MONUMEN KORUPSI

MONUMEN KORUPSI
Oleh : M.Hatta Taliwang

Sekurang kurangnya di Jakarta, ada 3(tiga) “monumen korupsi” yg secara pisik dan kasat mata kita saksikan.

Monumen pertama bernama MONOREL, yang tiang pancangnya kita lihat dan lewati sehari hari di dekat gedung DPR/MPR RI. Sebagai warga Jakarta sy malu lihat kok ada besi beton tidak jelas maknanya bertebaran sampai di Jln Kuningan depan Gedung KPK.
Anggota DPR atau Komisioner KPK mungkin tak tergugah bertanya apa makna monumen tsb.

Monumen kedua, mungkin pernah dengar proyek wisata air di Kali Ciliwung/Krukut Jkt.Telah dibuat dermaga untuk perahu, lengkap dengan lampu penerangan dan petunjuk arah di beberapa titik sepanjang kali . Tapi apa yang terjadi? Perahu yang sudah disiapkan tidak bisa digunakan karena tingginya lumpur dalam sungai. Sedangkan prasarana berupa dermaga, lampu-lampu penerangan, ruang tunggu dan papan petunjuk sekarang ini sdh rusak dan hancur dimakan rayap.Ini mungkin proyek didesign utk korupsi.

Monumen Ketiga, ini “calon monumen korupsi”. bernama proyek jalan layang nontol antara Tanah Abang Kampung Melayu. Proyek ini seharusnya selesai tahun lalu(2012) tp sampai pertengahan tahun ini belum dpt digunakan. Sy hitung lbh kurang 10 titik sambung yg blum dikerjakan. Berapa kerugian masyarakat menderira macet tiap hari diseputaran proyek tsb. Apapun alasannya diduga ada korupsi besar di proyek tsb sehingga Gubernur yg sekarang mengevaluasi proyek tsb. Entah smp kapan selesai!

Monumen2 korupsi seperti itu mungkin ratusan atau ribuan bertebaran diseluruh pelosok tanah air seperti Hambalang. Ada berbentuk Rumah Sakit, Dermaga, Bendungan, Pasar, Terminal, BLK dll.

Yg luar biasa hanya sedikit yg diproses secara hukum. Bahkan penanggung jawabnya mungkin jadi capres, cagub, capub dll. Masyarakat TIDAK MENGHUKUM mereka, bahkan sebagian dipuja sbg capres,cagub atau cabup idola. Monumen korupsi mereka tdk bermakna apa apa di negara hukum wanipiro ini.MHT 270513

Leave a Reply