TRANSPARANSI PENGELOLAAN (DANA) PARTAI SBG PRASYARAT TUMBUHNYA DEMOKRASI YG SEHAT

TRANSPARANSI PENGELOLAAN (DANA) PARTAI SBG PRASYARAT TUMBUHNYA DEMOKRASI YG SEHAT.
Oleh : M.Hatta Taliwang

Setelah membaca tulisan saya yg berjudul :”Mengapa saya tidak tertarik menjadi caleg”, seorang teman sy angg DPR RI dari partai besar, mengirim BBM singkat ke saya : “Saya Tidak Dicalegkan lagi bang” . Teman sy ini sangat beken (artis) dan cukup vocal serta menurut pengamatan saya pikirannya : pro kebenaran, pro rakyat! “Apa kurang setoran ke partai” tanya saya? “Abang lbh fahamlah” katanya.

Sy prihatin pasti banyak kader baik baik yg tdk terjaring dlm pencalegan kali ini dan kalaupun terjaring cuma dapat nomor urut kurang menarik. Inilah contoh KORBAN SISTEM kepartaian dimana Pimpinan Partai terlalu dominan karena merasa memiliki investasi besar di partai, merasa partai telah menjadi milik pribadi/keluarga tak ubahnya PT atau CV.
Mereka bisa menentukan hitam putih nasib kadernya. Kader dianggap sebagai karyawan politik yg hrs menyembah sepenuhnya kepadanya. Meskipun visi dan missi partai ditulis indah dlm dokumen namun realitasnya yg terjadi partai cuma tunggangan utk mengamankan, kepentingan politik dan bisnisnya, yg sering bertentangan dg visi bangsa dan negara.

Oleh karena itulah berkali kali kami dan DR Rizal Ramli serukan agar partai harus dikembalikan menjadi alat perjuangan rakyat untuk mewujudkan cita cita bersama meraih Indonesia yg adil, sejahtera!
Mayjen. Purn Saurip Kadi dkk telah menempuh cara damai dg mendorong Judicial Review semua UU yg bertentangan dg jiwa demokrasi yg sehat. Telah kami gelar diskusi diskusi yg membahas soal itu, diantaranya yang berkait dg PENDANAAN PARTAI. Ada yg usul dana partai hrs dari negara dg sgala implikasi positifnya. Ada usul Prof Dr Berlian Siagian “mengubah Pemilu Suara yang terjadi sekali lima tahun menjadi Pemilu Uang-Tunai. Pemilu yang memberi peran pada Uang Tunai angsuran pajak sebagai perwujudan kedaulatan rakyat”.(Penjelasannya dpt dibaca dr paper beliau). Intinya rakyat sdh kesal dan jenuh dg persekongkolan jahat penguasa partai demi statusquo.Rakyat ingin agar partai dikelola secara transparan sehingga partai menjadi alat perjuangan rakyat dlm sistem demokrasi yang sehat. MHT 17052013

Leave a Reply