TESTIMONI

TESTIMONI
“Saya menyambut baik terbitnya buku REPUBLIK DI UJUNG TANDUK karya Sdr M Hatta Taliwang. Ketekunannya mencatat dan menulis secara sangat kritis tentang masalah bangsa bahkan tawaran solusinya, merupakan bukti komitmennya yang tinggi atas nasib bangsa dan negaranya.Buku ini akan jadi saksi tentang salah satu masa(periode) kritis dlm perjalanan bangsa.
Hatta tidak hanya merenung tapi juga terlibat langsung sebagai aktifis di lapangan, mempengaruhi dan menggerakkan generasi muda agar bangkit, demi Indonesia yg lbh baik,lebih maju, berdaulat dan bermatabat.(Prof DR.Din Syamsuddin).
—————————————
Mau ke mana Indonesia? Galau, gemas, geram telah menyesakkan dada dan membuatnya tak habis pikir! Agaknya itulah yang dirasakan Hatta Taliwang sebagaimana tercermin dalam kumpulan tulisannya di buku ini. Enam puluh delapan tahun Indonesia merdeka, tetapi realitasnya jutaan warga negara masih juga belum “merdeka” secara ekonomi dan tak tahu kapan bisa “merdeka”. Bagi kelas yang terpinggirkan, buku ini penting bukan saja untuk melecut kesadaran kelas politik mereka, melainkan juga untuk menginspirasi, mengawal, dan meluruskan jalan Indonesia sesuai dengan tujuan dan cita-cita bernegara sebagaimana tersurat dalam Pembukaan UUD NRI 1945. Sebab, menanti perubahan dari “dalam” sama saja dengan ibarat menanti datangnya Godot. (Prof. DR. R. Siti Zuhro, MA, Peneliti LIPI)
—————————————
“Buku ini membunyikan alarm peringatan bagi sebuah bangsa yang tak pernah mau belajar dari sejarah, kecuali belajar melupakan sejarah. Menjadi elit penguasa berkat gerakan perlawanan thd orde baru, mereka begitu cepat meniru sifat-sifat jahat rezim yg ditentangnya dlm kadar yg lebih serakah, membawa marwah bangsa terpuruk di ujung tanduk. Pantas dibaca oleh mereka yg masih waras punya mimpi menemukan cahaya di ujung lorong gelap”(DR.Yudi Latif)
————————————
Informasi mengenai kondisi bangsa dan apa yang menjadi sebab dari semua persoalan bangsa ini harus diberikan kepada rakyat.
“Rakyat harus dibangunkan, kebenaran harus disiarkan”, begitu kata WS. Rendra.
Buku ini juga menjadi alat ukur kejujuran rezim.
Sebagaimana yang dikatakan oleh sastrawan Pramoedya Ananta Toer: “Jika kamu rajin mengarsip, kamu tak akan pernah bisa dibohongi oleh kekuasaan apa pun”.
(Penulis, dlm KATA PENGANTAR).
——————————
Dunia dibentuk dan dimajukan berdasarkan jejak langkah yang pernah dilewatinya. Bangsa yang melupakan jejak langkahnya pasti tak akan mampu menggambar dan membangun masa depannya. “Keledai (hewan) saja dapat menerapkan prinsip Jasmerah, tak melupakan jejak langkah yang pernah dilewatinya, sehingga tak terantuk di batu yang sama”. Catatan M. Hatta Taliwang yang terdokumentasi di dalam buku ini semoga menjadi bagian dari rekaman jejak langkah perjuangan kemanusian dan kebangsaan, agar nasib bangsa kita tak lebih “tolol” dari keledai, terus menerus terantuk di batu yang sama.(Haris Rusly, aktivis Petisi 28)

Leave a Reply