PRESIDEN RI KE DEPAN : MILITER ATAU SIPIL ?

PRESIDEN RI KE DEPAN : MILITER ATAU SIPIL ?
Oleh : M.Hatta Taliwang
(Siaran Ulangan)

Sejak RI Merdeka Presiden berasal dari sipil brkuasa total 26 tahun( Soekarno 20 thn, Habibie,Gusdur dan Megawati 6 thn). Presiden dari latar belakang militer berkuasa smp skarang 41 tahun (Soeharto 32 thn, SBY smp skrng sdh 9 tahun).

Dg latar belakang Presiden sedemikian itu kita sdh maklum klebihan dan kkurangannya masing2. Nggak enak klo dirinci he he (kecuali diruang tertutup!)

Yg jelas skarang kt sbgai bangsa makin tdk berdaulat (Tanah,Air,isi buminya,hutan, prdagangan,perbankan, hampir sluruh tatanan dan sistem dikuasai dan dkndalikan asing dan antek2nya. Berkat LoI yg terpaksa ditandatangan Soeharto thn 1998 didepan Camdesus).

Di era demokrasi ini kita “dilarang” mendikotomikan sipil atau (mantan) militer. Siapapun boleh dan berhak jd Presiden. Yg dari (mantan) militer silakan, yg dr sipil jg monggo siapkan diri.

Yg kita tuntut dari (calon) Presiden ke depan adalah yg berani MEMERDEKAKAN Indonesia kembali. Lepas dari penindasan dan penghisapan bangsa lain, agar bangsa ini menjadi bangsa yg brdaulat penuh dan mandiri(INGAT TRISAKTI BUNG KARNO). Hidup dg harga diri dlm pergaulan internasional.

Bukan Presiden antek, bukan Presiden yg jd jongos kpntingan asing di negeri yg kaya ini. Kita inginkan Presiden yg mmbela rakyat dan mlindungi segenap tanah tumpah darahnya. Klopun itu dari latar belakang (mantan) militer maka kita berhrap disodorkan PUTERA TERBAIK. Bukan hasil rekayasa citra di media atau hasil olahan survey abal abal, bukan hasil kerja operasi intelijen(karena dlm negara demokrasi, haram melakukan operasi intelijen,apalagi menggunakan intelijen negara, memenangkan oknum/kelompok tertentu).

Kt ingin manusia yg nyata tlh berpikir, berkarya utuk rakyat dan bangsa Indonesia. Yang jelas trackrecord pembelaannya pd rakyat.

Demi Indonesia yg lbh baik kerjasama militer sipil dlm kesetaraan diperlukan.. Tdk ada yg merasa super atas yg lainnya. Dlm perjalanan 68 thn “merdeka” ini kita sdh tahu sama tahu tentang kesalahan dan dosa masing2 dlm mengurus negara dan bangsa ini. Jadi tak usah terlalu jaim(jaga citra).Lebih2 mencoba mengeksploitir kelemahan2 yg lain. Kita tatap hari depan dg lbh jernih dan tenang agar semua bisa mmbawa bangsa dan negara kearah yg lbh baik dan maju..MHT

Leave a Reply