NAKODA TANGGUH LAHIR DARI LAUT YANG BERGOLAK!Oleh : M. Hatta Taliwang

NAKODA TANGGUH LAHIR DARI LAUT YANG BERGOLAK!
Oleh : M. Hatta Taliwang

Kalau saja kehidupan berbangsa kita umpamakan sebuah perahu pinisi yang sedang berlayar, maka situasinya seperti kita sedang menghadapi laut yang bergolak. Ada gelombang cukup besar, ada badai cukup keras menggoyang dan menghempas kapal kekiri, ke kanan sehingga kapal oleng seakan mau tenggelam. Hempasan demi hempasan gelombang datang menendang. Jurumudi kelelahan mengarahkan kemudi agar selaras dg kehendak arus dan gelombang. Sementara juru layar tersengal sengal mengatur tarikan layar agar dapt mengikuti arah kemudi serta ritme badai yg datang menerpa.

Penumpang harap harap cemas dlm kegelapan cuaca penuh kegalauan memikir nasib yg sedang menimpa mereka: antara SELAMAT ATAUKAH AKAN KARAM?
Dalam suasana kemelut demikian penumpang tentu saja mencari nakoda(punggawa). Mereka ingin dpt jawaban atas situasi yang sedang dihadapi.Tapi apa yg dijumpai? Ternyata sang punggawa : sedang bermain gambus, menyanyikan lagu melankolis diatas geladak !

Masyaallah. Betapa kecewanya penumpang.

Meskipun dlm realitas kehidupan tdk sedramatis itu situasinya, namun perumpamaan diatas setidaknya bisa mewakili perasaan kita bila dlm berbangsa, kita menemukan pemimpin yang dalam suasana kacau dan kritis ternyata bersikap santai dan tdk peduli pada kepentingan yg lbh luas. Pemimpin yang hanya peduli pada urusan keluarganya, urusan hobbynya,dirinya.
Tentu saja menimbulkan kejengkelan, protes dan kemarahan! De facto dia tidak pemimpin lagi! Awak perahu pinisi akan membanting punggawa yg demikian ketengah laut.

Jika pada saat kritis demikian ada awak yg muncul dg gagah perkasa menawarkan solusi, tegas,adil dan berani, maka dia akan dielukan oleh rakyat.Dia tampil tanpa menunggu PEMILU karena pemimpin sejati menjawab persoalan rakyat SEKARANG.Bukan menebar janji untuk NANTI. Dialah pemimpin sejati. Karena NAKODA TANGGUH LAHIR DARI LAUT YANG BERGOLAK! MHT

Leave a Reply