Renungan Jelang Siang;”CENDIKIAWAN DAN POLITIK”

Renungan Jelang Siang;
“CENDIKIAWAN DAN POLITIK”

Tradisi intelektual kita, sangat miskin menghasilkan para cendekiawan sejati atau intelektual organik sebagai mana yang dimaksudkan HJ Benda : “esensi cendekiawan itu adalah rasa galau dan risau amat mendalam bila melihat keadilan lenyap dari ruang publik, galau dan risau bila merasakan terjadi kesenjangan antara Das Sein dengan Das Sollen. Cendekiawan sejati mendambakan mayoritas rakyat merasakan makna dan arti yang mendalam dari hadirnya institusi negara yang dijalankan pemerintah. Cendikiawan sejati ingin rakyat hidup bermartabat, sejahtera dan memiliki kebanggaan nasional.”(Interpretasi bebas MHT)

Tatkala cendekiawan kita masuk dalam sistem parpol yang kehilangan spirit ideologis dan dalam sistem ekonomi neoliberal hampir pasti cendekiawan cenderung transaksional karena uang menjadi modal bagi penguasaan massa.Tentu saja ini tidak sehat, karena ujungnya cendekiawan akan kehilangan ideologi populis( kerakyatan) yang originil dan puritan ,karena parpol bergerak transaksional seiring politik biaya tinggi.
Pilih jadi cendikiawan sejati yg kritis atau jadi kader partai yg transaksional?he he he (EI/MHT230413)

Leave a Reply