PERAN MILITER INDONESIA DALAM PERUBAHAN

PERAN MILITER INDONESIA DALAM PERUBAHAN.
Oleh : M.Hatta Taliwang

Kemarin kami turunkan tulisan analisis berjudul :
PEMILU GAGAL,NEGARA DLM KEADAAN DARURAT,SBY PERPANJANG MASA BERKUASA ATAU TENTARA BERKUASA?

Jika cermat membaca tulisan tsb maka tentara(militer) dlm analisis tsb akan “terpaksa” mengambil peran “penguasa” oleh karena memang konstitusi pasca amandemen UUD45 tidak ada exit emergency, bila Pemilu gagal dan kekuasaan Presiden/Wapres,DPR,DPD,MPR serentak berakhir pd tgl 20 Oktober 2014.Menurut Prof Yusril tinggal Panglima TNI dan Kapolri yg berkuasa pasca 20 Oktober 2014. Inilah alasan mengapa “dugaan” kami Tentara akan jadi penguasa pada saat terjadinya kevakuman kekuasaan negara. Bagaimana peranan militer (secara teori) dlm stuasi demikian? Kami turunkan tulisan singkat kami(Juli 2011) sbb :

Kalau memakai pisau analisis Eric A Nordlinger(1990), maka kadar campur tangan militer(prajurit pretoria) trhadap kekuasaan/pemerintah sipil, ada 3 tingkatan/kategori.

Pertama , sbg Moderator Pretorian. Mereka hanya sbg klompok penekan trhadap pemerintahan sipil.Mereka tdk menerima spenuhnya supremasi sipil tp mereka sendiri tak punya keinginan utk(merebut) kekuasaan.Apa yg dialami Presiden (sipil) ARGENTINA, FRONDIZI (1959-1962) mrupakan contoh bgmana militer memperlakukan penguasa sipil. Atau peran Jen Nasution dlm thn 50an smp awal 60an bisa masuk dlm kategori ini..
Kedua, sbg Pengawal Pretorian.Dlm kadar ini militer tdk sungkan utk melakukan kudeta tetapi dg niat mempertahankan status quo. Militer hanya mengambil alih smentara dan dlm jangka waktu tertentu. Melalui PEMILU, militer mengembalikan kekuasaan ke sipil. Mungkin Thailand bs jd salah satu contoh atau apa yg ditempuh Mesir sebelum kudeta Jen Azisi.

Ketiga, sbg Penguasa Pretorian. Disini militer benar2 merebut kekuasaan demi membangun rezim militer dg sgala konsep dan tujuan perubahan yg ingin dilakukan. Apa yg dilakukan Jen Pinochet di CHILE (1973) atau Jen Soeharto (1965) dapat dimasukkan dlm

Leave a Reply