REPUBLIK(MENUJU)HUKUM RIMBA

REPUBLIK(MENUJU) HUKUM RIMBA
Oleh : M.Hatta Taliwang.

Di Chechnya Rusia, ada lebih banyak gangster daripada polisi, menurut cerita di media. Orang dibunuh tiap 18 menit dan rata-rata terjadi 84 kasus pembunuhan sehari.Pelacuran, perdagangan narkoba, dan rumah makan bawah tanah, pencurian dompet, ponsel, kamera, uang, dan penyerangan fisik sesuatu kejadian yang biasa.

Somalia adalah negara yang dapat kategori negara gagal akibat luasnya anarki, korupsi dan kelaparan.
Bajak laut mengawasi perairan diperlengkapi dengan AK-47 dan merampas barang2 dan menahan awak kapal(pernah menimpa WNI) untuk dijadikan tebusan.
Perkelahian antar suku sudah meminta ribuan jiwa. Sedangkan di ibu kota, Mogadishu diperebutkan oleh banyak suku dan pemimpin perang.

Apa yang ditulis media asing tentang Republik Indonesia dewasa ini?
Tdk penting kita baca, karena pasti sangat memalukan dan makin merendahkan martabat bangsa.

Kekerasan demi kekerasan semakin marak terjadi di Tanah Air karena pemerintah kehilangan wibawanya. Bahkan hukum rimba yang kasatmata terjadi tidak menjadi perhatian serius pemerintah.
“Yang sangat berbahaya sekarang ini, adanya pembiaran atau ketidaktegasan negara terhadap munculnya bentuk kekerasan, munculnya hukum rimba. Kekerasan dilakukan beramai-ramai dan lebih disayangkan lagi pemerintah tidak pernah bisa tegas, kata mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat memberikan orasi pd sebuah acara di Jkt.

Mahfud MD:” Kekerasan pada era reformasi mengalami pergeseran. Di masa Orde Baru kekerasan bersifat vertikal dari negara kepada masyarakat. Kini beralih pada konflik horizontal di antara sesama warga dan kadang kala dari warga kepada negara.
Ini sangat memprihatinkan”.

Prof Yusril : “Kalau kehadiran negara sdh tidak dirasakan lagi oleh rakyatnya, maka setiap orang dpt bertindak brutal terhadap sesama. Setiap orang dapat pula menjadi korban kekerasan tanpa ada yg melindungi.”
Republik menuju HUKUM RIMBA? MHT.

Leave a Reply