebas membangun “budaya baru” yg bertentangan dg kultur dasar masyarakt Indonesia yg kekeluargaan, gotong royong, saling menghormati dll.
Apa program dan agenda Jokowi menjawab ini? Sanggup dan kuatkah? (BERSAMBUNG)