LEBIH KEJI SIAPA ? REZIM SBY atau KOLONIAL BELANDA

LEBIH KEJI SIAPA ? REZIM SBY atau KOLONIAL BELANDA

Salamuddin Daeng (AEPI Jakarta)

Era kolonial, aturan hak tanah diatur melalui UU Agraria (Agrariesche Wet, 1870). Melalui Undang-Undang ini diberikan dalam bentuk hak erfpact selama tidak lebih dari 75 tahun, beserta aturan lain :

(1) Gubernur Jenderal menjaga jangan sampai melanggar hak-hak pribumi.

(2) Gubernur Jenderal melarang mengambil alih tanah-tanah kepunyaan rakyat yang berasal dari pembukaan hutan yang digunakan untuk kepentingan sendiri.

(3) Demikian juga tanah-tanah yang digunakan untuk penggembalaan umum atau dasar lain yang merupakan kepunyaan desa kecuali untuk kepentingan umum. Semuanya dengan pemberian ganti rugi yang layak.

(4) Pemerintah membatasi masuknya modal swasta ke dalam ekonomi Hindua Belanda.
(Disarikan dari buku Makro Ekonomi Minus, Salamuddin Daeng, IGJ, 2010)

Tapi Era Rezim SBY membuat UU Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, sebagai UU yang memayungi penananam modal di bidang perkebunan, pertambangan, kehutanan dan bidang-bidang lainnya. Melalui UU ini SBY memberikan hak menguasai tanah dalam jangka waktu 95 tahun, beserta kemudahan lain ;

(1) Boleh menggunakan kawasan hutan lindung dan merusaknya untuk investasi.

(2) Boleh merampas tanah ulayat, ladang pengembalaan umum, hutan yang ditinggali rakyat, dengan alasan milik negara.

(3) Boleh merapas tanah hak milik rakyat, sawah, ladang, pemukiman, dll, dengan alasan kepentingan umum tanpa kompensasi layak.

(4) SBY mengeluarkan Peraturan Presiden tentang Daftar Negatif Investasi melalui Perpres Nomor 77 tahun 2007 dan Perpres Nomor 36 tahun 2010 yang membolehkan swasta asing menguasai sektor energi dan sumber daya mineral, batas kepemilikan asing maksimal sebesar 95%, Pekerjaan Umum, termasuk Usaha Air minum dan jalan tol berkisar antara 55-95%, untuk sektor pertanian hingga sebesar 95%.

Lebih keji siapa dijajah oleh kolonial Belanda dengan dijajah oleh antek nekolim dari semua negera imperialis Rezim SBY ?

Leave a Reply