MENGANTISIPASI PEMILU/PILPRES CURANG !

MENGANTISIPASI PEMILU/PILPRES CURANG !

Oleh : M.Hatta Taliwang
Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta(IEPSH)

Pemilu/Pilpres curang akan membuat bangsa akan masuk dlm krisis nasional serius. Tetapi kita juga mesti waspada bahwa bisa saja ada kekuatan statusquo/ asing yg ingin Pemilu kacau sebagai cara untuk membuat krisis sehingga bangsa Indonesia larut dlm pertikaian dan pada saat yg sama mereka mengeduk keuntungan dari krisis dg terus memeras bangsa ini.

Meskipun kami salah satu yang paling tidak selera terhadap Pemilu/Pilpres yg akan diselenggarakan rezim pembohong ini , oleh berbagai alasan yg telah kami tulis dlm buku kecil kami : PERUBAHAN LEWAT PEMILU ATAU REVOLUSI, namun realitasnya mayoritas partai dan rakyat yg kesadaran politiknya rendah telah memandang Pemilu sbg seremoni, tak bedanya hadapi hari raya keagamaan. Kami tinggal sekedar mengingatkan saja bahwa ada ranjau ranjau yg rawan.

Karena itu kita berkepentingan bangsa Indonesia harus selamat melewati periode yg kritis tersebut dg menyelenggarakan Pemilu/Pilpres yg jujur, terbuka, adil dan benar.

Kita sdh pernah menulis dan menganalisis kecurangan2 Pemilu 2009. Sehingga kini sdh banyak komponen bangsa yang faham tentang pola dan cara cara kotor menang Pemilu/Pilpres. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa cara cara keji itu akan diulang lagi, mengingat alasan alasan untuk mempertahankan statusquo ini sangat mendasar bagi rezim yg banyak dosa ini.

Seorang teman bekas anggota DPR RI yang antara lain membidangi PEMILU diwaktu yl mengingatkan bahwa klo tidak waspada, maka pertempuran(baca : PERMAINAN!) Pemilu/Pilpres rielnya akan berlangsung di kantor KPU dg instrumennya IT ! Bisa terjadi distribusi suara akan “dikompromikan” oleh kekuatan2 partai besar dg mendasarkan(PANDUAN!) dari hasil hasil SURVEY. Dimatanya survey adalah alat membangun opini secara bertahap tetapi terus menerus dibangun(conditioning), agar pada saatnya rakyat Pemilih bahkan Pimpinan Partai itu sendiri menjadi yakin BERSAMBUNG

tatkala perolehan “hasil pemilu kompromi di KPU”(hasil permainan IT) diumumkan! Dengan kata lain hasil riel yg dikotak suara itu, akan jadi sampah!

Anda boleh percaya boleh tidak atas (hipo)tesis diatas. Tetapi maksud kami dg bersandar pada Pemilu/Pilpres yg lalu, melihat urgensi besar rezim ini utk terus mempertahankan kekuasaannya, maka apa sih yg tidak mungkin dilakukan? Bukankan Pemilu/Pilpres yg lalu diduga dimulai dg mencuri dana Bank Century? Melakukan operasi intelijen utk memenangkan seseorang(sesuatu yg diharamkan di negara demokrasi, apalg klo melibatkan aparat resmi!), Melibatkan lembaga asing dlm penghitungan (padahal dilarang UU), memanfaatkan bantuan asing (Bank Dunia dll) dlm wujud BLT, PNPM, Raskin,dll pada jelang pemilu,diduga memanipulasi DPT/ IT dll ?

Kita berharap partai partai besar tidak berkompromi hanya utk manfaat sesaat tp merusak hari depan demokrasi dan bangsa,karena memang godaan utk melakukan itu sangat besar( bagi2 jabatan Presiden,Wapres, Menteri2 dll). Apalagi klo di tiap partai ada orang berkaki dua atau tiga, maka urusan jadi cincai.

Partai partai menengah dan kecil harus waspada, jangan puas terima tulang belulang. Para ahli ahli IT dari ITB/UI dll ikut mengontrol kerja KPU dan masyarakat membelalakkan matanya bila perlu kepung KPU/KPUD dlm penghitungan.
Jangan percaya pada rezim yg telah terbukti sering BOHONG! MHT220913.

Leave a Reply