PRABOWO DALAM KEPUNGAN JENDERAL.

PRABOWO DALAM KEPUNGAN JENDERAL.
Oleh : M. Hatta Taliwang

Bagaimana menafsirkan kedatangan 7(tujuh) Jenderal dipimpin Luhut Panjaitan menemui Presiden SBY hanya selang 2 hari setelah pertemuan SBY dg Prabowo Subianto?

Padahal bulan Oktober 2012 lalu
dalam acara peluncuran buku “Mengawali Integrasi, Mengusung Reformasi” yang dihelat oleh alumni Akabri 1970 di Raffless Grand Ballroom, Balai Kartini, Jakarta, Luhut tidak mengundang Prabowo dan Luhut sbg alumni 1970 pidato didepan SBY yg hadir khusus diacara tsb dg kalimat :” meminta Presiden agar Presiden berikutnya haruslah sosok yang memiliki rekam jejak yang bersih. Punya success strory. Jangan punya masa lalu yang kelam,”

Siapa yang sedang bermain dan untuk apa semua permainan ini?
Pertemuan SBY dg Prabowo saja sdh menimbulkan berbagai spekulasi : Siapa butuh siapa? Orang Prabowo bilang SBY butuh Prabowo, sebaliknya orang SBY bilang Prabowo yg sedang butuh SBY. Apakah ada hubungan dg penangkapan Hercules yg selama ini dianggap berafiliasi ke Prabowo? Apa maksud penangkapan? Utk merusak citra Prabowo yg sedang naik daun dlm survey survey Capres? Untuk mendapat bargainning berunding dg Prabowo? Untuk memotong kemungkinan Prabowo joint dg SBY? Atau SBY sedang memainkan kartu “pukul dan peluk” utk menggolkan hidden agenda 2014?Lalu apa hubungannya dg rumour yg beredar bhwa ada missi ke Roma dan ke Denhaag berkaitan dg kasus HAM ke Mahkamah Internasional? Ada sederet tanya menggelayut dlm benak publik.

Seorang kawan menulis BB ke saya ; “Banyak yg tdk perhatian, ketika beberapa media menginfokan SBY membeli 2 buku ketika transit di Abudabi sebelum kunjungannya ke Jerman baru2 ini.. Salah satu buku yg dibelinya tentang “Hitler”.
Apapun judulnya, semua buku ttg Hitler bercerita tentang 3 hal:
(1) Bagaimana Hitler membangun nasionalisme bangsa Aria Jerman dg cara yg tegas dan keras;
(2) Bagaimana Hitler membunuh 6 juta Yahudi di Eropa;
(3) Bagaimana Hitler mengakhiri hidupnya di bawah (BERSAMBUNG)

(2)
di bawah Bunker di Berlin dg menembakkan kepalanya sendiri.

Apakah ada hubungan
setelah membaca buku tsb, SBY mengundang Prabowo ke istana, mengingat Prabowo acapkali dipersepsikan sbg militer yg tegas dan keras..
Beberapa waktu yl di hadapan KNPI, SBY menyatakan berbahaya tipe pemimpin yg keras dlm era demokrasi. Tentu semua pihak percaya bhw arah ucapan tsb pd Prabowo. Apa yang ditakutkan SBY terhadap Prabowo?

Jika semua hasil survey tentang Prabowo menjadi kenyataan, maka Prabowo akan menjadi Presiden tahun 2014. Inikah yang membuat SBY harus segera berunding dg Prabowo? Lalu apa yg dirundingkan pada pertemuan kali ini?”

Belum terjawab pertanyaan2 itu tiba tiba SBY bertemu dg 7 Jenderal yg diidentifikasi sbg “musuh politik” Prabowo. Dapatkah ini diartikan SBY sedang menjalankan politik devide at impera, dlm rangka agenda 2014.

Publik sdh tahu bahwa Luhut dkk adalah kelompok jenderal yg berada di belakang Aburizal Bakrie, pesaing Prabowo yg akan bertarung pd Pilpres 2014. Adakah kedatangan 7 Jenderal itu utk mengingatkan SBY tentang pidato Luhut pada acara di Balai Kartini bulan Oktober 2012?

Pertarungan Prabowo dg Luhut harus dilacak ke peristiwa yg jauh sebelumnya.
Ini bisa dilacak dari biografi Letnan Jenderal (purnawirawan) Sintong Panjaitan, berjudul: “Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando”.

Pada Maret 1983, menjelang Sidang Umum MPR, Komandan Detasemen 81/Antiteror, Mayor Luhut Pandjaitan, dikejutkan oleh laporan anak buahnya bahwa Detasemen 81 sedang siaga atas perintah Kapten Prabowo. Karena menurut Prabowo Jenderal Benny Moerdani mau kudeta Soeharto. Prabowo menyiapkan pasukan anti kudeta.
Luhut mengaku tidak mengerti tentang rencana tersebut. “Kok, aneh. Ada soal begini, saya sebagai komandan kok nggak tahu,” katanya.
Persoalan ini sampai juga ke Menhankam/Pangab, Jenderal M. Jusuf. Setelah mendengar penjelasan sejumlah jenderal, Jusuf menyimpulkan, isu rencana coup d’etat itu tidak ada dan persoalan dianggap selesai.
(BERSAMBUNG)

(3)
Namun Sintong sendiri percaya, kabar tentang kudeta 1983 itu berperan menjatuhkan karier Benny Moerdani, yang diikuti tersingkirnya sejumlah perwira yang dinilai sebagai orangnya Benny. Sintong dan Luhut merasa termasuk di antaranya.
Apakah latar belakang peristiwa masa lalu antara Luhut dg Prabowo ini msh berekor sampai hari ini?

Lebih kurang sebulan yg lalu tak ada awan tak ada angin tiba tiba
Wiranto berkata: “Prabowo Dipecat dari Militer karena Penculikan”
hasil wawancara Arya Sinulingga Okezone.com.Wiranto sedang sumringah dapat “darah segar” dari Hary Tanoe dan percaya diri masuk gelanggang, dg langsung “menghajar” Prabowo.

Luar biasa arus pertarungan Jenderal menjelang berakhirnya kekuasaan SBY.

Mungkinkah saya berlebihan bila jadi teringat peristiwa G30S/PKI, ada enam analisis tentang aktor utama peristiwa tsb. Salah satunya teori Cornell Paper(Ben Anderson dkk), yang menyebut pelaku utama adalah sebuah klik Angkatan Darat. Peristiwa itu bermula pd persoalan konflik internal di tubuh Angkatan Darat dengan memancing agar PKI terlibat. Prof Wertheim dan Coen Hotzappel, mendukung teori ini.

Rakyat sungguh kawatir bila pertarungan para singa singa akan mengorban kambing kambing yg tdk berdosa. Sekedar jadi renungan, konflik politik 1965 itu berujung terbunuhnya bberapa Jenderal dan jutaan rakyat yg tdk berdosa. Jasmerah, jangan sekali sekali melupakan sejarah, pesan pendiri bangsa Bung Karno. MHT.

Leave a Reply