TANGKAP BOEDIONO DAN YUDHOYONO

Tangkap BOEDIONO dan YUDHOYONO
Otak Perekayasa Bailout Bank Century
( Siaran Pers, Gerakan Mahasiswa
Aktivis tahun 77/78, di KPK jam 11.00 Senin, 2 Desember 2013)

Tidak ada keraguan sedikit pun bagi kami, dan orang-orang yang berpikir, bahwa bailout Bank Century pada 2008 adalah sebuah rekayasa politik pembobolan uang negara Rp 6,7 triliun. Maka alasan “berdampak sistemik” sesungguhnya merupakan kebohongan yang nyata dan terkutuk.
 
Dan tidak ada keraguan sedikit pun bagi kami, dan seluruh rakyat Indonesia yang berpikir, bahwa otak perekayasa bailout Bank Century adalah Susilo Bambang Yudhoyono, yang menggunakan kekuasaannya sebagai Presiden RI, menerbitkan Perppu No 4 Tahun 2008.
 
Sedang Boediono menyelewengkan kewenangannya (ketika itu) sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk mengubah-ubah persyaratan CAR (Capital Adequacy Ratio) Bank Century hingga ke titik paling tidak masuk akal, hanya demi (seolah-olah) sahihnya Bank Century digelontori uang rakyat hingga Rp 6,7 triliun.
 
Oleh sebab itu, kami (Gerakan Aktivis 77/78) minta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak melakukan langkah-langkah konyol dan bertele-tele. Segera menangkap dan menetapkan Wapres RI Sdr Prof Dr Boediono M.Ec sebagai tersangka. Sehingga dengan demikian penegakkan hukum bisa segera melangkah ke Sdr Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai orang paling bertanggungjawab atas pembobolan uang rakyat Rp 6,7 triliun itu.
 
Langkah KPK yang bertele-tele dalam menangani skandal rekayasa bailout Bank Century, menurut hemat kami, terbukti hanya menimbulkan kegaduhan politik dan menghabiskan energi rakyat Indonesia yang sedang dirundung derita panjang di hampir semua bidang kehidupan.
 
Kami rakyat Indonesia sudah bosan dan muak menyaksikan para petinggi negeri ini, memamerkan keculasan dan kebohongannya tanpa rasa malu sedikitpun untuk melepaskan tanggungjawabnya atas skandal mega korupsi Bank Century.
 
Demikian pernyataan sikap kami. 
Jakarta, 2 Desember 2013  
Gerakan Aktivis 77/78

Pernyataan Politik Forum Gema 77-78 di Makamah Agung jam 14.00 Senin,2 Des 2013 diterima oleh Hakim Agung : Bpk. Suroso dan Ka.Humas bpk Ridwan.

Didalam konstitusi, Mahkamah Agung (MA) merupakan benteng terakhir dari keadilan di Indonesia. Tetapi justru karena menjadi benteng terakhir, maka MA juga menjadi rahasia umum selama ini MA terus dirongrong oleh suap bagi para pencari keadilan yang menghalalkan segala cara.

Akibatnya banyak vonis MA yang janggal dan justru bertentangan dengan undang – undang, hukum, serta rasa keadilan masyarakat. Bahkan pelaku koruptor, gembong narkoba, dan kejahatan perdagangan telah diberi hukuman ringan dan vonis bebas. Sejarah kelam MA ini harus segera dihentikan dengan melakukan perubahan yang sistematik, sehingga MA sebagai benteng terakhir keadilan masyarakat dapat melakukan perubahan yang radikal dan sistemik.

Bertolak dari pemikiran di atas, kami sebagai eksponen dari Forum Gema 77/78 menyatakan ;
1. MA harus segera melakukan penataan kembali secara kelembagaan dan perubahan yang sistemik dalam memproses tuntutan keadilan pada jenjang sistem peradilan tertinggi.
2. MA harus berani menegakan keadilan tanpa pandang bulu dan tanpa diskriminasi, walaupun terhadap oknum-oknum yang memiliki jabatan tinggi dalam pemerintahan atau lembaga Negara lainnya.
3. MA menghukum seberat-beratnya dan memiskinkan koruptor yang selama ini tidak pernah jera walau telah mendapat vonis di pengadilan tingkat pertama dan tingkat kedua.
4. Ketua MA dan Komisi Yudisial harus berani menindak tegas jajaran hakim MA dan staf MA yang jelas-jelas menjadi bagian dari makelar kasus dan mafia peradilan.
Demikian pernyataan kami sampaikan, semoga menjadi agenda MA yangditindak-lanjuti secepatnya.

Jakarta, 2 Desember 2013
Forum Gema 77/78 Koordinator Delegasi ;
S. Indro Tjahyono 08174944275

Leave a Reply