KUCING DLM KARUNG CAPRES

KUCING DALAM KARUNG CAPRES.
(Umumkan The Dream Team Anda!)

Oleh : M.Hatta Taliwang
Dir Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta(IEPSH).

VIsi dan missi dua capres yang akan bertarung pada tanggal 9 Juli mendatang secara umum kita tangkap substansinya sama. Sama sama memberi tekanan pada kehendak untuk “membangun kembali” nasionalisme yg pudar setelah sekian lama reformasi, sama sama ingin mempersembahkan yang terbaik buat rakyat dengan mengedepankan politik kerakyatan(ekonomi kerakyatan), sama sama ingin menegakkan keadilan bagi rakyat dan bangsa Indonesia yg selama ini dirasakan telah kehilangan kedaulatannya sebagai bangsa yang merdeka. Sehingga kalau disimpulkan retorika dan simbol simbol yg disuarakan dan ditampilkan “mirip Soekarno” dg gagasan TRISAKTI : berdaulat dalam politik, mandiri dlm ekonomi dan berkepribadian dalam budaya.
Sungguh suatu yang indah dan menantang ditengah “hopeless” dan distrust yang melanda kehidupan masyarakat bangsa kita.

Tetapi sejarah politik kita adalah sejarah tentang pergumulan retorika. Adalah sejarah yg penuh dg gagasan besar dan mulia namun miskin implementasi dan jabaran jabaran yang detail. Padahal menurut Prof DR BJ Habibie : hantu masalah itu bersembunyi dibalik detail! Banyak gagasan besar, mulia dan bagus tapi karena tidak disertai “petunjuk teknis” yg rinci, jelas, terukur maka hasilnya sering mengecewakan. Sehingga publik merasa ditipu, dibohongi dan tidak merasakan manfaat dari pergantian kpemimpinan di negeri ini.

Sampai pada batas pembahasan visi, missi dan program saja yang disampaikan oleh capres belumlah cukup untuk menangkap smp dimana sang capres punya kesungguhan untuk mengimplementasikan visi, missi dan programnya utk rakyat dan bangsa. Oleh karena itu terasa ada kebutuhan mendesak agar capres tidak hanya menyampaikan “resep umum” namun bahkan ditengah budaya transparansi ini rakyat butuh kira kira siapa calon calon yang pantas yg akan menjadi “juru masak” dari resep tsb. Karena behind the gun dari sebuah gagasan besar membutuhkan the man yg bisa kita ukur kapasitas, integritas, track record dllnya. Dengan itu kita bisa tahu smp dimana kesungguhan capres untuk mewujudkan cita cita menuju indonesia yg lbh mandiri dan berdaulat itu. Singkat cerita kita ingin agar para capres mengumumkan siapa “the dream team” calon calon Menteri untuk bidang bidang strategis. Capres boleh mengajukan 3 (tiga) nama untuk tiap jabatan terutama untuk : Menkopolkam, Menko Perekonomian, Menhan,Menlu, Menkeu, Men ESDM, Menteri Perdagangan,Menperin,Men BUMN, Menkes,Mensekneg, Kepala BIN, Gubernur BI, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung.

Bila “kucing kucing” ini dibuka lbh awal maka kita akan segera tahu seberapa kesungguhan capres untuk merubah nasib Indonesia.Dari situ juga bisa kita deteksi cocokkah resep yg diteriakkan dg juru masaknya? Karena kalau kabinet strategis bayangan tidak dibuka ke publik untuk dpt uji publik berarti susunan nya akan berujung cuma jadi alat kompromi capres dengan para kapitalis global.Itu berarti tidak punya kesungguhan untuk mengubah nasib Indonesia. MHT300514.

Leave a Reply