TENTANG PENYELESAIAN KRISIS INDONESIA DENGAN CARA/ ALA INDONESIA !

TENTANG PENYELESAIAN KRISIS INDONESIA DENGAN CARA/ ALA INDONESIA !
Oleh : M.Hatta Taliwang

Beberapa hari yl setelah kami sebar tulisan dg judul TAWARAN SOLUSI ATAS MASALAH INDONESIA, berkaitan dg MUSYAWARAH MUFAKAT, maka ada beberapa pertanyaan diajukan oleh teman2 menyangkut :
1.SIAPA PESERTA
2.BAGAIMANA BENTUK PERTEMUAN
3.APA AGENDANYA.
Setelah “berimajinasi” maka MUSYAWARAH MUFAKAT ITU DAPAT DISELENGGARAKAN DALAM SITUASI TENANG ATAU DALAM SITUASI KRISIS.

I. Dalam Situasi TENANG
I.1. PESERTA
1. Tokoh2 Daerah (Termasuk DPD RI) 2.Tokoh Adat 3. Tokoh2 Agama(NU,Muhmdiyah,MAWI,PGI,Kong Hu CU, Budha,Hindu dll) 4.Pimp TNI 5.Pimp Polri 6. Tokoh Buruh 7.Tokoh Tani 8.Tokoh Nelayan 9. Tokoh Partai(apakah trmasuk ang DPR RI?) 10. Tokoh Akademisi 11. Tokoh Pers 12. Tokoh LSM 13. TOkoh Ormas.14. Tokoh Purnawirawan 15. Tokoh Pendidik 16. Tokoh Korpri 17. Tokoh Mahasiswa 18. Tokoh Aktifis 19 Tokoh Pengusaha,20 Tokoh Asosiasi yg berpengaruh Dll yg dianggap representasi warga Ind

I.2. BENTUK PERTEMUAN

KONGRES RAKYAT INDONESIA, inisiatif dari MPR RI dengan PERSETUJUAN KEPALA NEGARA/PRESIDEN RI

I.3 AGENDA

1.MENETAPKAN UNTUK KEMBALI UUD45 ASLI UNTUK PENYEMPURNAAN.
(Sebagai landasan untuk memfungsikan MPR RI sbg LEMBAGA TERTINGGI NEGARA, membuat GBHN dll)

2. Membatalkan UU/Perjanjian yg spiritnya merugikan kpentingan nasional dan rakyat Indonesia

3. Merekomendasikan agar Presiden mengeluarkan PERPU untuk memperbaiki sistem kepartaian dan penyelengaraan Pemilu yg lbh jurdil.

4.Memberi mandat kepada Kepala Negara/Presiden RI untuk mengumumkan hasil Kongres Rakyat Indonesia dan melakukan eksekusi atas keputusan tsb.

II.DALAM SITUASI KRISIS
Bila Musyawarah Mufakat diselenggarakan karena krisis nasional/kevakuman kekuasaan maka :

II.1. PESERTA
Sama dengan tsb pada I.1 diatas

II.2.BENTUK PERTEMUAN
Bila inisiatif diambil oleh MPR RI maka bentuknya menjadi SIDANG ISTIMEWA MPRS. Bila inisiatif diambil oleh rakyat(misalnya KOMITE NASIONAL PENEGAK KEDAULATAN RAKYAT) maka bentuknya menjadi KONGRES LUAR BIASA RAKYAT INDONESIA.

II.3. AGENDA

1.Meminta pertanggung jawaban Presiden atas situasi kemelut negara

2.Membentuk Presidium sbg Pemerintah Sementara

3.Menyusun Program Kerja Presidium

4..MENETAPKAN UNTUK KEMBALI UUD45 ASLI UNTUK PENYEMPURNAAN.
(Sebagai landasan untuk memfungsikan MPR RI sbg LEMBAGA TERTINGGI NEGARA, membuat GBHN dll)

5. Membatalkan UU/Perjanjian yg spiritnya merugikan kpentingan nasional dan rakyat Indonesia

6.Merekomendasikan agar Presidium mengeluarkan Keputusan untuk memperbaiki sistem kepartaian dan penyelengaraan Pemilu yg lbh jurdil dlm waktu sesingkat mungkin

III.APAKAH SAH(KONSTITUSIONAL)?
Kalau semua dilakukan sg kesepakatan maka itu menjadi KONSTITUSI TERTINGGI(SUPRA KONSTITUSI). Kudeta saja sah klo didukung rakyat, meskipun dg MEREBUT. Masa’ bermusyawarah mufakat, mengambil dg baik2 tidak sah?.

Demikian sbg “imajinasi”, perlu koreksi dari peminat gagasan ini.MHT24/03/13.

Leave a Reply