SOEHARTO DAN PENGKHIANATAN KONGLOMERAT SERTA KEJATUHANNYA

SOEHARTO DAN PENGKHIANATAN KONGLOMERAT SERTA KEJATUHANNYA.

Oleh : TrioMacan2000

23/Jun/2013 06:30:34 PM PDT

Suharto shock ketika Liem Sioe Liong atas nama ratusan konglo cina menolak permohonan Suharto utk pendanaan pengembangan UKM Indonesia

Para konglomerat cina tsb menolak usulan Suharto agar sediakan 2.5-5% laba konglo utk UKM dgn alasan mereka selama ini banyak kena pungutan

Konglo2 cina itu mengeluhkan pungli, suap, peras oleh pejabat dan birokrasi. Mereka tdk mau sisihkan 2.5-5% laba. Mereka jg sdh bayar pajak

Para konglo cina itu merasa apa yg sdh mereka bayarkan selama ini sdh lebih dari cukup utk balas jasa luar biasa suharto thdp mereka
Suharto kaget ! Terpukul dengar jawaban ratusan konglomerat cina tsb. Tidak menyangka air susu madunya dibalas air comberan oleh para konglo
Sesuai karakternya yg tenang, sambil tersenyum Suharto mengangguk2an kepalanya seolah2 pahami dan mengerti alasan penolakan konglo cina tsb
Saat itu tekanan/desakan dari rakyat/ publik agar Suharto mulai fokus bantu bisnis pribumi, UKM dan koperasi sedang kencang2nya

Rakyat mulai berani bersuara atas ketidakadilan regim Suharto yg selama puluhan tahun beri privilige /keistimewaan pada pengusaha tionghoa
Luar biasa besar bantuan dan ke istimewaan yg dilimpahkan Suharto pada para pengusaha tionghoa. Puluhan tahun. Berbagai macam bentuknya

Bantuan/kebijakan Suharto yg pertama adalah saat dia terbitkan PP yg hapuskan ancaman hukuman bagi WNI tionghoa terlibat PKI. Boleh masuk RI

WNI etnis cina yg keterlibatannya pada PKI baru pada taraf simpatisan atau donatur (klas C dan B) diampuni dan diputihkan “dosa2nya”

Bandingkan perlakuan Suharto pd WNI pribumi yg kelas C saja bahkan asal kena tuduh terlibat PKI saja langsung dibunuh, ditangkap, dipenjara

Setelah kebijakan pengampunan WNI tionghoa tsb, Suharto minta Liem Soei Liong himpun pengusaha2 tionghoa utk dijadikan mitra pemerintah

Kedekatan Liem dengan Suharto sdh terjalin sejak masa revolusi. Suharto yg tentara sering jalin hubungan bisnis dgn Liem
Selain dengan Liem, Suharto juga punya kedekatan khusus dgn Bob Hasan alias The Kian Seng, anak angkat Jend Gatot Subroto, mentor Suharto

Liem dan Bob adalah 2 tokoh tionghoa yg menjadi motor dan koordinator seluruh pengusaha yg nantinya menjadi para konglomerat Indonesia
Suharto sendiri pny kepentingan/agenda politik dan bisnis khusus sbg dasar /alasan memberikan prioritas/keistimewaan/privilege pada tionghoa

Suharto minta para WNI tionghoa utk fokus di bisnis dan sektor lain, asal jangan terlibat dlm politik praktis. Apalagi masuk partai politik

Berbagai keistimewaan/kebijakan pro pengusaha cina ini diberikan Suharto : izin ekspor/impor, konsesi tambang, hutan dan kebon, monopoli dst
Keberpihakan Suharto pd tionghoa di sektor ekonomi ini sangat politis. Suharto tdk mau ekonomi dikuasai pribumi terutama di awal kekuasaanya
Suharto belajar dari Brazil. Penguasa Brazil terapkan kebijakan yg sama. Berikan keistimewaan pada WN ket Eropa demi stabilitas kekuasaannya

Penguasaan ekonomi oleh pribumi pny potensi mengancam kelangsungan para diktator di sebuah negara. Setelah kaya, mereka akan “nuntut macam2”

Suharto butuh kestabilan politik dan jaminan kelangsungan kekuasaannya di RI. Tionghoa jadi mitra bisnis dan akan lenyapkan ancaman pribumi

Puluhan tahun para konglomerat tionghoa tsb dibina, dimanja, dibesarkan SBY eh Suharto. Sebagian mereka tergabung dlm Yayasan Prasetya Mulia

Yayasan Prasetya Mulia dijadikan sbg intrument para konglo cina utk saluran sumbangan dan pencerdasan bangsa melalui lembaga pendidikan

Namun tentu saja, semua yayasan2 / lembaga2 pendidikan milik konglo2 itu hny recehan (piece of cakes, peanuts) dibandingkan yg mrka rampok

Suharto shock dan kecewa atas penolakan konglo2 cina. Sejak itu dia mulai sedikit bergeser dan mulai perhatikan pengusaha2 pribumi

Apalagi setelah para konglomerat2 cina tsb tolak permohonan Suharto, para konglo mulai jor2an investasi ke LN terutama RRC, Taiwan, Hongkong

Tidak itu saja, konglo2 perlahan2, satu per satu, mulai pindahkan pusat kerajaan bisnisnya ke Singapore. Kabuur ! Transfer pricing pun marak

Suharto tahu semua rencana exodus dan capital flight para konglo tionghoa tsb, tapi tdk berdaya. Konglo2 tsb sdh terlalu besar. jadi Macan !

Jalan satu2nya bagi Suharto adalah percepat besarkan pengusaha pribumi. Terlambat. Better late than never. Apa boleh buat..nasi sdh jd bubur

Suharto tugaskan Ginanjar Kartasasmita cs utk himpun pengusaha2 pribumi yg penuhi syarat utk dibesarkan regim suharto. Bakrie salah 1nya

Sejak itu mulailah muncul sejumlah konglomerat pribumi dgn ARB alias Ical sebagai komandannya. Bakrie pun mulai dapat konsesi2 ekonomi

Konsesi terbesar pertama kali diberikan Suharto melalui penjualan divestasi saham Freeport melalui PT. indocopper ke Bakrie Grup

10% saham divestasi Freeport di PT. Indocopper dibeli Bakrie Grup. Sayangnya setahun kemudian dilepas/dijual lagi oleh Bakrie ke pihak lain

Dari margin/selisih penjualan 10% saham Bakrie di Freeport tsb, Bakrie langsung untung triliunan rupiah dlm waktu 1 thn ..

Itulah dahsyatnya privilige yg diberikan penguasa kepada pengusaha. Puluhan tahun keistimewaan tsb diberikan Suharto kpd Liem cs

Namun, setelah konglo2 tionghoa itu besar dan berpengaruh kuat, mereka lupa diri dan khianati Suharto. Tdk mau besarkan UKM & koperasi

Suharto kaget lihat loyalitas Konglo pada dirinya dan NKRI. Dia telah besarkan anak macan. Dan cukup sampai disitu, para konglo lg rampok RI

Para konglo tsb kembali merampok NKRI. Kali ini tidak tanggung2 : 560 Triliun melalui kebijakan BLBI. Rakyat RI yg menanggung deritanya

Kebijakan Suharto melalui Pakto 88 yg diterbitkan Menko JB Soemarlin. Pakto tsb beri kebebasan luas dan kemudahan dirikan Bank & LKBB

Hasilnya, bank2 baru banyak pun berdiri di Indonesia. 9 thn kemudian, ketika terjadi krisis moneter, pemilik2 bank tsb MERAMPOK uang negara

Bank2 milik konglo2 tsb baik yg memang sakit atau masih sehat, rame2 lakukan rekayasa keuangan terutama pada libility /utang banknya

Hampir semua Bank milik konglo2 tsb melanggar 3 L (legal lending limit) dan batasan pemberian kredit utk kelompok usaha sendiri

Ketika Suharto perintahkan Gub BI utk beri fasilitas BLBI, para konglo ini seakan2 diberi jalan tol utk merampok uang negara

Deposito palsu, tagihan antarbank palsu, kredit macet palsu, utang bank palsu, dst dibuat mrka, dan seolah2 sebabkan bank tsb kalah kliring

Dengan rekayasa di internal Banknya sendiri, adanya situasi krisis moneter dunia, suasana kepanikan, suap ke pejabat2 BI, BLBI pun jebol !

550 Triliun Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yg terdiri dari Utang Pokok & Bunga. Harus lunas dibayar via pajak Rakyat thn 2032 yad

Liem Sioe Liong (Salim Grup) adalah penikmat terbesar BLBI yakni 55.6 Triliun ! Hnya dibayar Salim 8.3 Triliun SAJA & dinyatakan Lunas !

Kemana sisa kewajiban Salim kepada NKRI sebsar yg 48 Triliun? NOL. Dianggap lunas. Rakyat RI yg akan tanggung bebannya sampai 2032 yad

Penikmat ke-2 terbesar BLBI adalah Syamsul Nursalim dgn utang BLBI Sjamsul/BDNI/Gajah tunggal grup sebesar 41 triliun, hny dibayar 4 T saja

Atas pembayaran 4 Triliun tsb, Utang Syamsul 41 Triliun dianggap lunas dan diberikan SKL (surat keterangan lunas) oleh Pemerintah RI

Belakangan, sesuai hasil perhitungan ulang, BDNI/Gajah Tunggal/Syamsul Nursalim dinyatakan masih ada utang sebesar 4.7 Triliun

Melalui ayin alias Atrhalita Suryani, Syamsul Nursalim dekati SBY, Ani dan Cikeas. Untunglah ada antasari azhar ketua KPK yg tangkap Ayin

Syamsul Nursalim pun tdk tinggal diam ketika pemerintah mulai persoalkan kewajiban tambahan 4.7 Triliun kepada Negara. Dia manuver ke Istana

Ayin ditangkap KPK setelah beri suap tahap berikutnya 6 M kepada petinggi2 Kejagung via Jaksa Urip Tri Gunawan. Ayin kena 5 thnm UTG 18 thn

Tapi saking hebatnya pengaruh ayin di cikeas, selama di LP ayin kayak Ratu. Bisnisnya jalan terus, selnya mewah. Persis kayak Nazar skrg

Dan Hukuman penjara Ayin pun hanya dijalani tdk smpai 3 thn. Hujan uang suap ayin membasahi Kumham dan pejabat2 Ditjen LP kumham

Kembali ke Suharto. Semua upayanya utk kembali ke jalan yg benar sia2 belaka. Mualafnya Tien& Suharto atas jasa Prabowo jd sumber masalah

Kedekatan dan kemesraan Suharto dgn kelompok Islam, ICMI, Muhamidyah, NU, HMI dll dikhawatirkan Konspirasi Global utamanya AS & Jahudi

Sesuai kebijakan AS dan Yahudi Internasional, RI tdk boleh menjadi negara yg agamis. Harus tetap pertahankan sekulerisme

Kemesraan Suharto dgn Islam dinilai jadi ancaman. Suharto pun jadi target penjatuhan AS cs. Dimulai dgn pelemahan thdp TNI – AD dan Kopassus

Kepentingan AS, Yahudi dan sekutu2nya pada RI sangat besar. Terutama dlm konteks Palestina, Israel, Terorisme, stabiltas Asia (tenggara) dst

Bgmn kisah selanjutnya, nanti kita bahas lagi. Cukup sampai disini dulu. Terima kasih. Semoga bermanfaat. MERDEKA !!
TrioMacan2000 23/Jun/2013 09:21:33 PM PDT
Content from Twitter

Leave a Reply