INI DIA PRESIDEN YG BERHASIL MERUBAH NASIB BANGSANYA.

INI DIA PRESIDEN YG BERHASIL MERUBAH NASIB BANGSANYA.
INI TANGGA BENAR KESUKSESANNYA!TIDAK INSTAN!
Oleh : M.Hatta Taliwang.

Lula da Silva adalah Presiden Brazil ke 35, lahir 27 Okt 1945 yg tdk bisa berbahasa asing.
Anak desa yg cerdas,ayahnya pemabuk,ibu butahuruf. Saat Lula beranjak dewasa, ia sempat bekerja di dry cleaning. Lula nyaris tewas bersama keluarganya karena gubuknya diterjang banjir.
Hidup keluarga berpindah pindah
Ia berhenti setelah kelas 4 SD. Pada usia 12 tahun menjadi seorang tukang semir sepatu, penjual kacang, dan tepung tapioka, pedagang asongan.
Usia 14 tahun ia bekerja di sebuah pabrik baja.Sambil kerja Lula belajar dan memperoleh ijazah penyetaraan SMA.

Pada usia 19 tahun, ia kehilangan sebuah jarinya dalam sebuah kecelakaan kerja di sebuah pabrik onderdil mobil. Pada saat
Itu ia mulai terlibat dalam kegiatan2 serikat buruh

KARIR POLITIK
1.Pada 1978 ia diangkat sebagai presiden Serikat Buruh Baja dari São Bernardo do Campo dan Diadema, Lula sudah mengisi berbagai jabatan di serikat buruh yang sama.

2.Februari 1980, dia mendirikan Partai Buruh (PT: Partido dos Trabalhadores). Partai Buruh yang dipimpinnya lebih dikenal sebagai sebuah partai beraliran sosial demokrat yang memiliki kebijakan pragmatis daripada revolusioner.

3.April 1980 ia ditangkap dan ditahan karena demonstrasi.

4.Tahun 1986, ia terpilih ke Kongres

5.1989 mencalonkan diri sebagai presiden namun gagal.

6. 1994 Ikut Pilpres lagi, ia pun masih kalah dengan Fernando Henrique Cardoso.

7.1998 ia ikut Pilpres tapi gagal juga.

8.Baru pada upayanya yang keempat (Oktober 2002), ia memperoleh mandat rakyat(61%) terpilih sbg Presiden ke 35 Brazil dan memilih industriawan Jose Alencar dari Partai Liberal sebagai wakil presiden.

PRESTASI LULA DA SILVA
Mewarisi pemerintahan Cordoso(1995-2003) yg korup,banyak orang miskin,pengangguran dan banyak kriminalitas :
1. Lula da Silva melalui program-program sosial berhasil
mengangkat derajat puluhan juta penduduk Brasil dari jurang kemiskinan
2.Lula sukses menempatkan bangsanya di puncak bersama negara-negara berkembang pesat lain, seperti Rusia, China, dan India
3.Brasil mampu melunasi utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) lebih awal. Bahkan Brasil siap memberi pinjaman sebesar 10 miliar dollar AS kepada IMF.
4.Luiz Inacio Lula da Silva sukses memimpin Brasil menjadi salah satu negara berkembang yang disegani di dunia.
Lula menjadi ujung tombak bagi negara-negara berkembang yang mendesak negara-negara kaya supaya menghapus subsidi pertanian, berperan lebih dalam perundingan perubahan iklim, dan memimpin dalam penanggulangan krisis keuangan global.
5.Lula mengunjungi 75 negara dan membuka 33 kedutaan besar baru. Empat belas kedutaan besar baru di buka di Afrika, sebagai bagian dari agenda kerja sama  selatan-selatan antara Amerika Selatan dan Afrika.
6.IMF mencatat, bahwa negeri  ini akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia pada 2020 mendatang.
7.Lula menjadi simbol transformasi Brasil dari yang tadinya negara keranjang utang ke negara kaya baru.
8.Cremilda Maria da Silva, seorang  warga miskin berusia 35 tahun mengelu-elukan Lula, karena gajinya kini cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Ini pemerintahan terbaik Brasil. Sebelum Lula, kami seperti tak memiliki pemerintahan,”
Aktivis perempuan di Olinda merasakan kenaikan standar hidup. “Saya bisa membeli obat sekarang. Bahkan juga komputer dan mesin cuci,” katanya

9.Dua periode memimpin Brasil(2003-2011) popularitas di akhir masa jabatannya masih mencapai 86%, hampir sama dengan popularitas Vladimir Putin dua kali menjabat presiden Rusia.MHT 21/03/14

TAWARAN SOLUSI UNTUK INDONESIA

TAWARAN SOLUSI UNTUK INDONESIA

Oleh :M.Hatta Taliwang

Masalah yg dhadapi Ind sngt besar,dahsyat, kmpleks dan berat.

Utk mngatasinya dperlukn kpemmpinan besar: bernyali besar, bervisi dan berwawasan luas ddukung rkyat yg mayoritas sadar, cerdas, bernurani baik dan dlm sistem politik/ketatanegaraan yg cocok.

Sejarah modern tlh mmbuktikan bhw prubahan nasib bangsa sngt dtntukan oleh daya tarung(nyali dan keuletan),trackrecord dan visi Pmimpin. Kt telah saksikan pd tokoh2 sperti : Soekarno, Mahathir, Lee Kuan Yew, Deng Xsiao Ping, Lula da Silva, Chavez, Khomeini,Mandela, Putin dll.

Ada yg brharap Pemilu/Pilpres 2014, adalah moment utk mrubah Ind. Brhrp ada pmimpin besar dan kuat lahir.
Mmprhatikan konstalasi dan ramalan hasil Pemilu dan Pilpres, bnyk kalangan pesimis. Capres “favorit” diduga trackrecord belum memadai, visinya blm terbaca, nyali kurang jelas mk kalangan intelektual ada yg skeptis. Ada capres yg diduga cukup trackrecord,visi bagus, nyali besar namun “tidak favorit” karena mediamassa dan pemodal serta partai tdk mendukung.
Bhkan ada yg ekstrim brpikir bhw Pemilu/Pilpres tak ada gunanya, hnya mrubah nasib sgelintir oknum.Hslnya ttp akn trbntuk oligarkhi, korupsi akn terus brjaya, Ind ttp “terjajah” dan rkyat mkn mnderita.

Shngga muncul ide2 aneh. Ada yg ingin revolusi tp tak ktemu rumus dan caranya. Bhkan ada yg ingin dorong kudeta sbg cara pralihan, nmn tdk ktemu jg caranya.

Kami dan bnyak kawan mndorong slsaikan ala Ind : MUSYAWARAH MUFAKAT ! Ada MPR RI bhkn bila prlu MPRS dbentuk. Psertanya dspakati brsama. Kt brmsywarah, sprti zaman dulu di desa2. Apakah cara ini KONSTITUSIONAL? Klo smua SEPAKAT maka itulah SUPRA KONSTITUSI (UUDasar Tertinggi).Kudeta saja sah klo didukung rakyat! Dg cara itulah kt slsaikan, sbg jalan darurat, transisi smp kt bs mnyepakati KONSTUSI, mnyepakati UU KEPARTAIAN,UU PEMILU barulah gelar PEMILU yg dhrpkn lbh brmutu! Itulah cara kita SELAMATKAN INDONESIA.MHT 21/03/14.

SURAT TERBUKA UNTUK DPR/MPR RI

SURAT TERBUKA UNTUK DPR/MPR RI

DPR/MPR MESTI PANGGIL PRESIDEN SBY SOAL UTANG NEGARA.

Menurut info ini : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/10/29/0724037/Tahun.2014.Pemerintah.Berencana.Utang.Rp.345.Triliun

Pemerintah mau cari utang lagi sebesar Rp 345 Triliun. Padahal utang negara saat ini sudah mencapai 2.400 triliun. Kalau ditambah lagi 345 triliun berarti akan berjumlah 2.750 triliun.
Andil rezim SBY atas utang tsb akan berjumlah 1550 triliun(56% dari total utang negara sejak Indonesia merdeka) dlm masa 10 tahun Pemerintahannya.

Padahal selama Pemerintahannya banyak kegagalan, termasuk gagal mensejahterakan mayoritas rakyat. Orang miskin tetap besar, pengangguran intelek makin banyak dan kesenjangan(indeks gini) makin tajam. Jadi utang untuk apa dan siapa?
“Utang untuk membiyai pemerintahan yang korup. Selama ini utang telah menjadi sebab semakin dalamnya cengkraman modal sing terhadap perekonomian Indonesia dan menjadi sebab kesengsaraan rakyat”. kata pengamat ekonomi politik dari IGJ,Salamuddin Daeng

PENYESATAN SOAL UTANG
Pihak Pemerintah sering membuat penyesatan soal hutang ini dg membangun logika kira2 begini :
” Mana yg lebih baik Anda punya utang Rp10 juta tapi kekayaan Anda Rp15 juta, dengan punya utang Rp 30 juta tapi kekayaan Anda Rp 75 juta? Jadi , tak soal utang Anda meningkat berapapun besarnya, asalkan kekayaan anda juga meningkat drastis”.

Penjelasan itu sekilas betul. Akan tetapi, jika penjelasan itu adalah analogi terhadap kondisi utang negara kita saat ini, maka jelas ada manipulasi besar. Ada penyesatan di situ. Sebab, penjelasan soal utang negara tak sesederhana kisah dua orang yang saling pinjam-meminjam.

“Pertama,  utang negara yang terus meningkat tidak disertai dengan perbaikan kondisi dan kualitas hidup rakyat. Artinya, penggunaan utang itu belum tentu untuk menggerakkan perekonomian yang menyejahterakan rakyat.

Sebagian besar utang itu dipakai untuk menggerakkan sektor keuangan.Sangat sedikit yang dipakai untuk menggerakkan sektor real, yang notabene menyangkut rakyat banyak. Dari data yang ada disebutkan, sebanyak 39,6 persen utang itu dipakai untuk menggerakkan sektor keuangan. Sedangkan 9,3 persen dipakai untuk perbaikan infrastruktur listrik, gas, dan air. Kemudian sekitar 4,7 persen dipergunakan untuk pengangkutan dan komunikasi. Sementara pertanian, yang menjadi tempat bergantungnya puluhan juta rakyat, hanya menerima alokasi 3,0%.
Ini yang membuat akumulasi utang luar negeri Indonesia tidak berkontribusi pada perbaikan infrastruktur, perbaikan layanan dasar, dan penciptaan lapangan kerja secara massif.

Kedua, sejarah utang—terutama yang berhubungan dengan negara-negara dan lembaga imperialis—adalah “jebakan” alias perangkap (debt trap). Utang luar negeri, seperti ditulis oleh Susan George dalam buku “Debt Boomerang: How Third World Debt Harms Us All”, merupakan suatu mekanisme yang dibuat oleh negara maju (pendonor) untuk memaksa negara penerima (peminjam) mengikuti aturan-aturan atau langkah-langkah yang mereka paksakan.

Negara yang ‘terperangkap utang’ akan dipaksa untuk terus menggenjot ekspornya—terutama ekspor bahan mentah—dan melakukan penghematan pada pengeluaran pemerintah dan belanja kesejahteraan sosial. Ini yang terjadi di sejumlah negara Amerika latin satu dekade lalu dan sekarang terjadi di Indonesia.

Mungkin kita akan bangga dengan ekspor yang meningkat. Akan tetapi, seperti ditulis oleh Eric Toussaint, Presiden Komisi Penghapusan Utang Negara Dunia Ketiga, ekspor ini tidak lebih dari penjarahan kekayaan alam. Menurut Toussaint, dalam dua dekade terakhir, telah terjadi transfer kekayaan berkali-kali lipat dari pinggiran (dunia ketiga) ke pusat (negeri-negeri imperialis). Yang terjadi, negara dunia ketiga akan mengalami kekurangan bahan mentah dan bencana ekologis.

Di samping itu, untuk membayar utang, negara penerima pinjaman harus melakukan penghematan besar-besaran: pemangkasan subsidi, privatisasi layanan publik, dan lain-lain. Bahkan, tidak sedikit disertai dengan privatisasi BUMN. Akibatnya, rakyat dipaksa membayar mahal akses kebutuhan dasarnya (pendidikan, kesehatan, air bersih, listrik, makanan, dan lain-lain).

Inilah yang menjelaskan mengapa peningkatan utang luar negeri justru berbarengan dengan penurunan tingkat kesejahteraan dan kualitas hidup manusia Indonesia. Itulah sebabnya mengapa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, pada tahun 2011 lalu, terperosok di peringkat 124 dari 187 negara.

Jadi, alih-alih kekayaan nasional Indonesia meningkat, utang luar negeri justru menjebak Indonesia dalam “lingkaran krisis”. APBN tidak pernah sehat karena sebagian dipakai membayar cicilan utang. Sedangkan anggaran untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat terus dipangkas.  Lantas, apa buktinya bangsa kita menjadi kaya karena utang? “(SUMBER : Editorial BERDIKARI.ONLINE).

Sehubungan dg info dan analisis diatas kami berharap agar sebelum Pemilu digelar dan sebelum berakhir masa jabatan Presiden SBY, DPR/MPR RI memanggil Presiden untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan kebijakan soal utang ini.

Demikian harapan kami.
M.Hatta Taliwang / Aktifis 77/78.

PELUANG KUDETA KONSTITUSIONAL PEMILU 2014

PELUANG KUDETA KONSTITUSIONAL PEMILU 2014

By: Soleman B. Ponto,
Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI 2011-2013

Pada 23 Januari 2014, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 serta tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Namun, aneh tapi nyata, undang-undang yang telah dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat itu oleh MK dinyatakan masih dapat dipakai dalam pelaksanaan Pemilu 2014.

Dengan demikian, secara jelas masyarakat Indonesia dapat melihat bahwa pelaksanaan Pemilu 2014, apabila masih menggunakan Undang-Undang Nomor 42/2008, hasilnya inkonstitusional atau tidak berdasarkan UUD 1945. Pihak-pihak yang menang, baik Presiden, Wakil Presiden, maupun anggota DPR, semuanya tidak sah karena menggunakan produk hukum yang bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.

Akibat inkonstitusional Pemilu 2014, sangat mungkin pihak terkait, baik para pendukung status quo maupun yang kalah, memiliki dasar hukum yang kuat untuk menggugat para pemenang. Dalam kondisi demikian ini, dapat dipastikan akan terjadi dua kubu yang saling klaim kemenangan dan kebenaran. Dua kubu ini berada pada jumlah, wilayah, dan kekuatan politik yang hampir seimbang. Maka yang akan terjadi adalah keadaan chaos, yakni sebuah kondisi yang mengarah ke pemberontakan bersenjata. Chaos bisa terjadi karena alamiah atau bisa pula rekayasa oleh pihak yang mau mengambil atau mendapat keuntungan oleh kondisi ini.

Dalam kondisi chaos inilah, apalagi kalau sudah menjurus ke arah pemberontakan bersenjata, posisi TNI menjadi sangat penting. Dalam sumpah prajurit di hadapan Tuhan, dinyatakan bahwa setiap anggota TNI akan setia kepada pemerintah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta tunduk kepada hukum.

Pasal 7 ayat 2 UU Nomor 34/2004 tentang TNI menyebutkan, “Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

“Sudah sangat jelas positioning TNI. Pertama, TNI akan dan harus berpihak kepada pihak yang mendukung pelaksanaan UUD45. Kedua, TNI harus tunduk kepada hukum, sehingga ia harus menjaga keutuhan bangsa. Bila keutuhan bangsa Indonesia terancam oleh chaos, TNI wajib melaksanakan Operasi Militer Selain Perang untuk mengatasi pemberontakan bersenjata, seperti yang tertulis pada pasal 7 ayat 2 titik 2 Undang-Undang No. 34/2004.

Di sisi lain, dari aspek hukum humaniter, pemberontakan bersenjata atau chaos yang mengarah ke perang saudara, karena menggunakan berbagai jenis senjata, masuk kategori konflik bersenjata internal, di mana rezim hukum yang berlaku adalah rezim hukum humaniter. Ini artinya, kekuasaan penuh berada di tangan militer. Dengan demikian, bila hal ini terjadi di Indonesia, kewenangan dan kewajiban untuk bertindak mengatasi chaos berada di tangan TNI.

Bila TNI tidak bertindak, pemimpin TNI (dalam hal ini Panglima) dapat dituntut sebagai pelanggar HAM karena melakukan pembiaran yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban. Masih hangat dalam ingatan kita bagaimana para perwira TNI yang bertugas di Timor-Timur dituduh sebagai pelanggar HAM karena melakukan pembiaran sehingga menyebabkan perang saudara setelah jajak pendapat.

Apalagi saat ini sangat jelas perintah undang-undang kepada TNI agar menegakkan kedaulatan negara yang berdasarkan UUD 1945 serta menjaga keutuhan bangsa. Dan, yang tidak kalah penting, setiap anggota TNI akan dikutuk Tuhan apabila tidak melaksanakan sumpahnya.

Memang, dalam UU TNI Pasal 17 ayat (1) disebutkan, “(1) Kewenangan dan tanggung jawab pengerahan kekuatan TNI berada pada Presiden.” Juga dalam Pasal 7 ayat 3 disebutkan disebutkan bahwa ketentuan tentang operasi militer untuk perang maupun selain perang dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

Pertanyaan besarnya, bagaimana TNI harus tunduk ketika posisi presiden maupun DPR dianggap tidak berdasarkan UUD 1945?

Dengan demikian, sangatlah jelas keputusan MK–yang membenarkan penggunaan undang-undang yang bertentangan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dalam Pemilu 2014–akan mengakibatkan chaos, baik terjadi secara alamiah maupun memang dengan sengaja direkayasa oleh pihak-pihak yang diuntungkan.Bila chaos terjadi, terbuka peluang TNI melakukan “kudeta” konstitusional atau kudeta yang diperintah oleh undang-undang.

Nah, supaya hal ini tidak terjadi, pelaksanaan pemilu serentak harus dilaksanakan pada Pemilu 2014 ini. Karena itulah yang konstitusional. Lebih baik tertunda daripada tidak legitimated.

BERHARAP (APA) DARI PEMILU 2014?

BERHARAP (APA) DARI PEMILU?
Oleh : M.Hatta Taliwang

Membaca dan mendengar janji dan harapan2 yg “diumbar” oleh para caleg, terutama caleg baru yg mengincar kursi DPR RI, terasa “mengharukan”. Mereka begitu optimis dan yakin bahwa bila mereka duduk di DPR RI, akan membawa PERUBAHAN, dengan tawaran program dan mengandalkan kapasitas dan kecerdasan pribadinnya. Seolah mereka “malaikat” yg akan mampu menyulap wajah DPR RI dan nasib bangsa.

Optimis boleh saja tapi apakah realistis? Mari kita coba bedah dg akal sehat.
Apa yang sy sampaikan ini bukan untuk menegasikan para teman-temannya yang sedang bergairah menjadi caleg. Ini cuma wacana untuk kita diskusikan demi peningkatan kualitas demokrasi kita.

Anggaplah Anda pada Pemilu 2014 terpilih menjadi anggota DPR RI. Fungsinya sudah jelas: pengawasan pemerintah, mengatur anggaran dan membuat UU bersama Pemerintah.

Ketika anda duduk di DPR dipilih oleh rakyat semestinyalah anda mewakili rakyat dan mengartikulasikan kepentingan rakyat. Sesuai bunyi kampanye anda ke rakyat,

Tapi apakah semudah dan sesederhana itu urusannya? Ternyata tidak. Karena sampai di Senayan para anggota Dewan itu tiba-tiba seperti ‘karyawan politik’. Ada birokrasi partai yang disebut ‘Fraksi’, yang akan mengatur: volume dan substansi yang boleh disuarakan di Senayan.

Anda tidak lagi mandiri untuk menyuarakan apa yang jadi titipan rakyat atau yang menjadi suara nurani anda. Ada ‘filter partai’ yang akan mengontrol semua kata dan sikap anda. Anda seakan ‘tersandera’ dan tidak bebas lagi bersuara seperti ketika jadi aktivis LSM atau pengacara atau dosen dan lain-lain,

Suara anda yang 560-an orang itu diatur oleh dirigen yang bernama Ketua Partai yang cuma belasan orang itu. Itulah ‘dewa’ yang harus anda ‘sembah’. Karena kalau mbalelo anda akan ditendang dari Senayan atau tidak akan dicalegkan lagi.

Lalu siapakah belasan orang “dewa” itu?
Hampir semua pemilik kuasa/pemilik modal yang merasa punya saham terbesar di ‘PT.Indonesia’yang dengan kekuatan duit bisa menguasai partai. Dibalik mereka adalagi “superpower” atas nama liberalisme politilk dan ekonomi mengatur arah bangsa Indonesia.(Bank Dunia,ADB,IMF,WTO,berbagai lembaga Internasional dan “invisible dirigen” lainnya)

Lalu rakyat yang anda wakili dimana? Sejak anda masuk Senayan rakyat sudah masuk ‘tong sampah.’

Mengapa bisa demikian? Karena sistem kepartaian kita bukanlah sistem yg dibangun untuk alat perjuangan kpentingan rakyat, tetapi sudah dibajak oleh pemilik modal/pemilik kuasa. Karena itulah kami telah mengritik sistem kepartaian ini dan menawarkan solusi untuk keluar dari sistem demokrasi prosedural dan palsu tsb. Antara lain dg merubah sistem pendanaan dan sistem rekruitmen kader partai. Namun tidaklah mudah melawan dominasi para oligarki partai yg telah merasa nikmat memperdaya rakyat.Mereka(penguasa partai) tak punya niat merubah.

Memang ada peluang PERUBAHAN klo partai yg mengusung semangat perubahan menang, namun melihat hasil survey partai pserta PEMILU, TAK ADA SATUPUN PARTAI yg mengusung semangat Perubahan akan memperoleh suara significant dan partai2 statusquo tetap akan unggul, maka harapan PERUBAHAN itu TIDAK AKAN TERWUJUD.
Pada akhirnya selesai PEMILU partai2 tsb akan membangun KOALISI bahkan OLIGARKI lagi, sehingga nasib Indonesia dan nasib rakyat tak akan berubah. Pemilik modal tetap akan berjaya, rakyat miskin akan tetap bertambah dan korupsi akan tetap menggila. Lalu harapan apa yg Anda titip pada saat Anda sbg pemilih datang ke kotak suara? “Harapan tiada, hidupku merana,… tinggallah daku sendiri..hidupku tak berarti.” lantun Vivi Sumanti penyanyi pop awal tahun 1970an.MHT100314

UNDANGAN

SKANDAL KEUANGAN JELANG PEMILU 2009,YAITU SKANDAL CENTURY,HARUS DIBONGKAR TUNTAS PD SIDANG PERTAMA BUDI MULYA 6/3/14 ,SEBELUM PEMILU 2014 DIGELAR, KITA HARUS DORONG KPK BERTINDAK TEGAS DENGAN MENANGKAP DALANG UTAMA SKANDAL CENTURY. KARENA ITU HADIRILAH DISKUSI PUBLIK
Institut Ekonomi Politik Soekarno-Hatta(IEPSH) dengan tema : MENYOAL CARA KPK MEMBERANTAS KORUPSI. Pembicara :Abraham Samad (Ketua KPK)*, Jen Pol(Purn) DR. Chairuddin Ismail , H.Fahri Hamzah (Angg Kom III DPR RI), Djoko Edhie A, SH MH,(Ketua LBH DESA/mantan ang DPR RI), John Mempi(Pengamat Intelijen,pengganti Bpk Maiyasyak Johan yg berhalangan). Dilaksanakan pada Rabu, 05 Maret 2014 jam 13.30 sampai selesai. Tempat Gedung YLBHI Jln.Diponegoro 74 Jakarta Pusat. Salam Pengundang :M. Hatta Taliwang(IEPSH)

*)Dalam konfirmasi. CATATAN : DATANG DAN HADIRILAH, DIJAMIN SERU!

API JERAMI,IRFAN BACHDIM, SBY DAN DEMOKRAT

API JERAMI, Irfan Bachdim,SBY Dan Demokrat.
Oleh : M.Hatta Taliwang

Api jerami adalah api yang cepat sekali menyala, bahkan membungbung ke langit. Menarik perhatian begitu cepat. Tetapi dalam sekejap padam bahkan asapnya pun cepat menghilang dan tidak menyisakan bara api, melainkan debu hitam yg mudah diterbangkan angin dan luluh diterjang air. Hanya menyisakan warna hitam pekat.

Saya minta maaf ke Irfan Bachdim, yg pada akhir tahun 2010 “bersinar bagaikan kilat” melampaui ranah sepakbola bahkan artis2 ada yg tergila padanya. Titi Kamal mnnjadi follower twitternya .Twitter Irfan Bachdim dlm sekejap waktu itu tumbuh pesat . Facebooknya diikuti sejuta orang lebih. Pada bulan Desember 2010 itu nama Irfan Bachdim meroket. Karena permainannya di lapangan? Ya, tetapi dugaan saya ada faktor lain : karena ia dianggap paling ganteng dari semua pemain dlm tim PSSI yg mengalahkan Malaysia 5-1 pada saat itu. Irfan Bachdim hanya menyumbang 1 gol, tapi pujian yg diterima luar biasa!Banyak ABG “tergila” padanya.
Hanya sesaat Irfan Bachdim “menyala”.
Sekarang Irfan Bachdim dimana? Mungkin hanya penggila sepakbola yang msh tahu, tapi ABG atau artis yg mengaguminya dulu, sudah melupakan Irfan Bachdim! Dia bagaikan api jerami, kilat nyalanya menyambar dahsyat namun padam sekejap itu.

Dalam kasus SBY dan Partai Demokrat pun kita temukan fenomena yg mirip. Kilat sinarnya menerangi seluruh jagat Indonesia, hanya sekejap dari partai yg anak bawang meraih suara 7 % pd Pemilu 2004, tiba tiba naik 300% pada Pemilu 2009, mengandalkan kesantunan dan kegantengan SBY. Sekarang jelang Pemilu 2014, kalau Pemilu berjalan normal, tanpa kecurangan, tanpa operasi intelijen, tanpa permainan sogok rakyat dg rekayasa dll cara seperti yg ditempuh PEMILU 2009, maka fenomena API JERAMI akan menimpa nasib Partai Demokrat dan SBY. Mungkin akan padam tanpa bara api !

Orang bijak berpesan : HATI HATI DAN WASPADALAH PADA APAPUN YANG MEMUKAU TERLALU CEPAT !

Irfan Bachdim sebenarnya (BERSAMBUNG)

Irfan Bachdim sebenarnya bukan pemain dg bakat luar biasa.Sebelum diterima sbg pemain PERSEMA Malang, dia tdk lulus seleksi jadi Pemain PERSIB Bandung maupun Persija Jakarta. Sewaktu di Belanda pun tak ada trackrecord luar biasa. Tetapi wajahnya dan “polesan2 pemberitaan media massa” menjadikan dia seakan SUPERSTAR. Dengan kata lain “akar kepopulerannya” tidaklah terlalu kuat. Sehingga sekejap padam.

Kemenangan 300% Partai Demokrat tahun 2009 pasti juga banyak pelajaran. Pasti ada yang “tidak alamiah” yg terjadi sehingga nasib Partai Demokrat(dan SBY) bisa menjadi fenomena API JERAMI.

Maka wahai para aktor dan dalang2 yg suka mempermainkan politik dan kekuasaan di Indonesia, berhentilah “meniup balon”, jika tdk ingin balon anda meletus terlalu dini. Nyalakan api dari kayu2 yang kokoh agar sinarnya lbh tahan dan alamiah. Pilihlah pemimpin yg dasar2 tumbuhnya jelas, alamiah bukan rekayasa, dari arena pertarungan dan prestasi bukan yg tiba tiba dan semu! Agar nyala jerami , fenomena Irfan dan PD, tidak berulang.MHT 260214.

Capres Versi Pemilu/ Pilpres 2014

CAPRES VERSI PEMILU/PILPRES 2014*)
Oleh: M.Hatta Taliwang

Pertimbangan /Syarat:
1.Pengalaman Dlm berbagai bidang sehingga memiliki wawasan kenegarawanan.
2.Prestasi/Track record
3.Kemampuan Memimpin
4.Popularitas
5.Pergaulan/Jaringan Internasional
6.Nasionalisme dan Pembelaan Terhadap Rakyat.
7.Diterima Berbagai Golongan
8.Visi dan Pemahaman Masalah Bangsa/ Pemahaman Geopolitik
9.Memiliki basis pendukung

Dari kriteria tsb diatas tidak ada capres yang sempurna, ada saja masalah dan kontroversinya.
Kami susun dg dua lapis. Lapis Pertama, kelompok senior, yg mendekati semua syarat dg potensi jadi Capres, meskipun ada juga yg bisa jadi Wapres.

Lapis Kedua, adalah memang rata rata junior, ada kriteria yg belum dipenuhi. Mayoritas bisa jadi orang kedua(Wapres) juga masuk dlm Kabinet.Diharapkan matang pd Pilpres 2019.

Berdasarkan hal itu maka :
CAPRES/WAPRES LAPIS PERTAMA.
(Berdasarkan Abjad)

1.Aburizal Bakrie,
2.Akbar Tanjung
3.Hidayat Nurwahid
4.Djoko Santoso
5.Djoko Suyanto
6.M.Jusuf Kalla
7.M.Mahfud,MD
8.M.Din Syamsuddin
9.M.Hatta Rajasa
10.Megawati Soekarnoputri
11.Prabowo Soebiyanto
12.Rizal Ramli
13.Ryamizard Ryacudu
14.Surya Paloh
15.Sri Sultan HB X
16.Sutiyoso
17.Saurip Kadi
18.Siti Fadillah Soepari
19.Tyasno Soedarto
20.Wiranto
21.Yusril Ihza Mahendra

LAPIS KEDUA
(Berdasarkan Abjad)
1.Abraham Samad
2.Achmad Heryawan
3.Anies Baswedan
4.Chaerul Tanjung
5.Dahlan Iskan
6.Deddy Mizwar
7.Denny Mukhtar Cilah
8.Gita Wiryawan
9.Hary Tanoesoedibjo
10.Irman Gusman
11.Imam Prasodjo
12.Jokowi
13.Jimly Ashsiddiqie
14.Marzuki Alie
15.MS Kaban
16.Muhaimin Iskandar
17.Rano Karno
18.Sayuti Asyathrie
19.Sukmadji Indro Tjahyono
20.Soetrisno Bachir
21.Tri Rismaharini

Demikian pendapat kami. Silakan dikomentar.
Jakarta, 24 Februari 2014

*)Capres Versi SI MPR/S atau Versi REVOLUSI lain lagi.

FAKTA FAKTA YG LUCU DAN ANEH TENTANG KETATANEGARAAN KITA

Fakta Fakta Aneh Dan Lucu Tentang Ketatanegaraan Kita.

1. Tiap Lembaga Tinggi Negara jadi “kerajaan masing2″, tdk jelas pertanggung jawabannya.Konsep check and balance tidak difahami substansinya.

2. Ada MPR tapi tdk pernah bermusyawarah untuk bicarakan dan beri solusi atas kemelut/krisis bangsa.

3. Ada DPR, tp anggotanya lbh tunduk pd kemauan Pimpinan Partai/Pimpinan Oligarkhi. Janji2 pd rakyat cuma jadi catatan2 kebohongan.Dewan Perwakilan Rakyat atau Dewan Perwakilan Partai?

4.Ada DPD, tapi hanya pelengkap , tidak punya/tdk diberi kewenangan budget.Hanya mencatat masalah2 dr daerah tp tak dpt beri solusi/eksekusi kongkrit.

5. Gubernur kadang lebih menghargai ketua partainya daripada atasannya (Presiden/Menteri). Begitupun Bupati lbh patuh pada Ketua Partainya drpd atasannya(Gubernur )

6. MK dipilih oleh DPR/Presiden, diantara anggota (komionernya) ada 3 “utusan DPR” tapi kerjanya membatalkan Keputusan “temannya” yg 560 anggota DPR.

7.KPK dibentuk dg UNDANG UNDANG dan KOMISIONERNYA ditetapkan dg KEPRES, tapi bisa menangkap siapapun yg bersalah termasuk Presiden/Kepala Negara dan Pimpinan MPR. Pdhal kewenangan KPK hanya diatur dlm UU, tdk/blum diatur dlm UUD45.

8. Yang mengisi jabatan2 mulia di DPR, di MK, MA, BPK ,KPK dll ada yg punya trackrecord “kurang mulia”.

9.Pemenang dan Penetapan Presiden dari negara dg penduduk 240 juta ini cukup oleh 5 komisioner KPU.

10.Sebentar lg rakyat disuruh memilih (via Pemilu/Pilpres)utk mengisi jabatan2 yg lucu dan aneh itu.

11.Pdhal nyatanya nasib rakyat banyak ditentukan Bank Dunia,WTO,ADB,IMF,APEC,dll yg tdk mendapat mandat rakyat Ind.

12.Untuk smua fakta keanehan dan yg lucu2 diatas NEGARA/RAKYAT HARUS MEMBAYAR GAJI MEREKA DENGAN MAHAL MELALUI PAJAK yg dibayar rakyat.

13. Semua fakta keanehan dan yg lucu tsb dketahui dan dsaksikan oleh para akademisi yang brgelar Prof,Doktor bidang Politik, Hukum, Tata Negara dll TANPA ADA UPAYA MEMBERI SOLUSI. Lucu kan?.

14.Suara kami para aktifis atas berbagai hal yg aneh dan lucu dianggap “SUARA ORANG GILA”. Lebih lucu lagi! Ya nanti kita sambung lagi dg fakta dan kisah yg lucu di negeri ini! (M.Hatta Taliwang, 12 Feb 2014).

LAYAKKAH PEMILU DIGELAR? (LATAR BELAKANG DISKUSI BESOK 11/2/14).

LAYAKKAH PEMILU DIGELAR?
(LATAR BELAKANG DISKUSI BESOK 11/2/14).

1.Prof Yusril mengumpamakan hasil Pilpres 2014 nanti selama lima tahun ke depan sbg hasil pasangan “kumpul kebo” sbg akibat putusan MK yg kontroversi.
“Pelaksanaan Pilpres 2014 ini bisa menimbulkan problema konstitusionalitas yg pelik
Presiden terpilih 2014 nanti bisa dihadapkan kepada problema legitimasi. Sah apa tidak dia sebagai Presiden”.kata Prof YIM.

2.Survey menyebutkan bhwa tingkat kpercayaan rakyat ke partai cuma sekitar 9,4%. Jadi akan terjadi partisipasi rendah dlm Pemilu.Klopun meningkat itu pasti hasil kerja money politik.

3. Masyarakat selaku pembayar pajak tentu berhak mempertanyakan, ini “gawe apaan”? Benarkah kerjaan ini berguna untuk rakyat ? Pdhal berbagai analisis, Pemilu yg digelar rezim ini tak ada gunanya. DPR yg dilahirkan mengabdi utk “pemilik partai yg dikendalikan kapitalis lokal maupun global”, sementara nasib rakyat ditentukan oleh Bank Dunia,WTO,IMF,ADB dll yg tdk mendapat mandat dari rakyat!

4. Beban APBN untuk “kerjaan sia sia” ini bukan main besarnya. Berbagai institusi berlomba lomba ikut “menggarong APBN” atas nama kpentingan PEMILU, sementara subsidi untuk rakyat yg menderita(petani, nelayan, buruh dll) dlm bentuk subsidi pupuk, minyak,listrik,gas makin diciutkan.

Maka sebagai rakyat biasa, wajarlah kita bertanya : “LAYAKKAH PEMILU INI DIGELAR?”.

JAWABANNYA DATANG KE DISKUSI BESOK ! Salam.MHT(IEPSH).

UNDANGAN DISKUSI PUBLIK DAN KONPERS: (Koreksi Tahun Undangan Yg Kemarin, INI YANG BENAR). Yayasan Lembaga Riset dan Polling Indonesia(YLRPI) bekerja sama dengan Institut Ekonomi Politik Soekarno-Hatta(IEPSH) mengundang untuk Konferensi Pers dan Diskusi Publik dengan tema : LAYAKKAH PEMILU 2014 DILAKSANAKAN? Pembicara : Dr.Margarito Kamis (Pakar Hukum Tata Negara), Denny Mukhtar Cilah (Ketum Partai Kedaulatan), Taufik Hidayat (Yayasan Lembaga Riset dan Polling Indonesia), Uchok Khadafi(FITRA), Djoko Edhi Sutjipto Abdurrachman (mantan Anggota DPRRI). Dilaksanakan pada Selasa tgl 11 Pebruari 2014 jam 14.00 sampai selesai. Tempat Gedung YLBHI Jln.Diponegoro 74 Jakarta Pusat. Salam Pengundang :M. Hatta Taliwang(IEPSH) dan Taufik Hidayat(YLRPI). (TOLONG BANTU SEBAR YA? BAGI REKAN2 MEDIA INI TOLONG DIANGGAP SEBAGAI UNDANGAN YA)