“RINDU MASA INDAH”

REFLEKSI PETANG :
“RINDU MASA INDAH”

Ini mungkin yg dimaksud oleh Firman Allah, bhwa kekuasaan itu dipergilirkan. Zaman Orba, kantor2 Kodim, Korem, Kodam,Mabes, dll selalu ramai. Halaman parkir siang malam penuh mobil2 bagus. Lampu2 ruangan terang benderang dari sore sampai tengah malam. Yg berpangkat atau yg berdasi sliweran dihalaman kantor. Kehidupan terasa indah. Tentara tampil gagah perkasa dg langkah tegap percaya diri dan meyakinkan.

Lima belas tahun sejak reformasi, suasana berubah drastis. Kodim,Korem,Kodam,Mabes sepi. Mobil yg parkir tinggal mobil tua sekelas Feroza, kecuali untuk yg msh punya jabatan resmi. Tentara masuk kantor seperti kebanyakan pegawai negeri, sebelum sore kantor sdh sepi. Lampu2 kantor sebelum petang sdh redup. Yg bertugas tinggal duduk2 sambil tusuk2 gigi atau memencet pinset cabut2 jenggot sambil mata menatap ke jalan raya. Tatapan terasa kosong. Mau perang tdk ada panggung lagi. Timtim sdh tamat. Papua tenang2 saja. Aceh sdh hampir merdeka. Sungguh berat beban psikologis jadi prajurit. Dalam keadaan damai seolah olah tak berguna. Padahal klo tanpa TNI negara akan roboh. Ibarat rumah tanpa tuan. Karena tuan yg dihitung oleh pihak luar cuma TNI. Tanpa TNI mereka akan datang ramai2 merambah negeri ini. Tapi hidup dlm damai buat institusi TNI yg pernah berjaya dlm kekuasaan tidaklah mudah. Pasti mengalami post power syndrome. Apalagi Kepolisian, teman yg dulu satu barisan dlm payung ABRI( dan “underdog”) , sekarang lampu2 kantornya selama 24 jam terang benderang. Rezeki mereka mengalir seterang lampu neon yg menyala ditiap tiap pojok ruangan Polres,Polda,Mabes. Bisa difahami klo banyak purnawirawan TNI penuh nostalgia akan indahnya zaman Orba. Kini purnawirawannya khususnya beberapa Jenderal berjuang sendiri sendiri meraih kekuasaan yg penuh keindahan itu. Selebihnya sdh lama tiarap, hidup dg harap harap cemas karena terkadang rumah yg sedang dihuni pun setiap saat terancam diambil alih negara.Mungkin diantaranya ada yg berpikir : sampai kapan “kemarau” ini berakhir? Smp kapan Allah merotasi dan memberi giliran lagi? Atau sejarah memang tdk akan pernah berputar lagi?(MHT,240414).

Leave a Reply