STRATA SOSIAL DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP KEBAIKAN.

STRATA SOSIAL DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP KEBAIKAN.
Oleh ; M.Hatta Taliwang

Kawan saya pengamat budaya meneruskan dg lisan ke saya tentang pengetahuan yg didapatnya dari sumber yg dia lupa. Menurutnya untuk mengetahui KELAS/STRATA SOSIAL SESEORANG CUKUPLAH KITA MEMPERHATIKAN APA YANG DIOBROLKAN/DIOMONGKAN DIWAKTU SENGGANG/LUANG !
Jadi kelas sosial dlm konteks ini lebih murni bukan berdasarkan keturunan,bukan karena pangkat, bukan karena jabatan, bukan karena gelar akademis dll.

Cukup perhatikan apa yg DIOBROLKAN DIWAKTU SENGGANG.(Termasuk obrolan di BB ya?)

1.Jika obrolannya berbau filsafat,Ketuhanan, atau hal hal substantif, maka orang itu masuk strata BRAHMANA.

2.Jika obrolannya tentang kegelisahannya atas masalah negara,bangsa dan rakyat dan kepentingan umum lainnya maka orang ini masuk pada strata KSATRIA.

3.Jika obrolannya berkisar soal bisnis, cari untung, memperkaya diri, cari uang maka strata orang tsb adalah WEISYA.

4. Jika obrolannya hanya berputar soal dirinya : kekayaannya, gelarnya, pangkatnya, keturunannya, mobilnya, tanahnya, anaknya dll yg berbau pribadi dan egonya maka strata orang ini adalah SYUDRA.

Sebenarnya sepanjang yg saya tahu strata tersebut dikenal dlm agama Hindu. Ternyata masih relevan dlm membedah strata masyarakat modern dlm konteks budaya/prilaku manusia masa kini.

Tinggal kita mengukur diri siapakah diri kita? Benarkah kita bangsawan sejati(Brahmana sejati? Ksatria sejati?) atau cuma pemikir/ aktifis / politisi/ akademisi KELAS SYUDRA sehingga tdk berkontribusi optimal bagi kebaikan negara? MHT.

Leave a Reply