MUNGKINKAH TERJADI PERALIHAN KEKUASAAN DG DAMAI?

MUNGKINKAH TERJADI PERALIHAN KEKUASAAN DG DAMAI?
Oleh : M. Hatta Taliwang

Tradisi berebut kekuasaan dg berdarah di negeri ini telah berakar ratusan tahun.Pada kisaran abad ke 13 di Tanah Jawa ini pernah hidup seorang jagoan bernama Ken Arok yg merebut kekuasaan dg kekerasan dari Tunggul Ametung Raja Tumapel (sekaligus merebut Ken Dedes yg cantik setelah sblumnya membunuh Mpu Gandring sang pembuat Keris).
Ken Arok berkuasa selama 27 Tahun.Anusapati, anak Ken Dedes dg Tunggul Ametung membunuh Ken Arok setelah mengetahui bahwa Ken Arok yang membunuh bapaknya. Ken Arok dibunuh dengan keris yang sama saat ia membunuh Tunggul Ametung. Anusapati berkuasa selama 20 tahun.

Kemudian Anusapati pun dibunuh dengan keris yang sama oleh Panji Tohjaya, anak hasil perkawinan Ken Arok dengan Ken Umang.

Sejarah terus berlanjut pada cerita keturunan mereka, saling rebut dan guling kekuasaan.

Setelah era kemerdekaan, terjadi peralihan kekuasaan berdarah jutaan rakyat, dari Soekarno ke Soeharto thn 1965/1968 yg dikenal sebagai KUDETA MERANGKAK. Republik Indonesia berduka mendalam.

Soeharto turun dg hingar bingar dan juga dg cucuran darah aktifis dan mahasiswa.

Naik turunnya HABIBIE dan Gus Dur sempat hingar bingar, meskipun tidak berdarah darah berat.

Peralihan relatif damai terjadi saat Megawati melepas kekuasaannya ke SBY melalui Pemilu yg relatif baik thn 2004.

Era damai kita lalui hanya sesaat.
Demokrasi yg semestinya menjadi alat peralihan kekuasaan dg jurdil dirasakan penuh kecurangan pd thn 2009. Pemilu diduga curang berat dlm hal penghimpunan dana, jumlah DPT, penghitungan IT, operasi intelijen, operasi pencitraan,pemanfaatan dana asing, pemnfaatan birokrasi dll.
Ini berekor pd tidak efektifnya pengelolaan pemerintahan pasca 2009 smp sekarang.

Kita mnyambut tahun2 ke depan dg penuh kcemasan. Perubahan macam apakah yg akan terjadi? Mungkinkah trjadi peralihan kkuasaan dg damai ditengah frustrasi,krisis kepercayaan dan apatisme bahkan “dendam” yg luas ?MHT

Leave a Reply