MENGAPA SAYA TIDAK TERTARIK MENJADI CALEG (LAGI)?

MENGAPA SAYA TIDAK TERTARIK MENJADI CALEG (LAGI)?
Oleh ; M.Hatta Taliwang

Tulisan ini bukan pembelaan diri atau untuk menegasikan kawan kawan yang sedang bergairah menjadi caleg. Ini cuma wacana untuk kita diskusikan demi peningkatan kualitas demokrasi kita.

Saya akan deskripsikan secara sederhana dan ringkas proses sejak dari caleg sampai menjadi anggota legislatif (DPR dlm hal ini DPR RI sbgai tempat sy pernah berpengalaman). Anggaplah anda nanti pd 2014 terpilih menjadi anggota DPR RI. Fungsinya sdh jelas: pengawasan pemerintah, mengatur anggaran dan membuat UU (bersama Pemerintah). Ketika anda duduk di DPR dipilih oleh rakyat semestinyalah anda mewakili rakyat dan mengartikulasilkan kepentingan rakyat. Sesuai bunyi kampanye anda ke rakyat. Tp apakah semudah dan sesederhana itu urusannya?. Ternyata tidak! Karena sampai di Senayan anda tiba tiba seperti “karyawan politik”. Ada birokrasi partai yang disebut “Fraksi”, yang akan mengatur : volume dan substansi yang boleh disuarakan di Senayan. Anda tidak lagi mandiri untuk menyuarakan apa yang jadi titipan rakyat atau yang menjadi suara nurani anda. Ada “filter partai” yg akan mengontrol semua kata dan sikap anda. Anda seakan “tersandera” dan tidak bebas lagi bersuara seperti ketika jadi LSM atau Pengacara atau Dosen dll. Suara anda yang 560an orang itu diatur oleh diregen yang bernama KETUA PARTAI yg cuma belasan orang itu. Itulah “dewa” yang harus anda “sembah”. Karena klo mbalelo anda akan ditendang dari Senayan atau tidak akan dicalegkan lagi. Lalu siapakah belasan orang “dewa” itu? Hampir semuanya pemilik kuasa/pemilik modal yang merasa punya saham terbesar di PT.Indonesia yg dg kekuatan duit bisa menguasai partai. Dibalik mereka adalagi “superpower” atas nama liberalisme politilk dan ekonomi mengatur arah bangsa Indonesia. Lalu rakyat yang anda wakili dimana? Sejak anda masuk Senayan rakyat sdh masuk TONG SAMPAH! Karena itulah sy tidak tertarik lg jadi caleg dlm sistem kepartaian dan keparlemenan seperti ini. Tak ingin kebebasan yg kami nikmati sekarang tersandera. Tak sudi cuma jadi anggota koor yang membohongi rakyat dan hidup dlm kepalsuan. Lbh baik berjuang memperkuat civil society untuk merubah aturan2 dan sistem yg berkhianat ini. Minimal mengajukan Judicial Review ke MK untuk merubah semua itu. Itulah minimal langkah sambil menunggu kawan kawan berkumpul untuk revolusi menegakkan demokrasi yang sesungguhnya ! MHT.130513

Leave a Reply