KESIMPULAN DISKUSI AHOK VS DPRD

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Diskusi :APBD DKI JAKARTA, SIAPA SEBENARNYA YANG BEGAL

1. Bahwa kisruh yg terjadi antara Ahok dan DPRD tentang RAPBD DKI semestinya bisa diselesaikan secara baik baik dalam ruang pembahasan di DPRD sebagai tempat semestinya untuk membahas RAPBD, tanpa terburu buru dibawa ke ranah publik.

2. Bahwa kisruh terjadi karena diduga terjadi pengurangan anggaran yg cukup significant yg dilakukan oleh DPRD terhadap anggaran Pemda dan diduga ada penambahan anggaran di pos tertentu.Apapun situasinya dlm sistem ketatanegaraan kita ANGGARAN ITU MUTLAK HARUS MENDAPAT PERSETUJUAN DPR. Sementara itu DPRD merasa AHOK melakukan pelanggaran terhadap UU, dengan mengajukan secara sepihak RAPBD versinya ke Mendagri (bukan RAPBD yg dibahas bersama) sehingga DPRD mengajukan HAK ANGKET.

3. Bahwa kisruh DPRD/AHOK ini membawa “hikmah” tersendiri bagi rakyat karena dg kasus ini bisa dijadikan “pintu masuk” untuk membongkar segala bentuk kejahatan mafia anggaran diseluruh Pemerintahan Daerah di seluruh Indonesia.Bahwa APBD diduga disusun dg “skenario” uintuk bisa “dibegal” yg melibatkan oknum PEMDA, oknum DPRD dan oknum PENGUSAHA SWASTA. Sehingga bila diprosentasekan nilai kejahatan korupsi ini diduga 70% tanggung jawab eksekutif dan 30% tanggung jawab legislatif.

3. Bahwa dalam kasus DKI dg besaran anggarannya yg menggiurkan (73 triliun) maka banyak pihak yg berkepentingan . Termasuk kelompok2 kapitalis internasional dg sistem E BUDGETTING berkpentingan ikut “membegal” APBD DKI. Sehingga pertarungan antara Ahok vs DPRD dpt dipandang sbg pertarungan “begal lokal” yg dibacking oleh DPRD melawan “begal internasional” yg dibacking oleh Pemda/ Ahok.

4. Bahwa karena itu forum diskusi merekomendasikan :

4.1. Agar hak angket yg telah disetujui DPRD agar dilanjutkan
4.2. Agar BPK melakukan audit komprehensif(investigatif/factual) ataupun BPKP melakukan audit kinerja dan anggaran terhadap PEMDA DKI terutama terhadap anggaran yg telah lalu.
4.3.Agar pihak Kejaksaan/Kepolisian segera melakukan penyelidikan atas berbagai dugaan kejahatan mafia anggaran yg terjadi di APBD seluruh Indonesia khususnya yg di DKI Jkt.

4.4. Bahwa bila terjadi deadlock atas pembahasan RAPBD DKI, maka DKI Jakarta harus menggunakan APBD tahun sebelumnya/2014.

4.5. Bahwa masyarakat harus intensif mengawasi seluruh proses hukum dan proses politik yg sedang dan akan terjadi berkaitan dg kisruh AHOK/DPRD tsb tanpa overacting untuk membela salah satu pihak, sebelum proses tsb mendapatkan hasil yg adil bagi rakyat umumnya.

Demikian catatan kesimpulan DISKUSI PUBLIK Institut Ekonomi Politik Soekarno-Hatta(IEPSH) dengan topik :
“APBD DKI , SIAPA SEBENARNYA YG BEGAL?” dg NARA SUMBER :
1.DR. Fuad Bawazier 2. Prof DR. Margarito Kamis,SH,MH 3.Uchok Sky Khadafi 4.Adhie Massardi 5.Salamuddin Daeng.Dilaksanakan pada
HARI : SENIN
TANGGAL : 09 Maret 2015 JAM. : 14.00 sd 17.00 TEMPAT. : Cafe PENUS Cikini Raya Jakarta Pusat.

Jakarta, 9 Maret 2015

M.Hatta Taliwang
Moderator Diskusi

5(LIMA) TAHUN LAGI KPK MESTI DIBUBARKAN !

5(LIMA) TAHUN LAGI KPK MESTI DIBUBARKAN !
Oleh : M.Hatta Taliwang

1. KPK adalah lembaga SEMENTARA yg dibentuk karena lembaga hukum seperti KEJAKSAAN / KEPOLISIAN dianggap TIDAK MUMPUNI dlm melakukan penegakan hukum.

2. Kesementaraan/kedaruratan status KPK mengandung pesan tersirat bahwa KPK BUKAN LEMBAGA PERMANENT, karena itu terkandung pesan BEKERJA CEPAT, BEKERJA TUNTAS, MENIMBULKAN EFEK JERA LUAR BIASA, MENIMBULKAN RASA TAKUT LUAR BIASA BAGI MEREKA YG BERNIAT KORUPSI, MENGURANGI JUMLAH DAN KUALITAS KORUPSI SECARA SIGINIFICANT. Dengan kata lain KPK adalah PEDANG TERHUNUS YANG SIAP MEMBABAT TUNTAS KORUPSI Sehingga siapapun takut dan jera korupsi.

2. Pada saat bersamaan institusi KEPOLISIAN, KEJAKSAAN BERBENAH DIRI menyambut dampak kerja KPK, dimana KEPOLISIAN/KEJAKSAAN siap menerima mandat kembali untuk menjadi lembaga yg meneruskan hasil positif kerja KPK, dan KEPOLISIAN/KEJAKSAAN mendapat kepercayaan kembali sebagai PENEGAK HUKUM. Pada situasi demikian KPK secara perlahan surut dari panggung penegakan hukum dan mengestafetkan penegakan hukum ke KEPOLISIAN/KEJAKSAAN. Dengan kata lain KPK sudah bisa dibubarkan/membubarkan diri.

3. Oleh karena itu HARUS ada KOMITMENT BERSAMA antara PEMERINTAH,DPR, KPK,KEPOLISIAN, KEJAKSAAN, MAHKAMAH AGUNG untuk MENYEPAKATI, BATAS WAKTU KAPAN KPK DIBUBARKAN sbg konsekwensi dari kedaruratan/kesementaraan KPK. Kami mengusulkan paling lama 5 tahun.
Dengan demikian mulai sekarang KPK menyusun target REVOLUSI PENEGAKAN HUKUM MEMBERANTAS KORUPSI yg menimbulkan efek jera luar biasa sbg bagian dr program SHOCK THERAPY HUKUM. Beberapa hari yl kami usul TEROBOSAN HUKUM dari MA, agar mengeluarkan FATWA atau EDARAN bahwa KORUPTOR BISA DIHUKUM MATI. Segera setelah itu HAKIM TIPIKOR membuat keputusan sbagai “sample” puluhan koruptor dihukum MATI ( dengan catatan proses hukum ditempuh dg benar, bukan tebang pilih, bukan order politik, benar2 karena kejahatan korupsi).

4. Dengan demikian KPK bisa diukur kinerjanya , tidak jadi arena permainan politik seperti sekian lama kita curigai, tidak jadi arena dugaan asing ikut bermain, tidak jadi sarang fitnah, tidak menjadi tempat memproduksi proyek wanipiro, tidak jadi tempat memproduksi kekisruhan dan adu domba dll.yg menyebabkan KPK dirasakan menjadi arena tempat saling merusak citra yg tidak produktif bagi pembangunan character bangsa.

5. Kelak kalau KEPOLISIAN/KEJAKSAAN DIRASA MANDUL LAGI setelah pembubaran KPK, maka bisa saja KPK dihidupkan kembali.
Jadi KPK akan muncul bagaikan dewa dengan motto : Aku lihat, aku datang, aku tumpas sampai mencret !
Bukan seperti sekarang PEDANG DI AYUN AYUN SAMBIL BERMAIN MATA, MEMILIH CALON KORBAN.

Sekali lagi kami bukan ahli hukum tapi kebetulan msh sensitif terhadap keadilan.
Salam MHT 15/01/15.

“RINDU MASA INDAH”

REFLEKSI PETANG :
“RINDU MASA INDAH”

Ini mungkin yg dimaksud oleh Firman Allah, bhwa kekuasaan itu dipergilirkan. Zaman Orba, kantor2 Kodim, Korem, Kodam,Mabes, dll selalu ramai. Halaman parkir siang malam penuh mobil2 bagus. Lampu2 ruangan terang benderang dari sore sampai tengah malam. Yg berpangkat atau yg berdasi sliweran dihalaman kantor. Kehidupan terasa indah. Tentara tampil gagah perkasa dg langkah tegap percaya diri dan meyakinkan.

Lima belas tahun sejak reformasi, suasana berubah drastis. Kodim,Korem,Kodam,Mabes sepi. Mobil yg parkir tinggal mobil tua sekelas Feroza, kecuali untuk yg msh punya jabatan resmi. Tentara masuk kantor seperti kebanyakan pegawai negeri, sebelum sore kantor sdh sepi. Lampu2 kantor sebelum petang sdh redup. Yg bertugas tinggal duduk2 sambil tusuk2 gigi atau memencet pinset cabut2 jenggot sambil mata menatap ke jalan raya. Tatapan terasa kosong. Mau perang tdk ada panggung lagi. Timtim sdh tamat. Papua tenang2 saja. Aceh sdh hampir merdeka. Sungguh berat beban psikologis jadi prajurit. Dalam keadaan damai seolah olah tak berguna. Padahal klo tanpa TNI negara akan roboh. Ibarat rumah tanpa tuan. Karena tuan yg dihitung oleh pihak luar cuma TNI. Tanpa TNI mereka akan datang ramai2 merambah negeri ini. Tapi hidup dlm damai buat institusi TNI yg pernah berjaya dlm kekuasaan tidaklah mudah. Pasti mengalami post power syndrome. Apalagi Kepolisian, teman yg dulu satu barisan dlm payung ABRI( dan “underdog”) , sekarang lampu2 kantornya selama 24 jam terang benderang. Rezeki mereka mengalir seterang lampu neon yg menyala ditiap tiap pojok ruangan Polres,Polda,Mabes. Bisa difahami klo banyak purnawirawan TNI penuh nostalgia akan indahnya zaman Orba. Kini purnawirawannya khususnya beberapa Jenderal berjuang sendiri sendiri meraih kekuasaan yg penuh keindahan itu. Selebihnya sdh lama tiarap, hidup dg harap harap cemas karena terkadang rumah yg sedang dihuni pun setiap saat terancam diambil alih negara.Mungkin diantaranya ada yg berpikir : sampai kapan “kemarau” ini berakhir? Smp kapan Allah merotasi dan memberi giliran lagi? Atau sejarah memang tdk akan pernah berputar lagi?(MHT,240414).

CARA ILUMINATI REKRUT MAHASISWA

CARA ILLUMINATI MEREKRUT MAHASISWA MENJADI AGEN KPENTINGANNYA MENGUASAI DUNIA.

Illuminati berarti Pencerahan Baru, adalah sebuah persaudaraan/perhimpunan kuno yang pernah ada dan diyakini masih tetap ada sampai sekarang walaupun tidak ada bukti – bukti nyata keberadaan persaudaraan ini sampai saat ini.

Illuminati berarti Pencerahan Baru. Para penganut Illuminati disebut Illuminatus. Illuminati didirikan oleh Adam Weishaupt (1748-1811) seorang keturunan Yahudi yang lahir dan besar di Ingolstadt, memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang Jesuit yang lalu menjadi seorang pendeta Katolik dan selanjutnya mengorganisasi House of Rothschild. Illuminatus adalah orang – orang yang mencari jawaban atas apa yang disebut agama sebagai misteri Tuhan. Menurut mereka dengan ilmu pengetahuan tidak ada lagi misteri Tuhan, semua ada jawabannya
.
Walaupun dibesarkan di lingkungan Yesuit, Johann Adam Weishaupt menyimpang dari ajaran ordo tersebut dan pada 1 Mei 1776, dengan bantuan Adolph Freiherr Knigge, mendirikan suatu ordo baru “Order of Perfectibilists” yang selanjutnya dikenal dengan nama Illuminati. Ordo ini memiliki misi untuk menghapuskan semua pemerintahan monarki dan agama. Adam Weishaupt adalah sosok manusia yang paling dikenal di kalangan zionis dan freemason. Tidak ada revolusi apa pun pada abad ini kecuali dihubungkan dengan nama dan cita-citanya. Revolusi Perancis, Revolusi Bolshevik Rusia; selalu berakhir pada mata rantai pemikiran dan strategi briliannya.

Pada awalnya, dia adalah seorang pastor Katolik yang kemudian membelot menjadi pelopor yang paling gigih dalam menentang agama Kristen serta agama lainnya. Gerakan rahasia Iluminati berkembang dengan jaringan yang “menggurita” dikarenakan dukungan dari keluarga Rothchild. Meyer Amschel Rothchild (1743-1812) yg merupakan tokoh perbankan yang sangat dominan di Jerman dan disebut sebagai dinasti, karena keturunannya memegang jaringan kerajaan dunia perbankan di Eropa dengan ambisi- ambisinya untuk menguasai perekonomian dunia. Salah satu ucapan Rothchild yang terkenal adalah:

“Beri aku kesempatan untuk mengendalikan ekonomi suatu bangsa, dan aku tidak akan pedulikan siapa yang berkuasa”

Motto Rothchild ini memberikan kekuatan serta dorongan seluruh anggota Iluminati untuk tidak melewatkan segala aspek yang menggiring mereka pada diktator ekonomi yang mampu menguasai dan mengendalikan pemerintahan di pelosok dunia. Bahkan, Presiden Amerika ke-20, yaitu James Abram Garfield yang juga anggota Iluminati berkata:

“Barangsiapa mengendalikan uang atau perekonomian suatu bangsa, maka ia akan menguasai bangsa tersebut.”
.
Kekecewaan Adam Weishaupt terhadap dogma-dogma Kristen Katolik menyebabkan dirinya keluar dari jabatannya sebagai pastor dan mulai mengabdikan diri pada gerakan zionis untuk mendirikan satu pemerintahan dunia (one world government) yang dipercaya akan menegakkan martabat manusia dengan menghapuskan agama di muka bumi, kecuali paham setan (abolition of all religion, except satanism).

Menurut Adam Weishaupt, setan bukanlah makhluk yang hina, melainkan kekuatan yang melambangkan kejujuran, keberanian, dan kebebasan. Setan sebagai makhluk telah mendapatkan pengampunan Tuhan dan sebagai bukti penebusannya setan ingin menyelamatkan manusia. Ajaran ini ditanamkan kepada para anggota Iluminasi bahwa paham Satanism merupakan bentuk evolusi kemanusiaan, lambang kebebasan manusia, dan mencakup jaringan denyut kehidupan dunia secara global.
Banyak yang menganggap ini hanyalah propaganda gereja kepada kaum illuminasi

Albert G. Mackey menulis :
“Weishaupt yang berpandangan kosmopolitan yang mengetahui ajaran tahayul para pastor yang sewenang-wenang di bidang hukum, telah mendirikan partai oposisi di Universitas. Ini adalah awal rencana Iluminasi atau ‘penerangan’.

Selama lima tahun dia menyusun buku yang berjudul The Novus Ordo Seclorum yang berisi konsep-konsep, doktrin, serta teori tentang pemerintahan global. Buku tersebut selesai pada tanggal 1 Mei 1776. Sebagai penghormatan terhadap dirinya, tanggal 1 Mei dijadikan sebagai hari perayaan Komun[truncated by WhatsApp]Buku tersebut selesai pada tanggal 1 Mei 1776. Sebagai penghormatan terhadap dirinya, tanggal 1 Mei dijadikan sebagai hari perayaan Komunis di seluruh dunia.

Menurut Myron Pagan, langkah-langkah strategis yang ditulis Weishaupt untuk mewujudkan ambisinya tersebut antara lain, sebagai berikut.

l.Iluminasi harus menguasai para pejabat tinggi pemerintahan dari beberapa tingkatan jabatan, bila perlu dilakukan cara-cara kotor dengan menyogok, baik dengan uang maupun perempuan.

2. Iluminasi melakukan perekrutan terhadap aktivis mahasiswa yang potensial, yang mempunyai bakat dan dari keturunan yang unggul untuk dilatih sebagai anggata Iluminasi yang prospektif di masa depan.

3. Mereka yang sudah terperangkap dalam jaringan Iluminasi, termasuk mahasiswa yang telah dilatih dan diberikan pengetahuan khusus tentang dunia internasional, serta cita-cita Iluminasi akan dijadikannya sebagai agen Iluminasi di beberapa negara dan ditempatkan sebagai staf ahli atau spesialis yang mendampingi pejabat kunci pemerintah.
4. Iluminasi akan menguasai seluruh saluran media massa, baik media elektronik maupun cetak, memiliki dan mengontrol pemerintah sedemikian rupa sebagai satu-satunya solusi sehingga mampu membentuk opini publik.
(DIEDIT MHT DARI MBAH GOOGLE,81114).

MENTALITAS BANGSA KLIEN

MENTALITAS BANGSA KLIEN
Oleh: Kuntowijoyo
——

KITA belajar dari Pemilu 2004, pilpres 2004, tayangan teve, kehidupan sehari-hari, dan dari hubungan internasional. Kesimpulannya tidak menggembirakan. Kita sekarang jadi bangsa klien (klien yang tergantung pada patron).

Melalui modal dan produk, kita menjadi klien Amerika, Eropa, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan RRC. Melalui tenaga kerja Indonesia (TKI)/ tenaga kerja wanita (TKW), kita menjadi klien Malaysia dan Timur Tengah. Melalui teve, kita menjadi klien Amerika, Jepang, Amerika Latin, Taiwan, dan India. Melalui utang, kita menjadi klien IMF, Bank Dunia, ADB, CGI, dan IDB.

Presiden 2004-2009 harus dapat mengubah bangsa klien menjadi bangsa mandiri. Sementara itu, mentalitas kita pun juga harus berubah. Pada tahun 1945, kita sudah berubah dari bangsa terjajah menjadi bangsa mandiri. Kemudian kita terpuruk menjadi bangsa klien. Kalau salah urus, dari bangsa klien kita bisa jadi bangsa kuli, dari bangsa kuli menjadi “gelandangan di rumah sendiri”-istilah Emha Ainun Nadjib.

BANGSA KLIEN

Ada kesamaan dan perbedaan antara bangsa terjajah dan bangsa klien. Kesamaannya, keduanya punya ketergantungan; satu pada penjajah, satunya lagi pada patron. Perbedaannya, ambillah sampel Surakarta awal abad ke-20 untuk bangsa jajahan dan Indonesia awal abad ke-21 untuk bangsa klien. Akan terlihat ada dua perbedaan, yaitu konkret atau abstraknya permasalahan yang dihadapi dan kesatuan motif masing-masing.

Pertama, bangsa terjajah menghadapi penjajahnya secara konkret. Demikianlah, pada awal abad ke-20, orang Solo bisa melihat meneer dan mevrouw dengan mata kepala di Societeit Harmonie, dan tuan dan nyonya Belanda naik trem yang melintas jantung kota di depan paheman Radyo Poestoko. Akan tetapi, pada awal abad ke-21 ini bangsa klien hanya tahu secara abstrak bahwa ada kapitalisme Amerika. Orang bisa mengebom Kedutaan Amerika, restoran cepat saji KFC dan McDonald’s, tetapi tidak bisa mengebom kapitalisme Amerika. Orang bisa mendemo pertemuan IMF, tetapi tak bisa mendemo institusi IMF. Negara-negara tujuan TKI/TKW sepertinya abstrak. Kita bisa mencaci maki majikan TKI/TKW di Malaysia, di Arab Saudi, dan di Timur Tengah, tetapi tak bisa menggugat negara-negara berdaulat itu.

Kedua, keduanya mempunyai kesatuan motif sendiri-sendiri. Elite dan massa bangsa jajahan awal abad ke-20 mempunyai kesatuan motifnya sendiri, demikian pula bangsa klien pada awal abad ke-21 ini. Michel Foucault menyebut kesatuan motif itu dengan unities of discourse-kesatuan wacana, artinya di permukaan sejarah ada kesatuan motif yang menghubungkan unit-unit pengetahuan. Elite dan massa bangsa jajahan pada awal abad ke-20 mempunyai kesatuan wacana penghubung sistem pengetahuan mereka, yaitu kemajuan.

Dengan merujuk pada kemajuan, dalam ilmu pengetahuan Padmosusastro dari Solo, pemimpin majalah Sasadara, mengganti takhayul tentang raksasa yang memakan bulan dengan ilmu kodrat tentang kedudukan Bulan, Matahari, dan Bumi. Atas nama kemajuan, priayi di Kasunanan Solo mendirikan perkumpulan Abipraya. Atas nama kemajuan, perkumpulan proto-nasionalis Budi Utomo berdiri pada tahun 1908. Atas nama kemajuan, dalam agama, Muhammadiyah berdiri pada tahun 1912. Karena kemajuanlah orang Jawa di Surakarta mencukur rambut yang semula digelung dan orang China memotong kucir (taucang).

Adapun pada awal abad ke-21, sekarang ini sebagai bangsa klien secara diam-diam juga punya semacam unities of discourse, yaitu kemakmuran. Elite dan massa bangsa klien mengidamkan kemakmuran. PTN BHMN dan PTS terkenal menarik bayaran mahal karena lulusannya dapat mendatangkan kemakmuran. Akademi komputer, sekretaris, dan manajemen laku keras. Juga LPK (lembaga pendidikan kejuruan) dan LPTK (lembaga pendidikan tenaga kerja) banyak didirikan karena mereka bisa mendatangkan kemakmuran bagi pengelola dan peserta. Dengan alasan kemakmuran, di masa depan orang memasukkan anaknya ke fakultas-fakultas kedokteran, ekonomi, teknik, dan informatika.

MENTALITAS
Di sini ini akan dikemukakan empat mentalitas bangsa klien, yaitu kompleks inferioritas, sindrom selebriti, mistifikasi, dan xenomani.

1. Kompleks inferioritas. Sebagai bangsa klien, kita tidak merasa bangga bila belum mengonsumsi barang-barang impor, yang tampaknya buatan luar negeri atau setidaknya barang-barang produk franchise.

Inferioritas itu akan makin terasa-bagi elite-bila kita sempat ke luar, ke negeri-negeri yang menjadi patron. Tidak ada pengemis di Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur, Tokyo. Sekolah kita juga tertinggal jauh. Sementara kita masih bergulat dengan iptek, negeri-negeri patron sudah bergerak ke humaniora sebab iptek itu sudah taken for granted bagi negeri luar.

Penelitian Taufiq Ismail (1997) pada SMU di beberapa negeri menunjukkan bahwa wajib baca buku sastra di Indonesia adalah nol, sementara negeri jiran Malaysia enam judul buku dan Amerika Serikat 32 judul buku.

2. Sindrom selebriti. Dalam tayangan teve, kita pun meniru Amerika dengan American Idol, gemerlap bintang dalam hadiah Oscar, Miss America, dan Miss Universe. Hasilnya ialah maraknya tayangan semacam dalam teve kita. Meskipun banyak tayangan yang bermanfaat, ada pula yang menyakitkan hati mengingat banyaknya kemiskinan.

Kita pun senang nonton selebriti. Kita jadi tahu banyak soal selebriti, kekayaan mereka, kawin-cerai, dan gosip. Penyanyi, bintang sinetron, bintang iklan, model, dan foto model jauh lebih kaya ketimbang dosen, pemikir, sastrawan, dan PNS pada umumnya. Semua selebriti serba ceria, semua serba mewah. Kita semua ingin jadi selebriti. Bagi teve sendiri menjual selebriti itu mudah. Ada Kabar-Kabari, ada Cek & Recek, ada Kiss, ada Eko Ngegosip, ada Star7. Sekarang ada jalan untuk jadi selebriti: ada AFI, KDI, Indonesian Idol.

Rumus “selebriti” dan “enteng-entengan” itulah yang dengan baik ditangkap oleh perancang iklan pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) pada pilpres 5 Juli 2004. Juallah capres dengan nalar selebriti, tidak dengan nalar kenegaraan, nalar rasionalitas, atau nalar hati nurani, pastilah orang akan tertarik. Lalu muncul iklan dan berita capres-cawapres menyanyi di depan massa, fisik capres dipuji-puji di warung kopi. Capres-cawapres ditampilkan sebagai selebriti.

3. Mistifikasi. Mistifikasi artinya menganggap sesuatu sebagai misteri. Kebanyakan mistifikasi dilakukan oleh rakyat di bawah. Kemakmuran itu irasional, tak terpahami. Pengalaman sehari-hari petani ternyata mendukung gagasan itu. Seorang petani tebu TRI yang bekerja selama lebih dari 18 bulan dinyatakan bahwa rendemen tebunya rendah padahal ia masih harus menyewa tanah dan membayar orang untuk mencabuti pokok-pokok tebu. Sementara itu, petani lain sawahnya diserang hama wereng padahal ia sudah mengeluarkan uang untuk membeli pupuk, menyewa pembajak, dan membayar penyiang. Bila rasional, mereka yang terjatuh dapat memakai cara- cara konvensional pula untuk menyiasati kemakmuran. Mereka dapat menjual tanah dan beralih profesi, uang untuk dana pensiun, atau masuk pasar tenaga kerja di kota, bertransmigrasi, para istri jadi TKW, anak perempuan jadi PSK, suami jadi TKI.

Mereka yang berkesimpulan bahwa kemakmuran adalah misteri menghadapi misteri dengan misteri. Tidak usah memasuki pasar, pergilah ke dukun pesugihan, dukun pengganda uang, pelihara tuyul, cari jimat, bertapa, minta restu penunggu gunung, berdoa di tempat keramat, dan banyak perilaku menyimpang lain. Mistifikasi kemakmuran juga terjadi pada pembeli togel, penjudi, koruptor, dan permainan “ketangkasan” meskipun mereka tidak ke dukun.

4. Xenomani. Kegandrungan pada produk asing itu dialami oleh semua tingkat-ini pasangan kompleks inferioritas. Kelas atas berbelanja, berobat, sight seeing, membeli rumah, dan menyekolahkan anak ke Singapura, Jepang, Eropa, dan Australia. Mereka juga berulang tahun satu miliar di hotel Jakarta yang ball-room-nya disulap jadi ball-room hotel mewah di Amerika, pesta manten di Perth, dan sekurang-kurangnya berlibur ke Bali atau Disney Land.

Kelas menengah makan di Pizza Hut, McDonald’s, KFC, sarapan kopi dan sepotong Dunkin’ Donuts. Kelas bawah membeli jeans Levi’s buatan Bandung, sepatu Gucci buatan Magetan, hem-eh-T-Shirt “Man” buatan Tangerang, ayam KenTuku Yogya, handuk berhuruf China, dan makan di restoran Kei Mura. Ketiga kelas bersama-sama suka menonton telenovela Amerika Latin, kartun Jepang, dan film Amerika.

Karena sekarang ini kita menjadi bangsa klien, mentalitas kita telah rusak. Agar supaya mentalitas itu tidak mengganggu kesehatan mental elite dan massa, harus dilakukan perubahan. Perubahan itu ialah dari bangsa klien kembali jadi bangsa yang mandiri.

KITA TIDAK ANTI PRIBADI JOKOWI

KITA TIDAK ANTI PRIBADI JOKOWI
KITA MEMUSUHI JIKA KABINET JOKOWI DAN SISTEM YG DITERAPKAN SAMA DENGAN SBY YG NEOLIBERALISME

Oleh : M.Hatta Taliwang
INSTITUT EKONOMI POLITIK SOEKARNO HATTA( IEPSH)

(Sambungan – 4 -)

Apa yg kami uraikan sekilas tentang bagaimana peran Menteri Keuangan dlm sebuah negara yg telah masuk dlm perangkap neoliberalisme, menunjukkan bahwa kita diperangkap untuk terus berhutang atas nama kpentingan pembangunan, meskipun si pemberi hutang tahu bahwa uangnya digunakan hanya sedikit utk kaum tani yg jumlahnya puluhan juta, hanya sedikit untuk infrastruktur, bahkan mereka (Bank Dunia) tahu bahwa hutang itu banyak dikorupsi oleh oleh elit elit negeri ini. Namun si ASING, RENTENIR GLOBAL terus menikmati CICILAN DAN BUNGA UTANG sementara si ASONG (antek, pengasong bangsa, calo) menikmati fee dari utang utang tsb. Itu terus berputar sepanjang rezim, dan rezim itu bisa bermain citra berselimut REFORMASI, KERAKYATAN,KEBANGSAAN namun sesungguhnya tetap MUNAFIK,PENIPU DAN DUSTA.Tetaplah mereka boneka. Tetap rakyat harus tanggung dg hilangnya subsidi minyak, subsudi pupuk, subsidi, listrik dll.Karena uang hasil pajak rakyat harus dipakai bayar CICILAN DAN BUNGA HUTANG. Rakyat tetap menderita karena agent2 retail mereka menggusur warung2 rakyat, upah upah buruh ditekan atas nama persaingan kaum budak diberbagai negara tertindas, rakyat digusur dari lahan2nya atas nama investasi utk kemakmuran segelintir manusia. BUMN BUMN dilego menjadi milik pribadi prbadi dan negara cuma jadi pajangan, bagai kebun tak bertuan. Nasionalisme harus dibuang ke keranjang sampah, teriak ASONG ASONG berdasi jahannam itu. BERSAMBUNG.

KITA TIDAK ANTI PRIBADI JOKOWI

KITA TIDAK ANTI PRIBADI JOKOWI
KITA MEMUSUHI JIKA KABINET JOKOWI DAN SISTEM YG DITERAPKAN SAMA DENGAN SBY YG NEOLIBERALISME

Oleh : M.Hatta Taliwang
INSTITUT EKONOMI POLITIK SOEKARNO HATTA( IEPSH)

(Sambungan -3-)

GOSIP SOAL FEE HUTANG

Kemarin telah kami beberkan sedikit tentang bagaimana operator neolib Srimulyani memainkan peran sbg ASONG (antek/komprador) untuk ASING( negara /lembaga internasional yg dikendalikan super power dunia seprti Bank Dunia, IMF, ADB dll). Dikalangan pengamat aktifis anti neolib beredar gosip bahwa setiap terjadi pinjaman ke lembaga lembaga internasional tsb para asong mendapat fee. Bayangkan klo komitment pinjaman misalnya Rp 100 trilyun, dapat 1% fee saja sdh sebesar Rp 1 Trilyun. Klo saya bisa bikin sebuah PARTAI dg uang Rp 1 Trilyun. Menurut data pertambahan hutang rezim neolib SBY selama 10 tahun berkuasa adalah lbh 50% dari seluruh hutang yang ada. Jd klo total hutang yg ada sekarang tercatat lk Rp 3.400 Trilyun, berarti rezim SBY mencetak hutang lk Rp 1.700 trilyun. Klo dianggap dapat fee sebesar 1%, silakan hitung sendiri berapa uang berputar disekitar pengelola utang luar negeri kita. Mudah2an itu cuma khayalan saya saja. Tapi mengapa ada istilah SPG BANK DUNIA/IMF dari Justiani yg sangat luas pergaulan Internasionalnya? BERSAMBUNG.

KITA TIDAK ANTI PRIBADI JOKOWI

KITA TIDAK ANTI PRIBADI JOKOWI
KITA MEMUSUHI JIKA KABINET JOKOWI DAN SISTEM YG DITERAPKAN SAMA DENGAN SBY YG NEOLIBERISME

Oleh : M.Hatta Taliwang
INSTITUT EKONOMI POLITIK SOEKARNO HATTA( IEPSH)

Mengapa kita begitu memusuhi ideologi dan sistem ekonomi neoliberalisme?
Saya akan berikan contoh kongkrit, biar rakyat awam dan mahasiswa yg msh junior faham. Banyak kalangan awam terutama kaum Ibu sangat mengagumi SRIMULYANI, putri Indonesia, cantik, cerdas dan kenes. Dia diaanggap simbol kehebatan perempuan Indonesia. Pernah jadi Menteri Keuangan era SBY dan belakangan jadi Pejabat Penting di Bank Dunia.Pernah dapt berbagai Penghargaan dari Luar Negeri sbg Menteri Keuangan Terbaik. Pokoknya serba wah.Keren.

Tapi untuk mengerti siapa Ratu Keuangan ini atau bahasa teman saya Justiani : “SPG(Sales Promotion Girl) BANK DUNIA/IMF” kita telusuri cerita yg ditulis AKTUAL ONLINE dibawah ini :

“Selain mega skandal Century, Ani(Srimulyani) juga punya sederet prestasi yang membuktikan dia adalah seorang komprador(antek =ASONG,edit MHT) asing sejati.

Pada Februari 2013, misalnya, obligasi RI yang dijualnya laris-manis bak kacang goreng. Dan, pembeli utamanya ternyata investor asing.

Kenapa? Perempuan yang dipuji-puji media asing sebagai Menkeu terbaik Asia, bahkan dunia ini, menyorongkan yield sebesar 5,26% per tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan obligasi yang diterbitkan sejumlah negara ASEAN lain. Sebut saja, Thailand 3,61%, Filipina 3,52%, dan Malaysia 3,48%.

Yang membuat seru, yield yang dibayar Indonesia ternyata jauh lebih tinggi ketimbang Filipina. Padahal saat obligasi itu diterbitkan, sejumlah lembaga rating seperti S&P, Fitch, dan Moody’s mengganjar peringkat Indonesia di atas Filipina. Dalam logika pasar uang, negara yang peringkatnya lebih tinggi bisa mengail dana dengan biaya lebih murah.

Selisih bunga Indonesia dan Filipina sepertinya ‘hanya’  1,74%. Tapi mari kita sejenak menggunakan kalkulator sederhana. Tenor obligasi yang diterbitkan negara biasanya panjang, 20-30 tahun. Obligasi yang dilego mbak Ani itu nilainya Rp 812 Trilyun. Dengan selisih bunga yang ‘hanya’ 1,74% itu akan memaksa Indonesia membayar 34,8% atau Rp 282,57 Trilyun lebih besar daripada jika yield-nya sama dengan Filipina yang 3,52%. Bayangkan, Rp 282,57 triliun!

Bisakah Anda memaknai angka Rp282,7 triliun dalam 20 tahun bagi Indonesia? Itu artinya, tiap tahun rakyat harus membayar Rp14,13 triliun lebih besar untuk mengisi kocek asing. Jumlah itu setara dengan membangun tiga jembatan setara Suramadu. Jauh lebih besar daripada biaya membangun double track kereta api Jakarta-Surabaya yang cuma Rp10 triliun.”(SUMBER : http://m.aktual.co/voiceoffreedom/093323ani-kuntoro-jadi-menteritrisakti-cuma-jadi-jargon )
BERSAMBUNG BESOK.

KABINET JOKOWI JK : ” APAPUN MAKANANNYA NEOLIB MINUMANNYA”.

KABINET JOKOWI JK : “APAPUN MAKANANNYA NEOLIB MINUMANNYA”

Oleh : M.Hatta Taliwang

Beberapa saat setelah penetapan pak JK sbgai Cawapres utk JKW, saya diajak tokoh tokoh Kawasan Timur Indonesia (KTI) diantaranya DR Laode Ida, ktemu pak JK di rumahnya di Dharmawangsa Kebayoran Baru.
Ketika tiba giliran saya bicara, saya sampaikan aspirasi teman teman dg kalimat lbh kurang sbagai berikut : ” Pak JK, jika bpk ada kesempatan lagi jadi Wapres, berkenankah memberi kesempatan lbh luas ke teman2 Kawasan Timur Indonesia, untuk duduk dalam Kabinet sehingga teman2 tidak merasa bahwa KTI itu cuma diwakili Sulsel? Klo tak salah pada periode bpk Wapres tempohari banyak rekruit Menteri dan Petinggi asal Sulsel”.

Beliau tersentak dan mencoba menjelaskan dan meluruskan meskipun tak ada jawaban kongkrit utk membantu teman teman KTI utk dpt berkiprah dlm kabinet.

Itu tidak pernah saya pikirkan lagi, smpai suatu hari ketika baru saja pak JK terpilih lg sebagai Wapres Jkw, teman2 minta saya ingatkan lagi Pak JK, namun saya tak pernah mau lagi kawatir dicurigai saya punya ambisi pribadi. Yang ingin saya ceritakan disini adalah bagian lain dari pertanyaan saya ke pak JK.

“Apakah kabinet JKW JK kelak akan tetap akomodir orang orang berpaham NEOLIBERALISME yg selama ini telah mengobrak abrik kedaulatan bangsa dan negara RI ?”

Lebih kongkrit saya singgung kira kira siapa calon Menkeu, Menko Perekonomian, Menperdagangan/Industri, Menteri ESDM, Menkes,Menlu dan Menhan. Saya tahu bahwa pak JK tdk akan bisa jawab kongkrit, tapi pertanyaan itu sendiri sdh memberi pesan bahwa siapapun akan mengisi kementerian tsb, akan sangat menggambarkan “ideologi kabinet, ideologi JKW JK”. Akan menjawab pertanyaan benarkah JKW JK akan membentuk kabinet TRISAKTI seperti yang selama ini di gembar gemborkan?

Kepergian Megawati dan JK ke Wahington setelah pasangan JKW JK terpilih menimbulkan spekulasi bahwa akan ada pesan pesan sponsor dari “majikan besar”. Salah satu dugaan itu adalah menyangkut kepastian bahwa kabinet JKW JK harus tetap dlam warna asli NEOLIBERALISME. Sehingga menjamin Indonesia tetap dlm kendali majikan. “Apapun makanannya NEOLIBERALIS minumannya”. Kira kira begitu pesan iklannya. Kini bau bau kabinet neolib itu mulai tercium. Ichsanuddin Noersy menulis artikel dibawah ini Tolong buka ya sebelum komentar)

http://m.rmol.co/news.php?id=175709

Ya ternyata INDONESIA sesuai yg kami tulis dlm berbagai artikel di buku kami REPUBLIK DI UJUNG TANDUK, tidak akan menemukan jalan lain : TETAP MENGABDI KE MAJIKAN BESAR, PENGUASA KAPITALISME GLOBAL. Tetap dlm kendali ASING,ASENG dan ASONG.(Utk tidak menimbulkan salah persepsi tentang 3 kata tsb bisa buka di web saya iepsh.org).

Lalu cerita manis tentang Kedaulatan Ekonomi, TRISAKTI, Nasionalisme Ekonomi dll, yg berkobar saat kampanye , dibuang kemana ya ? Lantas dimana beda JKW JK dg SBY Boed ? Oh Indonesia, suratanmu! MHT 14 Okt 2014.

“PILKADA PENGHUNI HUTAN(PILHUTAN)”

“PILKADA PENGHUNI HUTAN(PILHUTAN)”
Oleh : M.Hatta Taliwang

Setelah amandemen UUD, kekuasaan para SINGA di preteli. Dia tidak lagi dianggap tepat sebagai RAJA HUTAN. Penghuni penghuni hutan bersepakat bahwa untuk mendapatkan RAJA HUTAN BARU harus dilakukan dengan cara LANGSUNG agar terasa benar benar DEMOKRATIS. Hanya dengan CARA VOTING, maka RAJA HUTAN BARU bisa dilahirkan dan LEGITIMATE. Cara musyawarah mufakat antara para SINGA, MACAN, BUAYA, dll menentukan RAJA HUTAN sdh dianggap ketinggalan zaman.Tidak demokratis.Melanggar hak hak yg lain dan ANTI DEMOKRASI.
Sehingga tibalah pada suatu hari akan diadakan PILKADA PENGHUNI HUTAN(Disingkat PILHUTAN). Singa, Macan, Buaya dll yg sadar dengan jumlah pengikutnya terbatas memilih pasif. Paling paling ikut jadi anggota KPU, yg rada cerdas duduk di MK, atau PANWASLU atau di DKPP menunggu perselisihan terjadi. Kebanyakan anggota Singa,Buaya, Macan jadi TIM SUKSES dari salah satu penghuni hutan yg BANYAK PENGIKUT/ANGGOTANYA seperti : RUSA, MONYET, BANTENG, dll.

Lucu juga menyakasikan ada BUAYA jadi TIMSES RUSA, ada MACAN jadi TIMSES Banteng, ada SINGA jadi Timses MONYET. Kadang ada kekhawatiran , suatu saat timses itu MEMANGSA MAJIKANNYA. Tapi kabarnya Singa atau Macan atau Buaya itu rata rata OMPONG. Syukurlah !

Saat kampanye bukan main hingar bingarnya. Hutan terasa menggelegar. Yang paling berisik MONYET. Karena monyet mendekati kepintaran dan kelihaian MANUSIA, sehingga SINGA yg jadi TIMSESnya pun bingung. Singa sdh mengatur bgmana menyetel agar media massa berpihak padanya. Segala rumus pencitraan diajarkan.Semua bandar2 yg kuasai logistik digerakkan, termasuk bagaimana KPU,Bawaslu,DKPP, MK bahkan bila perlu KPK pun dipinjam tangannya. Yang diluar perkiraan lawan2 politiknya si MONYET ternyata punya langkah jitu memenangkan suara PILHUTAN : Rusa atau Banteng meskipun banyak pengikut dan lincah, tapi mereka TIDAK BISA melompat bergelantungan dari pohon ke pohon. Kelebihan ini lah yg dimanfaatkan untuk meraih kemenangan. Kebetulan KPU mengeluarkan Daftar Pemilih Tambahan dan Daftar Pemilih Khusus. Sehingga sang MONYET mendapat landasan hukum untuk melakukan MANUVER saat pencoblosan.

Singkat Cerita Saat pencoblosan digelar Sang Monyet menggerakan seluruh teman teman monyetnya dari seluruh kawasan hutan termasuk dari wilayah hutan lain,melompat dari satu pohon ke pohon lain, bergerak cepat sehingga praktis TPS dimana mana didatangi para MONYET. Dengan mudah sang MONYET terpilih sebagai RAJA HUTAN BARU.

Suasana ini sangat mengganggu perasaan sang SINGA. Juga MACAN, BUAYA dll yg merasa JAGOAN. Kok kita sekarang dipimpin MONYET sih ? gumamnya.
Tapi para SINGA, MACAN, BUAYA dll TIDAK YAKIN MONYET akan efektif memimpin. Maka para Singa sdh siap siap MENELAN MONYET tsb dan siap siap menjadi RAJA HUTAN KEMBALI ! “Hidup Pilhutan langsung”, teriak monyet, Rusa, banteng protes. Tapi suara mereka hilang ditelan suara auman sang SINGA yg memang punya aura bawaan sebaga Raja Hutan Sejati.MHT 300914.