PENGUASA YG DI KUDETA, TERUSIR DAN BUNUH DIRI

PENGUASA YG DI KUDETA, TERUSIR DAN BUNUH DIRI
Oleh :M.Hatta Taliwang

Di banyak negara berkembang jarang kekuasaan berakhir normal. Penguasa berakhir kekuasaan dan berakhir hidupnya dg tragis. Antara lain melalui:revolusi ,pembunuhan politik, kudeta, bunuh diri, kabur ke luar negeri, kecelakaan dll.Yg terbanyak pembunuhan politik terjadi di Afrika,Asia,Amerika Latin dan Eropa/Rusia.

Jendral Zia-ul-Haq menggulingkan Zulfikar Ali Bhutto karena menganggap Bhutto gagal menyelamatkan negara dari krisis. “Adalah suatu dosa besar apabila Angkatan Bersenjata diam saja seperti penonton ketika melihat para pemimpin politik gagal menyelamatkan negara dari krisis.”kata Zia-ul-Haq

Penguasa yg kabur ke LN dan meninggal di luar negeri a.l : Ferdinand Marcos (Philipina) meninggal di Hawai, Shah Reza Pahlevi(Iran) meninggal di Mesir, Idi Amin(Uganda) meninggal di Saudi Arabia, Stroessner (Paraguay) meninggal di Brazil dll.Mereka terusir dari negerinya karena terancam nyawanya di negerinya karena dendam rakyat atas kedidaktoran/korupsinya.

Presiden Korea Selatan ke-16, Roh Moo-hyun. meninggal pada 23 Mei 2009 stelah terjun bebas dari jurang pegunungan di belakang rumahnya di desa Bongha. Roh meninggalkan catatan yang mengatakan bhwa hidupnya “sulit” dan meminta maaf telah “membuat banyak orang menderita”.
Beragam kebijakannya tidak populer, seperti pengiriman tentara ke Irak dan kegagalannya membentuk koalisi besar dengan Partai Nasional Utama membuatnya frustrasi dan menanggung malu.

Pada 24 Agustus 1954 Presiden Brazil Getulio Vargas Bunuh Diri
karena frustrasi atas krisis ekonomi di negerinya.
Peristiwa tragis itu terjadi beberapa jam setelah Vargas menyatakan mundur sebagai presiden.
“Tak ada yang tersisa selain darahku. Telah kuberikan hidupku kepada kalian, kini aku berkorban nyawa. Cara ini kupilih untuk membela kalian. Semoga jiwaku menyertai kalian, namaku terus ada di dalam perjuangan kalian,” demikian penggalan ungkapan Vargas sebelum dia bunuh diri.MHT

Leave a Reply