REVOLUSI TINGGAL WAKTU?

hatta-taliwang

REVOLUSI TINGGAL WAKTU?
Oleh : M.Hatta Taliwang

Lk 2 th yl sy tulis SMS dibwh ini:

“REVOLUSI SOSIAL hanya soal waktu ? Perhatikan fakta sosial ini: 1.Warung2 kecil termasuk warteg resah oleh desakan minimarket, retribusi, pungli dan penggusuran. 2. Petani/ peternak merasa tidak diurus karena faktanya beras, jagung, kedelai, buah-buahan, daging dll. serba impor. 3. Usaha2 kecil makin sulit bersaing karena produk impor murah. Harga dan biaya2 terus meningkat. Buruh makin mudah di PHK 4. Hukum makin tidak adil dan rakyat dengan telanjang melihat/ merasakan ketidakadilan di mana-mana. 5. Korupsi makin telanjang dan rakyat kecil tahu bahwa banyak pejabat kaya dari korupsi. Sekelompok “pengusaha” kaya dari hasil mengakali rakyat dan negara. 6. Pengangguran, kemiskinan makin nyata di lampu-lampu merah kota. 7. Penguasaan lahan kota/ desa yang makin timpang dan distribusi kekayaan makin menyolok. 8. Konflik elit makin meninggi (kasus Yogyakarta, kasus Nazaruddin misalnya.Sekarang ditambah Century,Hambalang, dll). 9. Frustrasi korban Pemilukada. 10. Frustrasi korban bencana. 11. Frustrasi karena kemacetan setiap hari, dan layanan publik yang buruk di kota. 12. Krisis kepercayaan ke hampir semua institusi negara. 13. Saling curiga dalam hal SARA meningkat. 14. Militansi dan radikalisasi aktivis meningkat di berbagai tempat. 15.Kesenjangan ekonomi yg makin menganga yg berbau SARA 16.Suka atau tdk hrs diakui di institusi keamanan kita ada bibit laten konflik yg potensial berbahaya “.

Kondisinya sekarang mkn mngkawatirkan. Sy kira hanya butuh sebuah pemicu dan meledak dg eskalasi yg sangat berbahaya ditengah krisis kepemimpinan di negeri ini. Bila terjadi krisis keuangan/ekonomi dan mengancam kenyamanan kelas menengah Indonesia maka sy kawatir ledakannya tak terkendali. Apa yg terjadi di berbagai daerah sekarang cuma “bisul bisul” yg meleleh. Sy sngt kawatir bila terjadi sesuatu di Jkt keadaannya menjadi tak terkendali. Apakah ini cuma ilusi seorang paranoid? Wallahu alam

Leave a Reply