TENTANG DISKUSI PARTAI YG SERU.

TENTANG DISKUSI PARTAI YG SERU.
Catatan : MHT

Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH) , telah menggelar diskusi konflik Partai Nasdem kemarin.
Pertimbangannya :
1. Partai Nasdem adalah PARTAI BARU yg konfliknya belum berurat berakar sehingga mudah dikaji/dianalisis.

2.Kita telah bersepakat bahwa demokrasi adalah cara kita utk membangun KEDAULATAN RAKYAT.Partai adalah pilar utama demokrasi yg perlu kita cermati pemikiran, gerak gerik dan prilakunya. Kebetulan Partai Nasdem sedang akan kongres dan mendapat perhatian publik karena sedang konflik. IEPSH mengambil momentumnya untuk membedah konflik tsb agar jadi pelajaran bagi partai manapun dan bagi peminat studi politik/demokrasi, demi pembangunan demokrasi di Indonesia.

Dari diskusi yang telah digelar dapat dipetik “pelajaran” al :

1. Bahwa membangun struktur dan kultur partai tdklah mudah. Banyak konflik kepentingan berkecamuk didalamnya.Cara pandang dlm melihat “investasi” yg telah ditanam misalnya oleh figur figur tertentu dlm partai menjadi salah satu sebab meruncingnya konflik. Ada yg memandang dg kacamata pragmatis(transaksional) ada yg meninjau dari sudut idealisme dan perjuangan jangka jauh.Untuk mengukur kedalaman pemahaman masing masing fihak seharusnya dlm konteks :Filosofi/Ideologi partai. Klo bukan karena soal tsb(Filosofi/Ideologi) maka konflik hanyalah sekedar permainan strategi/taktik/manuver masing masing fihak yg kurang maknanya bagi pembangunan politik/demokrasi.

2.Menjadi pelajaran berharga bagi para pemain politik baru yg berasal dari :PENGUSAHA, untuk berbesar hati mau belajar bermain politik dg sabar,jangan terbawa arus ingin segera memetik hasil(panen) karena budaya pragmatisme, transaksional dan budaya menerabas yg penuh manuver dlm bisnis belum tentu kondusif dlm politik.
Yang lbh penting butuh kesabaran membangun jaringan,membangun kepercayaan(trust),membina kebersamaan dan jangan menempatkan uang adalah segalanya!

3.Kalangan muda( aktifis,Ormas Pemuda/Mahasiswa dan LSM) dipandang lebih cepat beradaptasi dg kultur dan permainan politik Indonesia sekarang dibandingkan dg kalangan tua karena kalangan tua dipandang lbh teguh pada nilai nilai lama yg mereka yakini.Sehingga konflik nilai dpt menjadi muatan serius dlm partai.

4.Kalangan BIROKRASI(SIPIL/MILITER/POLISI),AKADEMISI,AGAMAWAN dll yg baru terjun menjadi kader partai, hendaknya juga mau bersabar/bijak memamahi kultur dan permainan politik , karena permainan politik itu penuh “seni” yg tak ada hubungannya dg gelar atau pangkat seseorang dan belum tentu pernah dialami di institusi tempat mengabdi sebelumnya.

5.Makin terasa urgensi membangun Partai dg dana swadaya anggota ditambah dukungan negara serta sistem dana yg transparant agar Partai lepas dari kepentingan telak pemilik modal.Selama pemilik modal menjadi “investor” mayoritas dlm partai, maka partai niscaya menjelma jdi “perusahaan” dlm bentuk lain.

Banyak catatan lain namun cukuplah 5 hal tsb mungkin bisa jadi hikmah diskusi tsb.Diskusi yg kami gelar dg judul “sexy” : “NASDEM PASCA DITINGGAL HARY TANUSOEDIBJO” tsb banyak menimbulkan prasangka terhadap kami sbg penyelenggara. Bahkan difitnah dibiayai oleh HT. Sy hanya mengelus dada, benar HT… ya HATTA TALIWANG! Terlaluu……Sampai jumpa pada diskusi IEPSH yg lain.Tksh.MHT

Leave a Reply